Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.091,386
LQ45 606,516
Srikehati 297,102
JII 361,308
USD/IDR 18.082

Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional

M Nurhadi

Rabu, 29 April 2026 | 09:44 WIB
Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
Ilustrasi mahasiswa (Freepik)
baca 10 detik
  • Kemdiktisaintek berencana menutup program studi yang dinilai usang untuk menyesuaikan lulusan dengan kebutuhan delapan sektor industri strategis nasional.
  • Sekjen Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco menegaskan perlunya perguruan tinggi beralih dari strategi berbasis popularitas menuju strategi pengembangan industri.
  • Evaluasi ini menyasar jurusan administratif, sosial teoretis, dan manufaktur konvensional guna menekan angka pengangguran terdidik di Indonesia.

Suara.com - Lanskap pendidikan tinggi di Indonesia bersiap menghadapi perombakan besar-besaran. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara tegas mewacanakan penutupan sejumlah program studi (prodi) di berbagai perguruan tinggi yang dinilai sudah usang dan tidak relevan.

Langkah radikal ini diambil demi menyesuaikan output lulusan dengan kebutuhan delapan sektor industri strategis nasional yang menjadi tulang punggung perekonomian masa depan.

Perubahan arah kebijakan ini mengharuskan kampus-kampus di Indonesia untuk segera melakukan evaluasi internal. Mahasiswa dan calon mahasiswa pun diimbau untuk lebih jeli membaca arah pasar tenaga kerja agar tidak terjebak pada jurusan yang berpotensi dihapus.

Selama bertahun-tahun, perguruan tinggi di Indonesia dianggap terjebak pada strategi mendirikan prodi hanya berdasarkan popularitas di kalangan calon mahasiswa, tanpa memikirkan serapan industri nyata.

Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026 yang disiarkan Senin (27/4/2026), mengkritik tajam fenomena tersebut.

"Saat ini perguruan tinggi yang ada di Indonesia sebagian besar itu mengunakan market-driven. Market-driven itu apa? Yang lagi laris apa, dibuka prodinya," kata Badri.

Pemerintah kini menuntut kampus beralih ke strategi market driving, yakni mencetak SDM unggul untuk membidani dan membesarkan industri-industri yang menjadi target prioritas negara, dengan harapan sektor tersebut mampu tumbuh di kisaran 12-15 persen.

Analisis dan Perkiraan Jurusan yang Berpotensi Ditutup

Berdasarkan fokus pada delapan industri strategis—yaitu kesehatan, ketahanan pangan, digitalisasi, hilirisasi, pertahanan, material maju dan manufaktur, energi, dan maritim—kemungkinan besar akan terjadi perampingan pada prodi yang bersifat terlalu umum, jenuh, atau keahliannya dapat digantikan oleh otomatisasi.

baca juga

Berikut adalah perkiraan kategori jurusan yang berpotensi ditutup, dilebur, atau dievaluasi ketat:

  • Administrasi Perkantoran Klasik dan Kesekretariatan: Dengan fokus nasional pada digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI), pekerjaan administratif rutin yang diajarkan pada prodi ini berisiko tinggi digantikan oleh perangkat lunak dan otomatisasi.
  • Beberapa Cabang Ilmu Sosial dan Humaniora Murni: Jurusan yang bersifat sangat teoretis tanpa integrasi dengan sains data atau pemecahan masalah industri mungkin akan dipangkas. Pemerintah akan lebih memprioritaskan program studi interdisipliner.
  • Manajemen Bisnis Konvensional: Jurusan manajemen yang sudah sangat jenuh (oversaturated) dan tidak memiliki spesialisasi teknologi, hilirisasi, atau maritim berpotensi dilebur. Kampus dituntut menawarkan manajemen yang spesifik, seperti Manajemen Rantai Pasok Energi atau Manajemen Manufaktur Maju.
  • Teknik Manufaktur Tradisional: Jurusan yang masih mempelajari mesin dan manufaktur konvensional tanpa menyentuh advanced materials (material maju), semikonduktor, atau robotika industri kemungkinan besar akan dipaksa untuk memperbarui kurikulum secara total atau ditutup.

Evaluasi menyeluruh terhadap relevansi prodi dengan arah pembangunan akan segera dieksekusi demi meminimalkan angka pengangguran terdidik.

"Mungkin ada beberapa yang harus kami eksekusi dalam waktu tidak terlalu lama terkait dengan prodi-prodi, perlu kita pilih, kita pilah, dan kalau perlu ditutup untuk bisa meningkatkan relevansi," tegas Badri.

Pemerintah mengharapkan sinergi penuh dari para rektor di seluruh Indonesia. Badri menekankan perlunya kebesaran hati pengelola kampus untuk mengambil keputusan pahit demi kebaikan jangka panjang.

"Nah tentu perlu ada kerelaan dari masing-masing rektor, untuk melakukan kajian itu, disesuaikan agar prodinya itu relevan gitu, ada kebijakan yang nantinya akan kita keluarkan misalnya program interdisipliner atau major minor," tambahnya.

Sebagai solusi, kampus didorong untuk membuka atau mengembangkan prodi-prodi baru yang beririsan langsung dengan pengembangan industri prioritas.

