Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 27 April 2026 | 15:09 WIB
Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS), Akbar Djohan, membidik target laba bersih Rp 2 triliun pada tahun 2026. [Suara.com/Achmad Fauzi].
  • PT Krakatau Steel menargetkan laba bersih minimum Rp 2 triliun pada tahun 2026 dari pendapatan Rp 20 triliun.
  • Direktur Utama Akbar Djohan menetapkan target produksi baja sebesar 1,2 juta ton akibat kendala pasokan bahan baku.
  • Perseroan mengandalkan strategi transformasi bisnis serta optimalisasi operasional untuk menjaga kinerja positif dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Suara.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) membidik target laba bersih minimum sebesar Rp 2 triliun pada tahun 2026. Pada tahun 2025 lalu, perusahaan pelat merah ini meraup laba bersih Rp 5,68 triliun.

Direktur Utama KRAS, Akbar Djohan, menjelaskan laba bersih itu diraih setelah perseroan menargetkan pendapatan minimal Rp 20 triliun.

Ia menjelaskan, minimal laba bersih yang diraih yaitu 10 persen dari nilai pendapatan tersebut.

"Kalau kita ambil target 10 persen daripada pendapatan Rp 20 triliun itu 10 persen x 20 triliun itu harusnya menjadi standar minimum laba bersih daripada Krakatau Steel di tahun 2026 ini," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/4/2026).

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) tengah berjuang menghadapi beban utang yang mencapai puluhan triliunan rupiah. (Foto Ist)
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) membidik target laba bersih Rp 2 triliun di Tahun 2026. (Foto Ist)

Akbar melanjutkan, dari sisi operasional produsen baja ni menargetkan produksi baja yang dihasilkan pada tahun 2026 ini sebesar 1,2 juta ton.

Menurut dia, sebenarnya pabrik perseroan memiliki kapasitas produksi bisa mencapai 3 juta ton. Hanya saja dengan kondisi Timur Tengah yang memanas membuat bahan baku sulit didapat.

"Seharusnya 3 juta ton. Cuma kita harus introspeksi mengenai bahan baku. Bahan baku terus terang kita masih impor dan ada 300 ribu ton kami masih bermasalah di Selat Hormuz," ucapnya.

Akbar merasa optimis bisa mencapai target tersebut. Sebab, sebagai tulang punggung industri, baja masih dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur dalam negeri.

"Memang industri baja kita ini kalau selalu kita sampaikan menjadi mother of industry, tulang pungggung ekonomi, tulang punggung infrastruktur, seharusnya memang menjadi atensi yang luar biasa dari pemerintah dan seluruh publik. Karena tanpa kekuatan industri baja dalam negeri, tentu program-program pemerintah tentu akan menemui kendala baik dari sisi ketersediaannya, baik dari sisi daya saingnya, maupun pada sisi competitiveness di setiap negara," ucapnya.

Sebelumnya, Emiten pelat merah ini berhasil membukukan laba bersih sebesar 339,64 juta dolar AS atau setara Rp 5,68 triliun, ditopang oleh efisiensi operasional hingga restrukturisasi utang.

Kinerja positif tersebut bahkan disebut berlanjut hingga awal 2026. Pada kuartal I-2026, KRAS masih mampu mencetak laba sebesar 4,6 juta dolar AS, menandakan tren pemulihan yang terus terjaga.

Capaian ini tidak lepas dari strategi transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, optimalisasi operasional, termasuk berjalannya penuh fasilitas Hot Strip Mill 1 (HSM-1), turut menjadi pendorong utama peningkatan kinerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Ngotot Kejar Perusahaan Baja China Pengemplang Pajak

Purbaya Ngotot Kejar Perusahaan Baja China Pengemplang Pajak

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 15:00 WIB

Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Kolaborasi TJSL di Raja Ampat, Perkuat Kemandirian Masyarakat 3T

Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Kolaborasi TJSL di Raja Ampat, Perkuat Kemandirian Masyarakat 3T

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 19:46 WIB

BTN Tak Bagikan Dividen, Laba Bersih Ditahan untuk Perkuat Modal

BTN Tak Bagikan Dividen, Laba Bersih Ditahan untuk Perkuat Modal

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:24 WIB

Terkini

Izin Konsesi Dicabut Prabowo, Tobal Pulp PHK Hampir Semua Karyawan

Izin Konsesi Dicabut Prabowo, Tobal Pulp PHK Hampir Semua Karyawan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:57 WIB

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:39 WIB

Klaim Ekonomi Bagus, Purbaya: Sekarang Banyak Berita Jelek-jelekin Saya

Klaim Ekonomi Bagus, Purbaya: Sekarang Banyak Berita Jelek-jelekin Saya

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:23 WIB

Mengapa Rupiah Terus Anjlok?

Mengapa Rupiah Terus Anjlok?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:00 WIB

Trump Ngambek Soal Nuklir, Buntu Negosiasi AS-Iran Bikin Harga Minyak Jadi USD 107

Trump Ngambek Soal Nuklir, Buntu Negosiasi AS-Iran Bikin Harga Minyak Jadi USD 107

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 13:58 WIB

OJK: MSCI Akui Keberhasilan Reformasi Pasar Modal Indonesia

OJK: MSCI Akui Keberhasilan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 13:04 WIB

Mengubah Hutan Bambu Jadi Sumber Kehidupan, Langkah Nyata Green Action 2026

Mengubah Hutan Bambu Jadi Sumber Kehidupan, Langkah Nyata Green Action 2026

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 12:55 WIB

OJK Terima Dua Paket Calon Direksi BEI

OJK Terima Dua Paket Calon Direksi BEI

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 12:25 WIB

Di Balik Progres Percepatan Sekolah Rakyat: Dedikasi Tinggi dan Komitmen Tanpa Kompromi Para Pekerja

Di Balik Progres Percepatan Sekolah Rakyat: Dedikasi Tinggi dan Komitmen Tanpa Kompromi Para Pekerja

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 11:56 WIB

Kredit Komersial BRI Melesat 58,4 Persen, Meroket Jadi Rp61,4 Triliun

Kredit Komersial BRI Melesat 58,4 Persen, Meroket Jadi Rp61,4 Triliun

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 11:40 WIB