Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 07 Mei 2026 | 17:18 WIB
Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain
Pemerintah didesak segera menerapkan kebijakan bea masuk anti-dumping untuk mencegah nasib PT Krakatau Osaka Steel juga menimpa lebih banyak perusahaan baja di masa depan. [Antara]
baca 10 detik
  • PT Krakatau Osaka Steel resmi menutup operasional dan melakukan PHK terhadap 200 pekerja pada Juni mendatang di Indonesia.
  • Banjir impor baja murah asal China menyebabkan krisis struktural yang mengancam keberlangsungan industri baja nasional serta produktivitas domestik.
  • Pemerintah didesak segera menerapkan kebijakan bea masuk anti-dumping untuk mencegah penutupan lebih banyak perusahaan baja di masa depan.

Suara.com - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara memperingatkan jika pemerintah masih terus membiarkan impor baja murah dari China, maka akan lebih banyak lagi produsen baja Indonesia yang tutup disusul dengan badai PHK yang lebih hebat.

Peringatan itu disampaikan Bhima setelah PT Krakatau Osaka Steel (KOS) memutuskan untuk menutup operasinya di Indonesia pada Juni mendatang sekaligus melakukan PHK kepada 200 pekerja.

Penutupan KOS, kata Bhima, harus dibaca sebagai alarm besar bahwa industri baja nasional sedang menghadapi ancaman deindustrialisasi jika pemerintah tidak segera memperkuat perlindungan perdagangan.

“Kalau tidak ya tinggal tunggu giliran perusahaan baja apa lagi yang akan tutup,” kata Bhima kepada Suara.com, Kamis (7/5/2026).

Ekonom Celios, Bhima Yudhistira menduga ada rekayasa data pertumbuhan ekonomi nasional yang dikeluarkan BPS baru-baru ini. [Dok. pribadi]
Ekonom Celios, Bhima Yudhistira mengatakan banjir impor baja China menyebabkan krisis struktural yang mengancam keberlangsungan industri baja nasional serta produktivitas domestik.. [Dok. pribadi]

Ia menjelaskan penutupan PT KOS menjadi bukti nyata tekanan berat yang kini dihadapi industri baja nasional akibat banjir impor baja murah, terutama dari China yang menghasilkan persaingan tidak seimbang bagi produsen baja domestik.

Menurut Bhima, KOS kini menjadi korban terbaru setelah sebelumnya pabrik Metal Steel Group milik Ispat Indo di Surabaya juga tutup pada Oktober 2025.

“Sebetulnya ini sangat disayangkan ya di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang sedang mengalami penurunan trend akibat perang terutama di sektor baja. Krakatau Osaka Steel (KOS) ini sebetulnya korban kedua, sebelumnya di Oktober 2025 pabrik Metal Steel Group milik Ispat Indo yang beroperasi di Surabaya juga tutup,” kata Bhima.

Ia menilai rangkaian penutupan tersebut menunjukkan industri baja nasional sedang menghadapi tekanan struktural serius akibat derasnya impor baja murah asal China.

“Jadi sebenarnya ini krisis struktural industri baja domestik akibat banjir impor baja murah asal China,” ujarnya.

baca juga

Bhima menjelaskan, produsen baja nasional kini harus bersaing dengan produk China yang masuk dengan harga jauh lebih murah, sementara kapasitas produksi China sangat besar dan sulit ditandingi.

“Produksi baja China dalam setahun itu sekitar 1 miliar ton. Bayangkan 2 persen saja di ekspor ke Indonesia, jumlahnya sudah melampaui kapasitas produksi Indonesia,” katanya.

Dengan skala sebesar itu, menurut Bhima, sedikit saja limpahan ekspor China ke Indonesia sudah cukup menekan pasar domestik dan mempersempit ruang bagi produsen lokal seperti KOS.

“Nah, ini kan persaingan yang tidak fair mengingat harga baja China yang lebih murah,” ujarnya.

Tekanan tersebut dinilai berdampak langsung pada utilisasi industri baja nasional yang saat ini hanya sekitar 52 persen, jauh di bawah tingkat ideal sekitar 80 persen untuk menjaga efisiensi dan keberlanjutan bisnis.

Ia menyoroti temuan Komite Anti-Dumping Indonesia (KADI) terkait dugaan dumping baja China dengan selisih harga 5,9 persen hingga 55,6 persen lebih murah sebagai dasar kuat bagi pemerintah untuk bertindak lebih cepat.

“Temuan KADI soal bukti dumping baja China dengan kisaran harga 5,9 - 55,6% lebih murah, seharusnya sudah sangat cukup menjadi trigger untuk segera melakukan reformasi regulasi agar bea masuk anti-dumping dapat cepat dikenakan,” kata Bhima.

Menurut dia, tanpa percepatan kebijakan anti-dumping dari hulu ke hilir, penutupan seperti yang dialami Krakatau Osaka Steel bisa berulang di perusahaan lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin

PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:02 WIB

Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK

Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:32 WIB

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:31 WIB

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:45 WIB

Mengapa Purbaya Lembek soal Pajak ke Orang Super Kaya di RI?

Mengapa Purbaya Lembek soal Pajak ke Orang Super Kaya di RI?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:10 WIB

Terkini

Kabel Prasarana KA Dicuri dan Dirusak, KAI Ungkap Risiko bagi Keselamatan Penumpang

Kabel Prasarana KA Dicuri dan Dirusak, KAI Ungkap Risiko bagi Keselamatan Penumpang

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:39 WIB

Pertamina Bawa 7 UMK Tembus Pasar Global Lewat CAEXPO 2026

Pertamina Bawa 7 UMK Tembus Pasar Global Lewat CAEXPO 2026

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 11:39 WIB

Spesifikasi Kapal China First Margaux yang Tabrak Perahu Nelayan di Selat Singapura

Spesifikasi Kapal China First Margaux yang Tabrak Perahu Nelayan di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:33 WIB

APBD Perubahan Rp8 Triliun Lebih, Riau Fokus Lunasi Tunda Bayar

APBD Perubahan Rp8 Triliun Lebih, Riau Fokus Lunasi Tunda Bayar

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Esensi The End of Oak Street: Teror Dinosaurus yang Memburu Satu Keluarga

Esensi The End of Oak Street: Teror Dinosaurus yang Memburu Satu Keluarga

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Belajar Memahami Diri dan Menemukan Ketenangan dalam Buku Seni Menyikapi Hidup

Belajar Memahami Diri dan Menemukan Ketenangan dalam Buku Seni Menyikapi Hidup

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Geledah Rumjab Bupati Gowa, Polri Sita Dokumen dan Bukti Elektronik Terkait Kasus Korupsi Izin PBG

Geledah Rumjab Bupati Gowa, Polri Sita Dokumen dan Bukti Elektronik Terkait Kasus Korupsi Izin PBG

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:29 WIB

Efek Domino Kenaikan Avtur: Ancaman Nyata Mahalnya Tiket Pesawat bagi Pariwisata

Efek Domino Kenaikan Avtur: Ancaman Nyata Mahalnya Tiket Pesawat bagi Pariwisata

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:28 WIB

Harga BBM Diesel Dunia Meroket ke Level Tertinggi Sepanjang Masa!

Harga BBM Diesel Dunia Meroket ke Level Tertinggi Sepanjang Masa!

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 11:21 WIB

Soroti Rantai Kekerasan Aparatur, Komnas HAM Tuntut Pertanggungjawaban Secara Hukum dan Politik

Soroti Rantai Kekerasan Aparatur, Komnas HAM Tuntut Pertanggungjawaban Secara Hukum dan Politik

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:19 WIB

×