"Cara bagaimana? Program studinya yang disesuaikan. Program studinya yang perlu dikembangkan untuk prodi-prodi baru yang sesuai dengan delapan industri strategi tadi," ujar Badri.

Delapan Pilar Penggerak Perekonomian Masa Depan

Integrasi antara dunia akademik dan industri ini telah dirancang secara matang bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Fokus utamanya adalah penguasaan teknologi tinggi.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, sebelumnya telah memetakan dengan jelas batas-batas industri yang menjadi prioritas negara.

"Sektor penting yaitu 8 prioritas sektor strategis nasional, meliputi energi, pertahanan, digitalisasi--yaitu kecerdasan buatan dan semikonduktor, kemudian hilirisasi, dan industrialisasi, kesehatan, pangan, maritim, material dan manufaktu maju," jelas Fauzan.

Sektor-sektor ini tidak hanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga untuk menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok global, terutama melalui proyek hilirisasi dan digitalisasi.

"Sehingga terjadi integrasi antara sains dan teknologi dan industri, untuk perekonomian," pungkas Fauzan.

Desclaimer: Informasi yang tertuang dalam artikel ini merupakan hasil analisis redaksi berdasarkan pernyataan resmi Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek mengenai evaluasi relevansi program studi terhadap delapan sektor industri strategis nasional. Daftar jurusan yang disebutkan sebagai "berpotensi ditutup" merupakan bentuk prakiraan (prediksi) berdasarkan korelasi kurikulum tradisional dengan kebutuhan industri masa depan, dan bukan merupakan daftar resmi yang diterbitkan oleh pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bongkar Dampak Buruk Reklamasi di Pulau Serangan, DPR Minta Penghentian Sementara Seluruh Aktivitas!

Bongkar Dampak Buruk Reklamasi di Pulau Serangan, DPR Minta Penghentian Sementara Seluruh Aktivitas!

News | Senin, 27 April 2026 | 11:06 WIB

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

News | Minggu, 26 April 2026 | 14:25 WIB

UI Green Marathon 2026: Saleh Husin Siap Taklukkan 42 KM demi Masa Depan Mahasiswa

UI Green Marathon 2026: Saleh Husin Siap Taklukkan 42 KM demi Masa Depan Mahasiswa

Your Say | Sabtu, 25 April 2026 | 16:33 WIB

Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi

Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi

News | Senin, 20 April 2026 | 22:15 WIB

Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau

Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau

News | Senin, 20 April 2026 | 20:57 WIB

Sabrina Chairunnisa Kecewa Sanksi UI, Minta 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di-DO

Sabrina Chairunnisa Kecewa Sanksi UI, Minta 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di-DO

Entertainment | Senin, 20 April 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Dukung Danantara Indonesia, BRI Perkuat Transformasi dan Bisnis Produktif

Dukung Danantara Indonesia, BRI Perkuat Transformasi dan Bisnis Produktif

Malang | Kamis, 30 Juli 2026 | 09:10 WIB

Rekomendasi Tempat Ngopi di Jakarta Selatan, Coffee Tower Selection Hadir di Manhattan Hotel Jakarta

Rekomendasi Tempat Ngopi di Jakarta Selatan, Coffee Tower Selection Hadir di Manhattan Hotel Jakarta

Jakarta | Kamis, 30 Juli 2026 | 09:07 WIB

Era STY Cuma 3-0, Timnas Indonesia Bakal Menang Berapa Gol Lawan Timor Leste Era Herdman?

Era STY Cuma 3-0, Timnas Indonesia Bakal Menang Berapa Gol Lawan Timor Leste Era Herdman?

Bola | Kamis, 30 Juli 2026 | 09:06 WIB

Tak Risih Ada Kabinet Bayangan, Gibran: Demokrasi akan Semakin Matang

Tak Risih Ada Kabinet Bayangan, Gibran: Demokrasi akan Semakin Matang

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 09:05 WIB

Transformasi BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Dukung Program Prioritas Pemerintah

Transformasi BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Dukung Program Prioritas Pemerintah

Sumbar | Kamis, 30 Juli 2026 | 09:05 WIB

Jalur Tanker Alternatif Terbuka, Harga Minyak Dunia Mulai Melandai

Jalur Tanker Alternatif Terbuka, Harga Minyak Dunia Mulai Melandai

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:51 WIB

Diskon Tiket Kereta hingga Kapal Laris Manis, Serapan Stimulus Tembus 98%

Diskon Tiket Kereta hingga Kapal Laris Manis, Serapan Stimulus Tembus 98%

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:48 WIB

Duit Asing Keluar dari Indonesia Tembus Rp74 Triliun,OJK Nilai Masih Bagian Dinamika Pasar

Duit Asing Keluar dari Indonesia Tembus Rp74 Triliun,OJK Nilai Masih Bagian Dinamika Pasar

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:45 WIB

BAIC T1 Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp 373 Juta

BAIC T1 Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp 373 Juta

Otomotif | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:44 WIB

5 Sepatu Lari Wanita Paling Nyaman dan Empuk, Cocok untuk Jogging hingga Maraton

5 Sepatu Lari Wanita Paling Nyaman dan Empuk, Cocok untuk Jogging hingga Maraton

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:43 WIB

×