Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Achmad Fauzi

Kamis, 23 April 2026 | 19:50 WIB
Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret
Ilustrasi Gedung Wisma Danantara Indonesia. [Dokumentasi Danantara].
baca 10 detik
  • BPI Danantara menyatakan kinerja keuangan Garuda Indonesia tertekan akibat konflik Amerika-Iran serta pelemahan nilai tukar rupiah.
  • Sahala Situmorang menegaskan BPI Danantara berkomitmen memberikan dukungan finansial dan strategi mitigasi bagi maskapai Garuda Indonesia.
  • Garuda Indonesia berhasil menekan rugi bersih dan meningkatkan pendapatan operasional pada kuartal pertama tahun 2026 secara signifikan.

Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menilai seretnya kinerja Garuda Indonesia bukan tanpa sebab. Dua penyebab utama yaitu perang Amerika Serikat dan Iran serta buruknya nilai tukar rupiah.

Managing Director Finance Danantara Asset Mannagement, Sahala Situmorang, mengatakan pihaknya telah berbincang dengan manajemen Garuda Indonesia untuk mengatasi masalah ini, terutama, dari sisi kinerja keuangan.

Sebab, perang hingga nilai tukar rupiah melemah langsung menghantam sisi arus kas. Akan tetapi, Danantara akan tetap berada di sisi Garuda Indonesia untuk membantu secara finansial.

"Tetapi yang pasti, kami ada di sana untuk mendukung Garuda," ujarnya dalam diskusi Fitch on Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia/ist
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia/ist

Atas Perang ini juga, Danantara mulai berdiskusi dengan para pemikir strategi untuk menganalisa strategi apa untuk menghadapi dua persoalan ini dalam pengelolaan BUMN

"Kami berbicara dengan para ekonom kami, apa skenario terburuknya, dan kami meminta mereka untuk menjalankan analisis sensitivitas tersebut. Jadi begitulah cara kami mengelola portofolio kami,” ucap Sahala.

Selain itu, Danantara juga melakukan serangkaian tes terhadap strategi yang dijalankan oleh BUMN dalam menghadapi perang hingga pelemahan nilai tukar rupiah.

"Dan perang ini dimulai mungkin satu atau dua bulan yang lalu, kemudian kami mulai melakukan uji stres. Tentu saja, uji stresnya sedikit berbeda," katanya.

Kinerja Garuda

baca juga

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) mulai menata kembali kinerja keuangan ke level positif. Hal ini tercermin dari rugi bersih turun menjadi 41,62 juta dolar AS pada Kuartal I-2026 atau berkurang 45,19 persen secara tahunan.

Dalam laporan keuangannya yang dikutip dari keterbukaan infromasi, Kamis (23/4/2026), maskapai pelat merah itu meraih pendapatan secara konsolidasi sebesar 762,35 juta dolar AS atau melonjak 5,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan permintaan penumpang, perbaikan yield, serta tren positif pendapatan.

Sementara, Garuda Indonesia mencatatkan peningkatan tajam pada laba operasi menjadi 49,13 juta dolar AS pada tiga bulan pertama 2026, dibandingkan 5,20 juta pada kuartal 1-2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rugi Bersih Garuda Indonesia Susut 45% di Kuartal I-2026

Rugi Bersih Garuda Indonesia Susut 45% di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:37 WIB

Rupiah Tembus Rp17.310, Sinyal Bahaya Ekonomi Lebih Buruk dari Krisis 1998?

Rupiah Tembus Rp17.310, Sinyal Bahaya Ekonomi Lebih Buruk dari Krisis 1998?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 16:52 WIB

Terburuk di Asia, Rupiah Ditutup Anjlok di Kamis Sore

Terburuk di Asia, Rupiah Ditutup Anjlok di Kamis Sore

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 16:43 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×