Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?

Nur Khotimah

Kamis, 07 Mei 2026 | 07:24 WIB
Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?
Ilustrasi LPG 3 kilogram. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pemerintah mengembangkan CNG sebagai alternatif LPG karena bahan bakunya lebih melimpah di dalam negeri.
  • Publik menyoroti perbedaan CNG dan LPG, terutama soal harga dan penggunaan rumah tangga.
  • Keduanya memiliki perbedaan dalam penyimpanan, distribusi, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Suara.com - Pemerintah saat ini mulai mengembangkan CNG (Compressed Natural Gas) sebagai alternatif pengganti LPG (Liquefied Petroleum Gas).

Langkah ini dilakukan karena bahan baku CNG dinilai lebih melimpah di dalam negeri sehingga tidak bergantung pada impor.

Wacana penggunaan CNG pun langsung menarik perhatian publik. Banyak masyarakat mulai mencari tahu apa perbedaan CNG dan LPG yang selama ini digunakan sehari-hari.

Selain soal bahan baku, harga juga menjadi salah satu hal yang paling disorot.

Lalu, apa sebenarnya beda CNG dan LPG, serta benarkah harganya lebih murah dari gas melon 3 KG? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Perbedaan CNG dan LPG

apa itu cng pengganti lpg (dibuat menggunakan AI)
apa itu cng pengganti lpg (dibuat menggunakan AI)

CNG dan LPG sama-sama digunakan sebagai bahan bakar gas untuk kebutuhan rumah tangga maupun kendaraan.

Meski terlihat mirip, keduanya memiliki perbedaan dari segi bahan baku, bentuk, hingga cara penyimpanan dan penggunaannya.

Merangkum laman resmi Perusahaan Gas Negara (PGN) serta beragam sumber lain, berikut penjelasan tentang perbedaan CNG dan LPG:

1. Bahan baku berbeda

baca juga

CNG sebagian besar terdiri dari gas metana. Sementara LPG umumnya tersusun dari propana dan butana.

2. Bentuk gas saat disimpan

CNG disimpan dalam bentuk gas bertekanan tinggi di dalam tabung khusus. Sedangkan LPG disimpan dalam bentuk cair agar lebih mudah didistribusikan dan digunakan.

3. Tekanan penyimpanan

CNG membutuhkan tekanan sangat tinggi untuk penyimpanan karena tetap berbentuk gas. LPG membutuhkan tekanan lebih rendah karena lebih mudah dicairkan.

4. Dampak terhadap lingkungan

CNG dinilai lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi yang lebih rendah dibanding LPG. Gas ini juga dianggap lebih bersih karena kandungan utamanya berupa metana.

5. Nilai kalor dan energi

LPG memiliki nilai kalor lebih tinggi sehingga panas yang dihasilkan cenderung lebih besar. Sementara CNG dikenal lebih hemat dan efisien dalam jangka panjang untuk beberapa penggunaan tertentu.

6. Kebutuhan ruang penyimpanan

Tabung CNG biasanya membutuhkan ukuran lebih besar karena gas disimpan dalam bentuk terkompresi. LPG lebih praktis karena dalam bentuk cair sehingga penyimpanannya lebih ringkas.

Benarkah CNG Lebih Murah dari LPG? Ini Kata Menteri ESDM

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjamin harga CNG akan setara LPG 3 kg. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjamin harga CNG akan setara LPG 3 kg. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].

Digadang-gadang sebagai pengganti LPG, CNG diklaim memiliki harga yang lebih murah dibanding LPG yang selama ini digunakan masyarakat. Benarkah?

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan harga CNG berpotensi lebih murah dibanding LPG karena bahan bakunya melimpah di dalam negeri.

Berbeda dengan LPG yang sebagian besar masih bergantung pada impor, CNG berasal dari gas domestik sehingga biaya transportasi dan distribusinya lebih rendah.

"Doakan seperti itu ya (lebih murah dari LPG). Minimal sama (harganya)," tutur Bahlil ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta pada Rabu, 6 Mei 2026.

Selain itu, pemerintah menilai penggunaan CNG dapat membantu mengurangi beban subsidi energi negara.

Pengembangan CNG juga disebut berpotensi menghemat devisa negara hingga ratusan triliun rupiah karena impor LPG bisa ditekan.

Meski begitu, penggunaan CNG sebagai pengganti LPG masih dalam tahap pengembangan dan uji coba.

Pemerintah saat ini masih mengkaji skema subsidi, bentuk tabung, hingga teknologi yang akan digunakan agar tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat.

Di media sosial, wacana penggantian LPG ke CNG juga memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tekan Impor LPG, PGN Gagas Siap Garap CNG

Tekan Impor LPG, PGN Gagas Siap Garap CNG

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:38 WIB

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:58 WIB

Hilirisasi Digeber, RI Bidik Pangkas Impor BBM dan LPG hingga Rp1,25 Miliar per Tahun

Hilirisasi Digeber, RI Bidik Pangkas Impor BBM dan LPG hingga Rp1,25 Miliar per Tahun

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:41 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:07 WIB

×