Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 07 Mei 2026 | 16:02 WIB
PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin
PT Krakatau Osaka Steel resmi menutup operasional dan melakukan PHK terhadap 200 karyawan akibat kerugian sejak tahun 2022. (Pexels)
baca 10 detik
  • PT Krakatau Osaka Steel resmi menutup operasional dan melakukan PHK terhadap 200 karyawan akibat kerugian sejak tahun 2022.
  • Penutupan usaha disebabkan oleh persaingan harga baja impor, kelebihan pasokan global, serta melemahnya permintaan sektor konstruksi domestik.
  • Pemerintah kini sedang mengkaji strategi lebih efektif untuk melindungi industri baja nasional di luar kebijakan perlindungan yang ada.

Suara.com - Kementerian Perindustrian mengaku prihatin atas penutupan produsen baja PT Krakatau Osaka Steel (KOS) yang berimbas pada pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap ratusan karyawan.

Sebelumnya diwartakan PT KOS akan bersiap menutup seluruh kegiatan usaha pada Juni 2026. Sebelumnya pada April kemarin, perusahaan juga sudah menghentikan kegiatan produksi. Diperkirakan sekitar 200 karyawan akan di-PHK akibat kebijakan tersebut.

“Kami turut prihatin atas kondisi yang dihadapi para pekerja PT Krakatau Osaka Steel. Pemerintah memahami bahwa keputusan ini memberikan dampak sosial dan ekonomi yang tidak ringan. Oleh sebab itu, kami mengimbau kepada perusahaan untuk memenuhi hak-hak pekerja yang terdampak sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief mengatakan insentif otomotif memang akan semakin memberatkan beban fiskal pemerintah. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief mengatakan pihaknya prihatin atas ditutupnya PT Krakatau Osaka Steel dan PHK atas 200an buruh. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

Keputusan penghentian produksi itu disebut telah ditetapkan sejak rapat Dewan Direksi pada 23 Januari 2026. KOS juga telah mengalami kerugian sejak 2022 seiring penurunan kinerja bisnis yang terus berlanjut.

Industri baja dalam negeri sendiri menghadapi pukulan berat akibat kombinasi kelebihan pasokan global, banjir impor baja murah dan melemahnya permintaan domestik yang terus menekan daya saing produsen lokal.

Tekanan terhadap perusahaan dinilai bukan semata persoalan internal, melainkan juga akibat derasnya persaingan global, terutama dari produsen baja Tiongkok yang memiliki keunggulan skala produksi besar dan efisiensi biaya tinggi.

“Kondisi ini menempatkan industri baja nasional pada posisi yang sulit. Di satu sisi, produsen dalam negeri berkomitmen menjaga kualitas produk, namun di sisi lain harus menghadapi tekanan harga dari produk impor yang lebih rendah. Situasi ini semakin diperberat oleh melemahnya permintaan domestik, khususnya dari sektor konstruksi,” jelas Febri.

Penurunan permintaan baja konstruksi di pasar lokal menjadi faktor penting karena selama ini sektor tersebut menjadi salah satu penyerap utama produksi baja nasional. Ketika proyek konstruksi melambat, tekanan terhadap produsen domestik semakin besar.

Febri menambahkan, kombinasi tekanan global, overcapacity baja dunia, serta impor murah membuat ruang bertahan industri nasional semakin sempit.

baca juga

“Selain keterbatasan diversifikasi produk, penurunan permintaan dan tekanan impor baja murah, kondisi kelebihan pasokan di tingkat global juga turut memengaruhi daya saing perusahaan,” ungkapnya.

Sebagai respons, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah perlindungan mulai dari pengendalian impor baja dan turunannya melalui kebijakan larangan dan pembatasan (lartas), penerapan SNI wajib, pemberian Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), hingga tarif bea masuk nol persen untuk bahan baku billet.

Namun, kasus KOS menjadi alarm bahwa instrumen perlindungan yang ada dinilai belum sepenuhnya cukup menopang keberlangsungan industri baja nasional di tengah perang harga global.

“Kami akan melakukan kajian secara komprehensif guna merumuskan strategi yang lebih efektif dalam menjaga keberlanjutan industri baja dalam negeri,” pungkas Febri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan

Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:46 WIB

Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK

Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:32 WIB

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:31 WIB

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:15 WIB

Badai PHK Hantui Industri Tekstil hingga Plastik, Menperin: Bukan Hanya di Indonesia

Badai PHK Hantui Industri Tekstil hingga Plastik, Menperin: Bukan Hanya di Indonesia

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:09 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×