Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Harga Minyak Naik Tipis, Investor Ragukan Kesepakatan AS-Iran Tercapai

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Kamis, 07 Mei 2026 | 10:59 WIB
Harga Minyak Naik Tipis, Investor Ragukan Kesepakatan AS-Iran Tercapai
Kondisi geopolitik di Iran dan Amerika Serikat. (Gemini AI)
  • Harga minyak dunia meningkat sekitar 1 dolar AS pada 7 Mei 2026 akibat keraguan pasar terhadap kesepakatan damai Timur Tengah.
  • Kenaikan harga terjadi setelah Presiden Amerika Serikat menyatakan pembicaraan langsung dengan Iran masih terlalu dini untuk segera dilakukan.
  • Pasokan minyak diperkirakan tetap mengetat karena stok bahan bakar Amerika Serikat terus menyusut guna memenuhi permintaan musim panas.

Suara.com - Harga minyak dunia merangkak naik sekitar 1 dolar AS pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026. Kenaikan harga terjadi saat investor mulai meragukan prospek keberhasilan kesepakatan damai di Timur Tengah.

Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah jenis Brent naik 88 sen atau 0,9 persen  menjadi 102,15 dolar AS per barel pada pukul 00:32 GMT (7.32 WIB). 

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,12 dolar AS atau 1,2 persen ke level 96,20 dolar AS per barel.

Sebelumnya, kedua patokan harga minyak tersebut sempat anjlok lebih dari 7 persen pada hari Rabu, hingga menyentuh level terendah dalam dua minggu akibat optimisme berakhirnya perang di Timur Tengah. 

Namun, harga kembali terkoreksi naik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan langsung dengan Teheran masih "terlalu dini". 

Selain itu, pejabat senior Iran juga menilai proposal AS tersebut lebih condong sebagai daftar keinginan belaka daripada sebuah realitas.

Hiroyuki Kikukawa, Kepala Strategi Nissan Securities Investment, menilai bahwa meski negosiasi perdamaian diperkirakan terus berlanjut setidaknya hingga pertemuan puncak antara AS dan China pekan depan, prospek setelahnya masih belum menemui titik terang. 

"Skenario utamanya adalah harga minyak akan tetap tinggi," kata Kikukawa.

Ilustrasi gencatan senjata antara AS dan Iran. (Dok. Suara.com)
Ilustrasi gencatan senjata antara AS dan Iran. (Dok. Suara.com)

Pada Rabu, Iran mereka tengah meninjau proposal perdamaian dari Amerika Serikat. 

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa proposal tersebut secara formal akan mengakhiri perang, namun belum menyelesaikan tuntutan utama AS terkait penangguhan program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, sebagaimana dikutip oleh kantor berita ISNA, menyampaikan bahwa Teheran akan segera memberikan tanggapan resmi. Sementara itu, Presiden Trump menyatakan keyakinannya bahwa Iran menginginkan adanya kesepakatan.

Sumber mediasi dari Pakistan serta pihak yang memahami jalannya perundingan menyebutkan bahwa kesepakatan berupa memorandum satu halaman untuk mengakhiri konflik secara formal sudah hampir rampung.

Media AS, Axios, melaporkan bahwa Amerika Serikat menunggu jawaban Iran atas sejumlah poin kunci dalam 48 jam ke depan. Pencapaian ini disebut sebagai titik terdekat menuju perdamaian sejak perang pecah.

Namun, meski kesepakatan damai tercapai, pasokan minyak diperkirakan akan semakin mengetat dalam beberapa minggu mendatang. 

Hal ini disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan untuk memulai kembali pengiriman minyak dari Teluk Timur Tengah hingga sampai ke kilang-kilang di seluruh dunia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun

Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:50 WIB

Konflik AS-Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Dunia Kini Berbalik Melemah

Konflik AS-Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Dunia Kini Berbalik Melemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:17 WIB

IHSG Dihantui Aksi Jual Asing Rp791 Miliar, Cek Saham yang Wajib Dicermati Hari Ini

IHSG Dihantui Aksi Jual Asing Rp791 Miliar, Cek Saham yang Wajib Dicermati Hari Ini

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:25 WIB

Harga Minyak Melonjak 6 Persen Usai Iran Serang UEA, Selat Hormuz Makin Panas!

Harga Minyak Melonjak 6 Persen Usai Iran Serang UEA, Selat Hormuz Makin Panas!

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:54 WIB

Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak

Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:50 WIB

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 21:41 WIB

Terkini

Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik

Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:58 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:22 WIB

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:14 WIB

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:02 WIB

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:55 WIB

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:08 WIB

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:02 WIB

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:01 WIB

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:52 WIB