Tekan Impor LPG, PGN Gagas Siap Garap CNG

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 30 April 2026 | 16:38 WIB
Tekan Impor LPG, PGN Gagas Siap Garap CNG
Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menegaskan bahwa pengembangan CNG merupakan solusi konkret. Foto ist
baca 10 detik
  • PGN Gagas dukung CNG jadi alternatif energi demi kurangi ketergantungan impor LPG nasional.
  • Operasikan 14 SPBG dan layani 600+ industri, PGN Gagas punya modal kuat kembangkan CNG.
  • Kolaborasi dengan ESDM fokus pada optimalisasi gas domestik untuk kemandirian energi.

Suara.com - PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), menyatakan kesiapan penuh mendukung langkah pemerintah dalam mengembangkan Compressed Natural Gas (CNG). Langkah ini diproyeksikan sebagai strategi jitu untuk menekan ketergantungan nasional terhadap impor Liquified Petroleum Gas (LPG).

Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menegaskan bahwa pengembangan CNG merupakan solusi konkret untuk memperluas pilihan energi masyarakat yang sejalan dengan peta jalan energi pemerintah.

"Masyarakat maupun pelaku usaha membutuhkan akses terhadap beragam sumber energi yang andal, terjangkau, dan berbasis sumber daya dalam negeri. CNG merupakan salah satu opsi energi yang telah tersedia dan dapat terus dikembangkan secara bertahap,” ujar Santiaji dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026).

Menyambut wacana pemerintah tersebut, PGN Gagas tidak berangkat dari nol. Perusahaan telah membangun fondasi infrastruktur yang kokoh selama lebih dari sepuluh tahun. Saat ini, PGN Gagas telah mengoperasikan 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di tujuh provinsi.

Layanan gas untuk kendaraan yang dikenal dengan brand 'Gasku' tersebut tercatat melayani rata-rata pengisian sekitar 2.200 kendaraan setiap harinya.

Tak hanya di sektor transportasi, penetrasi gas bumi non-pipa melalui layanan 'Gaslink' juga menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, Gaslink telah melayani lebih dari 600 pelanggan di segmen industri, komersial, hingga UMKM, dengan total penyaluran mencapai 4.067.002 MMBTU.

Santiaji menambahkan, kekuatan utama CNG terletak pada integrasi pasokan gas bumi dengan jaringan infrastruktur PGN. Hal ini memastikan pemanfaatan sumber daya domestik dilakukan secara optimal tanpa harus bergantung pada fluktuasi harga energi global.

Meski demikian, ia menekankan bahwa pengembangan ini akan terus diselaraskan dengan aspek keekonomian, kesiapan infrastruktur tambahan, serta kebutuhan pasar di lapangan.

“Kami siap berkolaborasi dengan Kementerian ESDM dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengkaji aspek teknis, distribusi, hingga edukasi ke masyarakat. Kami siap berkontribusi optimal sebagai mitra pemerintah demi mewujudkan kemandirian energi nasional,” pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:58 WIB

Hilirisasi Digeber, RI Bidik Pangkas Impor BBM dan LPG hingga Rp1,25 Miliar per Tahun

Hilirisasi Digeber, RI Bidik Pangkas Impor BBM dan LPG hingga Rp1,25 Miliar per Tahun

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:41 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:16 WIB

Terkini

Anggaran KKP 2027 Rp16,65 T Disorot, DPR Tekankan Pengawasan

Anggaran KKP 2027 Rp16,65 T Disorot, DPR Tekankan Pengawasan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:55 WIB

Dipantau Aja, Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp2.598.000/Gram

Dipantau Aja, Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp2.598.000/Gram

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:54 WIB

Kuota Produksi Vale Dipangkas, Bahlil: Mereka Buat Laporan Sembarangan!

Kuota Produksi Vale Dipangkas, Bahlil: Mereka Buat Laporan Sembarangan!

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:49 WIB

7 Perusahaan Lagi Antre IPO Tahun Ini

7 Perusahaan Lagi Antre IPO Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:42 WIB

Hilirisasi Agro Berpotensi Tambah PDB hingga 10 Kali Lipat, Ini Strateginya

Hilirisasi Agro Berpotensi Tambah PDB hingga 10 Kali Lipat, Ini Strateginya

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:39 WIB

7 Cara Memakai Air Mawar sebagai Setting Spray agar Makeup Tidak Crack

7 Cara Memakai Air Mawar sebagai Setting Spray agar Makeup Tidak Crack

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 08:36 WIB

Jenius Catat Transaksi Valas hingga Nabung Jadi Andalan Pengguna

Jenius Catat Transaksi Valas hingga Nabung Jadi Andalan Pengguna

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:35 WIB

Jateng Rawan Bencana, Wakil Ketua DPRD Usulkan Pelajaran Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah dari PAUD

Jateng Rawan Bencana, Wakil Ketua DPRD Usulkan Pelajaran Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah dari PAUD

Jawa Tengah | Kamis, 17 September 2026 | 08:22 WIB

Ada Menkeu Baru, Rencana Dividen BUMN Rp120 Triliun ke APBN Dinego Lagi

Ada Menkeu Baru, Rencana Dividen BUMN Rp120 Triliun ke APBN Dinego Lagi

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:21 WIB

10 Hal yang Sebaiknya Tidak Disampaikan lewat Telepon

10 Hal yang Sebaiknya Tidak Disampaikan lewat Telepon

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 08:20 WIB

×