Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.351,139
LQ45 633,989
Srikehati 307,930
JII 383,125
USD/IDR 17.932

Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

M Nurhadi

Rabu, 06 Mei 2026 | 11:57 WIB
Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam
Ilustrasi pump jack di kilang di Kansas, USA [Unsplash/Jack W]
baca 10 detik
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz guna merespons potensi kesepakatan damai.
  • Harga minyak Brent dan WTI turun selama dua hari perdagangan berturut-turut pada 6 Mei 2026 akibat sentimen de-eskalasi konflik.
  • Penurunan harga minyak dunia tertahan oleh data cadangan Amerika Serikat yang merosot tajam selama tiga pekan terakhir.

Suara.com - Sentimen pasar komoditas energi global mengalami perubahan signifikan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengisyaratkan adanya peluang kesepakatan damai untuk mengakhiri ketegangan militer dengan Iran.

Kabar ini langsung memicu penurunan harga minyak mentah dunia selama dua hari berturut-turut pada perdagangan Rabu (6/5/2026), seiring dengan ekspektasi pelaku pasar bahwa pasokan minyak dari wilayah Timur Tengah yang sempat tertahan dapat segera kembali mengalir normal.

Koreksi Harga Brent dan WTI di Pasar Internasional

Berdasarkan data perdagangan pada Rabu pagi, kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent mengalami penurunan sebesar US$1,89 atau sekitar 1,7 persen ke level US$107,98 per barel.

Koreksi ini melanjutkan tren pelemahan setelah pada sesi perdagangan hari sebelumnya komoditas acuan global tersebut sempat anjlok hingga 4 persen.

Kondisi serupa juga membayangi minyak mentah pasaran Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI). Harga minyak WTI terpantau melemah US$1,83 atau sekitar 1,8 persen ke posisi US$100,44 per barel. Penurunan ini memperpanjang catatan koreksi WTI yang pada hari sebelumnya ditutup melemah 3,9 persen.

Walaupun mengalami penurunan, para pelaku pasar mencatat bahwa posisi harga kedua jenis minyak tersebut masih berada di atas level psikologis US$100 per barel akibat ketidakpastian riil yang masih membayangi pasar keuangan.

Penurunan harga komoditas cair ini dipicu oleh pernyataan mengejutkan dari Donald Trump pada Selasa waktu setempat.

Melalui akun media sosial pribadinya, Trump mengumumkan keputusan untuk menghentikan sementara waktu operasi militer pengawalan kapal komersial yang dinamakan "Project Freedom" di kawasan Selat Hormuz.

baca juga

Langkah ini diambil menyusul adanya klaim kemajuan positif dalam penyusunan draf kesepakatan komprehensif dengan pihak Teheran.

"Kami telah sepakat bersama bahwa, meskipun Blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, Proyek Kebebasan ... akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat guna melihat apakah Perjanjian tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani atau tidak," tulis Trump dalam unggahannya.

Meskipun operasi pengawalan kapal ditundaskan sementara untuk memberikan ruang bagi diplomasi, Trump menegaskan bahwa blokade militer oleh Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran akan tetap diberlakukan secara penuh.

Pengumuman sepihak dari Gedung Putih ini dirilis hanya beberapa jam setelah Sekretaris Negara AS, Marco Rubio, memberikan pengarahan kepada media mengenai strategi pengawalan kapal-kapal tanker yang sempat terjebak di selat strategis tersebut.

Donald Trump [The White House]
Donald Trump [The White House]

Sebelumnya pada hari Senin, militer AS melaporkan telah menghancurkan beberapa kapal kecil, rudal jelajah, dan drone milik Iran saat mengawal dua kapal komersial keluar dari kawasan Teluk. Hingga saat ini, pihak otoritas di Teheran belum memberikan respons resmi terkait klaim kemajuan kesepakatan damai tersebut.

Penutupan dan hambatan logistik di Selat Hormuz sebelumnya telah memaksa harga minyak Brent melonjak tajam pekan lalu hingga menyentuh level tertinggi sejak Maret 2022. Selat ini merupakan jalur logistik paling krusial bagi distribusi minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara produsen di Teluk Persia menuju pasar internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:05 WIB

Ditolak Masuk Kanada, Iran Ancam Boikot Piala Dunia 2026 Jika FIFA Tak Beri Garansi Keamanan

Ditolak Masuk Kanada, Iran Ancam Boikot Piala Dunia 2026 Jika FIFA Tak Beri Garansi Keamanan

Bola | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:19 WIB

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:00 WIB

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:29 WIB

Sawit Melimpah, Minyak Mahal: Ada Apa dengan Logika Kita?

Sawit Melimpah, Minyak Mahal: Ada Apa dengan Logika Kita?

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:17 WIB

Terkini

Kasus Yurizal dan Pelajaran Besar tentang Empati Tenaga Kesehatan di Era Media Sosial

Kasus Yurizal dan Pelajaran Besar tentang Empati Tenaga Kesehatan di Era Media Sosial

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:22 WIB

3 Mantan Pejabat Ditjen Bea Cukai Dicecar Soal Dugaan Suap Impor Barang

3 Mantan Pejabat Ditjen Bea Cukai Dicecar Soal Dugaan Suap Impor Barang

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:22 WIB

Ada Lex Specialist Dalam RUU PA: Penyitaan Aset Sebelum Persidangan Pokok Perlu Diuji

Ada Lex Specialist Dalam RUU PA: Penyitaan Aset Sebelum Persidangan Pokok Perlu Diuji

DPR | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:16 WIB

Raih 106 Juta Views, I Will Find You Masuk Top 10 Serial Populer di Netflix

Raih 106 Juta Views, I Will Find You Masuk Top 10 Serial Populer di Netflix

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Polda Jateng Tangkap Mahasiswa Penyebar Konten Pornografi Berbasis Deepfake

Polda Jateng Tangkap Mahasiswa Penyebar Konten Pornografi Berbasis Deepfake

Jawa Tengah | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:14 WIB

Nasdem Tolak Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ingatkan Risiko Konsentrasi Kekuasaan

Nasdem Tolak Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ingatkan Risiko Konsentrasi Kekuasaan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:12 WIB

Pemerintah Kebut MBG di Daerah 3T, Target Papua hingga Maluku Tuntas Pekan Ini

Pemerintah Kebut MBG di Daerah 3T, Target Papua hingga Maluku Tuntas Pekan Ini

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:10 WIB

4 Awak Terluka dalam Serangan Terhadap Kapal di Laut Hitam

4 Awak Terluka dalam Serangan Terhadap Kapal di Laut Hitam

Video | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Wapres AS: Ada Orang Iran yang Radikal Ingin Perang Berlanjut

Wapres AS: Ada Orang Iran yang Radikal Ingin Perang Berlanjut

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:08 WIB

Raja Juli Antoni dari Partai Apa? Ini Rekam Jejaknya di Politik

Raja Juli Antoni dari Partai Apa? Ini Rekam Jejaknya di Politik

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:08 WIB

×