Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 07 Mei 2026 | 07:45 WIB
Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai
Bursa Saham Wall Street New York AS melonjak tinggi
  • Bursa saham Wall Street mencatat rekor tertinggi pada Rabu setelah muncul laporan potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
  • Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan karena pelaku pasar merespons positif meredanya konflik geopolitik di Selat Hormuz tersebut.
  • Sektor saham teknologi, khususnya produsen chip seperti AMD, menjadi pendorong utama penguatan indeks di tengah laporan keuangan yang solid.

Suara.com - Bursa Saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat tajam pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis Pagi waktu Indonesia).

Penguatan Wall Street ini, setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang selama ini memicu ketegangan geopolitik global.

Mengutip CNBC, Kamis (7/5/2026), indeks S&P 500 melonjak 1,46 persen ke level 7.365,12. Sementara itu, Nasdaq Composite melesat 2,02 persen dan ditutup di posisi 25.838,94. Kedua indeks tersebut mencetak rekor tertinggi baru.

Sedangkan Dow Jones Industrial Average ikut menguat 612,34 poin atau 1,24 persen menjadi 49.910,59.

Sentimen positif pasar dipicu laporan Axios yang menyebut AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan damai. Mengutip sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, kesepakatan itu disebut akan mencakup moratorium pengayaan nuklir Iran.

ilustrasi indeks saham Wall Street yang langsung ngegas setelah ada harapan perang berakhir. [Unsplash].
ilustrasi indeks saham Wall Street kembali melonjak setelah Perang AS-Iran akan berakhir. [Unsplash].

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran juga mengatakan kepada CNBC bahwa pemerintah Iran tengah mengevaluasi proposal dari AS terkait penyelesaian konflik.

Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal bahwa kesepakatan belum sepenuhnya pasti. Dalam pernyataannya pada Rabu, Trump menyebut peluang tercapainya perjanjian masih sebatas mungkin, sebuah asumsi besar.

Pernyataan itu membuat penguatan pasar sempat berkurang dari posisi tertingginya.

"Jika mereka tidak setuju, pemboman akan dimulai, dan sayangnya, akan terjadi pada tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi daripada sebelumnya," tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya.

Trump sebelumnya juga mengungkapkan bahwa dirinya menunda “Proyek Kebebasan”, yakni rencana AS untuk memandu kapal keluar dari Selat Hormuz.

Menurut Trump, keputusan itu diambil karena adanya kemajuan besar menuju kesepakatan lengkap dan final dengan perwakilan Iran.

Di sisi lain, harga minyak dunia anjlok tajam karena pelaku pasar mulai mengurangi eksposur terhadap aset energi dengan harapan konflik segera berakhir.

Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 7,03 persen dan menetap di level 95,08 dolar AS per barel. Sementara Brent melemah 7,83 persen ke posisi 101,27 dolar AS per barel.

Direktur Investasi US Bank Asset Management Group Bill Northey mengatakan meredanya konflik dapat membuka kembali jalur perdagangan penting dunia di Selat Hormuz.

"Jika kita benar-benar mencapai titik di mana permusuhan mulai melambat atau bahkan berhenti sepenuhnya, dan kita melihat pembukaan kembali Selat Hormuz, ini akan memungkinkan beberapa wilayah yang paling sensitif secara ekonomi dan paling terdampak seperti Asia Tenggara dan Eropa menghindari tekanan ekonomi mereka," ujar Northey.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19 WIB

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:22 WIB

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:04 WIB

Terkini

Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?

Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:24 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat

Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:24 WIB

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB