Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:46 WIB
Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan
Ilustrasi. Emiten teknologi PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kembali melakukan langkah drastis dalam upaya efisiensi. Perusahaan pionir e-commerce ini memangkas jumlah sumber daya manusia (SDM) secara signifikan. Foto ist.
baca 10 detik
  • Bukalapak PHK 594 karyawan demi efisiensi dan fokus pada 4 segmen bisnis inti.
  • Resmi tinggalkan marketplace fisik, BUKA tak lagi pakai indikator GMV dan GTV.
  • Fokus pada laba, Bukalapak kini andalkan Mitra Bukalapak, Gaming, dan Investasi.

Suara.com - Emiten teknologi PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kembali melakukan langkah drastis dalam upaya efisiensi. Perusahaan pionir e-commerce ini memangkas jumlah sumber daya manusia (SDM) secara signifikan, seiring dengan perubahan haluan bisnis yang kini lebih fokus pada segmen mikro dan digital.

Berdasarkan data terbaru, jumlah karyawan Bukalapak menyusut tajam dari 1.018 orang pada akhir 2024, kini hanya menyisakan 424 orang per Desember 2025. Artinya, sebanyak 594 karyawan harus terkena dampak dari kebijakan perampingan ini.

Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Cut Fika Lutfi, mengungkapkan bahwa keputusan pahit ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang. Perseroan memilih untuk menghentikan sejumlah lini usaha dan menutup entitas anak yang dinilai kurang produktif sejak kuartal IV-2024.

“Langkah ini diambil untuk memastikan fokus Perseroan pada segmen usaha yang memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Cut Fika dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (7/5/2026).

Kini, Bukalapak memilih "pulang kampung" ke akar bisnisnya dengan memusatkan kekuatan pada empat segmen utama: Mitra Bukalapak (jualan pulsa dan produk digital), Gaming, Investment, dan Retail.

Tak hanya pangkas karyawan, Bukalapak juga merombak total paradigma pelaporan kinerjanya. Identitas platform e-commerce konvensional seperti Total Processing Value (TPV), Gross Merchandise Value (GMV), dan Gross Transaction Value (GTV) resmi ditinggalkan.

“Indikator-indikator tersebut dianggap tidak lagi relevan mencerminkan kondisi riil perusahaan setelah operasional marketplace produk fisik resmi dihentikan,” tegas Cut Fika.

Manajemen kini lebih menitikberatkan pada kualitas pendapatan dan profitabilitas di setiap segmen. Meski melakukan perampingan besar-besaran, BUKA mengklaim performa pendapatan masih tumbuh rata-rata tahunan (CAGR) sebesar 22% selama tiga tahun terakhir.

Terkait prospek ke depan, emiten di Papan Ekonomi Baru ini menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi spesifik dalam 12 bulan mendatang. Selain itu, manajemen mengonfirmasi bahwa sengketa hukum dengan PT Harmas Jalesveva telah tuntas sepenuhnya sejak Oktober 2025.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK

Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:32 WIB

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:30 WIB

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:15 WIB

Terkini

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 21:08 WIB

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 20:55 WIB

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:54 WIB

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:45 WIB

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 20:43 WIB

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Entertainment | Kamis, 05 November 2026 | 20:40 WIB

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:35 WIB

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:32 WIB

×