Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:46 WIB
Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan
Ilustrasi. Emiten teknologi PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kembali melakukan langkah drastis dalam upaya efisiensi. Perusahaan pionir e-commerce ini memangkas jumlah sumber daya manusia (SDM) secara signifikan. Foto ist.
  • Bukalapak PHK 594 karyawan demi efisiensi dan fokus pada 4 segmen bisnis inti.
  • Resmi tinggalkan marketplace fisik, BUKA tak lagi pakai indikator GMV dan GTV.
  • Fokus pada laba, Bukalapak kini andalkan Mitra Bukalapak, Gaming, dan Investasi.

Suara.com - Emiten teknologi PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kembali melakukan langkah drastis dalam upaya efisiensi. Perusahaan pionir e-commerce ini memangkas jumlah sumber daya manusia (SDM) secara signifikan, seiring dengan perubahan haluan bisnis yang kini lebih fokus pada segmen mikro dan digital.

Berdasarkan data terbaru, jumlah karyawan Bukalapak menyusut tajam dari 1.018 orang pada akhir 2024, kini hanya menyisakan 424 orang per Desember 2025. Artinya, sebanyak 594 karyawan harus terkena dampak dari kebijakan perampingan ini.

Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Cut Fika Lutfi, mengungkapkan bahwa keputusan pahit ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang. Perseroan memilih untuk menghentikan sejumlah lini usaha dan menutup entitas anak yang dinilai kurang produktif sejak kuartal IV-2024.

“Langkah ini diambil untuk memastikan fokus Perseroan pada segmen usaha yang memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Cut Fika dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (7/5/2026).

Kini, Bukalapak memilih "pulang kampung" ke akar bisnisnya dengan memusatkan kekuatan pada empat segmen utama: Mitra Bukalapak (jualan pulsa dan produk digital), Gaming, Investment, dan Retail.

Tak hanya pangkas karyawan, Bukalapak juga merombak total paradigma pelaporan kinerjanya. Identitas platform e-commerce konvensional seperti Total Processing Value (TPV), Gross Merchandise Value (GMV), dan Gross Transaction Value (GTV) resmi ditinggalkan.

“Indikator-indikator tersebut dianggap tidak lagi relevan mencerminkan kondisi riil perusahaan setelah operasional marketplace produk fisik resmi dihentikan,” tegas Cut Fika.

Manajemen kini lebih menitikberatkan pada kualitas pendapatan dan profitabilitas di setiap segmen. Meski melakukan perampingan besar-besaran, BUKA mengklaim performa pendapatan masih tumbuh rata-rata tahunan (CAGR) sebesar 22% selama tiga tahun terakhir.

Terkait prospek ke depan, emiten di Papan Ekonomi Baru ini menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi spesifik dalam 12 bulan mendatang. Selain itu, manajemen mengonfirmasi bahwa sengketa hukum dengan PT Harmas Jalesveva telah tuntas sepenuhnya sejak Oktober 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK

Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:32 WIB

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:30 WIB

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:15 WIB

Terkini

Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur

Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:09 WIB

Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat

Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:02 WIB

Aliansi Strategis Pertamina Dorong Teknologi dan Efisiensi Operasi Hulu Migas

Aliansi Strategis Pertamina Dorong Teknologi dan Efisiensi Operasi Hulu Migas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:37 WIB

Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK

Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:32 WIB

Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK

Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:10 WIB

Penjualan Tanah Komersial CBDK Naik 492 Persen

Penjualan Tanah Komersial CBDK Naik 492 Persen

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:09 WIB

Ini 5 Investasi Aman yang Cocok untuk Pemula, Modal Mulai Rp10 Ribuan Saja!

Ini 5 Investasi Aman yang Cocok untuk Pemula, Modal Mulai Rp10 Ribuan Saja!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:05 WIB

Dony Oskaria Minta ke Purbaya Bebas Pajak untuk Merger BUMN

Dony Oskaria Minta ke Purbaya Bebas Pajak untuk Merger BUMN

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:31 WIB

Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya

Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:20 WIB

Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg

Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:15 WIB