Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:50 WIB
Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok
ilustrasi indeks saham Wall Street yang pecah rekor. [Unsplash].
  • Bursa saham Wall Street mencatatkan rekor penutupan tertinggi pada perdagangan Selasa akibat kinerja laporan keuangan emiten yang solid.
  • Penurunan harga minyak mentah global sebesar hampir empat persen memberikan sentimen positif bagi pergerakan indeks utama pasar.
  • Sekitar 85 persen perusahaan dalam indeks S&P 500 berhasil melampaui ekspektasi laba analis pada laporan keuangan kuartal pertama.

Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa (Rabu pagi). Penguatan Wall Street didorong oleh turunnya harga minyak serta kinerja laporan keuangan emiten yang solid.

Menukil CNBC, Indeks utama Wall Street kompak mencatatkan rekor baru. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite naik 0,81 persem dan ditutup pada level tertinggi sepanjang masa di 7.259,22.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melonjak 1,03 persen ke posisi 25.326,13, juga mencetak rekor penutupan baru. Indeks tersebut bahkan sempat bertambah 356,35 poin atau 0,73 persen ke level 49.298,25.

Bursa saham Wall Street di New York, Amerika Serikat [Shutterstock]
Bursa saham Wall Street di New York, Amerika Serikat [Shutterstock]

Penguatan Wall Street terjadi di tengah penurunan tajam harga minyak global. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 3,9 oersen menjadi 102,27 dolar AS per barel. Sedangkan minyak mentah Brent melemah 3,99 persen ke posisi 109,87 dolar AS per barel.

Penurunan harga minyak ini memberikan sentimen positif bagi pasar saham, di tengah meredanya kekhawatiran terhadap ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran memang masih tergolong rapuh setelah adanya serangan baru di Selat Hormuz. Namun, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa situasi tetap terkendali.

Ia menyebut dua kapal komersial AS bersama kapal perusak berhasil melewati selat tersebut dengan aman, menandakan jalur pelayaran masih aman.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump juga menyatakan bahwa AS akan membantu memandu kapal-kapal yang terjebak untuk melintasi wilayah tersebut.

Dari sisi fundamental, pasar turut ditopang oleh kinerja positif emiten. Saham DuPont de Nemours melonjak sekitar 8 persen setelah mencatatkan laba dan pendapatan kuartal pertama di atas ekspektasi.

Hal serupa terjadi pada Anheuser-Busch InBev yang sahamnya di bursa AS naik lebih dari 8 oersen usai merilis hasil keuangan yang menggembirakan.

Namun, tidak semua saham bergerak positif. Palantir Technologies justru anjlok hampir 7 persen, meskipun perusahaan tersebut membukukan kinerja kuartal pertama yang melampaui ekspektasi dan mencatat pertumbuhan pendapatan tercepat sejak IPO pada 2020.

Secara keseluruhan, sekitar 85% perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan berhasil melampaui ekspektasi analis, berdasarkan data FactSet.

Kepala manajemen portofolio Horizon Investments, Zachary Hill, mengatakan kuatnya kinerja laba menjadi faktor utama pendorong reli pasar saat ini.

"Kami melihat pendapatan yang luar biasa, tidak hanya dari perusahaan teknologi besar, tetapi juga dari S&P 500 yang lebih luas hingga perusahaan kecil," ujarnya.

Ia menambahkan, optimisme pasar juga dipengaruhi keyakinan bahwa AS dan Iran sama-sama menginginkan solusi atas konflik yang terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konflik AS-Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Dunia Kini Berbalik Melemah

Konflik AS-Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Dunia Kini Berbalik Melemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:17 WIB

IHSG Dihantui Aksi Jual Asing Rp791 Miliar, Cek Saham yang Wajib Dicermati Hari Ini

IHSG Dihantui Aksi Jual Asing Rp791 Miliar, Cek Saham yang Wajib Dicermati Hari Ini

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:25 WIB

Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak

Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:50 WIB

Terkini

Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun

Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:50 WIB

BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru

BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:35 WIB

Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya

Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:27 WIB

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:18 WIB

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:09 WIB

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB