Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Achmad Fauzi

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:53 WIB
Industri Kretek Indonesia Terancam Mati
Ilustrasi rokok kretek. [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Kemenko PMK sedang mengkaji regulasi pembatasan kadar nikotin dan tar pada produk kretek di Indonesia.
  • Pemangku kepentingan industri kretek menolak wacana tersebut karena berisiko mematikan ekonomi jutaan petani dan pekerja.
  • Pembatasan kadar nikotin dan tar yang ketat berpotensi menurunkan pendapatan negara serta memicu peredaran rokok ilegal.

Suara.com - Industri kretek dalam negeri mulai mendapat ancaman dari regulasi baru. Salah satunya, wacana pembatasan kadar nikotin dan tar pada produk tembakau.

Pemangku kepentingan ekosistem pertembakauan bahkan meminta pemerintah mempertimbangkan ulang usulan pembatasan nikotin dan tar yang tengah dikaji tim penyusun dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia I Ketut Budhyman mengatakan, cengkih merupakan komponen utama yang menjadi ciri khas kretek Indonesia. Namun, keberadaan cengkih juga memengaruhi kadar nikotin dan tar sehingga dikhawatirkan sulit memenuhi batasan yang diwacanakan pemerintah.

Produk rokok kretek dari industri rokok tanah air. [Suara.com/Adhitya Himawan]
Produk rokok kretek dari industri rokok tanah air. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Menurutnya, regulasi pertembakauan selama ini kerap mengacu pada standar asing tanpa mempertimbangkan kondisi industri dalam negeri dan kepentingan nasional.

"Regulasi tentang rokok seringkali mengabaikan national interest dan sulit dieksekusi karena cenderung sepihak. Kita berharap Kemenkes lebih arif bijaksana dan tidak memaksakan kehendak," ujarnya di Jakarta, Minggu (10/5/2026)..

Budhyman menilai kebijakan pembatasan kadar nikotin dan tar berpotensi menghancurkan salah satu sektor ekonomi yang selama ini menopang kehidupan jutaan masyarakat, mulai dari petani hingga pekerja industri.

Ia menegaskan, kretek Indonesia memiliki karakteristik tersendiri yang tidak bisa disamakan dengan produk tembakau negara lain.

"Pembatasan nikotin dan tar pasti tidak dapat kita penuhi dan kalau dipaksakan keberadaan kretek pasti terancam," tegasnya.

Penolakan juga disampaikan Juru Bicara Koordinator Komite Nasional Pelestarian Kretek Alfianaja Maulana.

baca juga

Ia menyebut standardisasi kadar nikotin dan tar sulit diterapkan secara seragam di Indonesia karena kandungan nikotin tembakau lokal secara alami memang lebih tinggi.

Menurut Alfianaja, apabila batasan kadar nikotin dan tar dipatok terlalu rendah, maka hal itu sama saja dengan melarang petani menanam komoditas yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

"Kami KNPK jelas menolak pembatasan tar dan nikotin yang baru dengan alasan akan mematikan industri kretek nasional. Karena industri kretek kita tidak bisa dibatasi dengan 1 mg nikotin dan 10 mg tar," paparnya.

Ia juga mengingatkan dampak ekonomi yang bisa timbul apabila industri kretek terpukul akibat regulasi tersebut. Sedikitnya 6 juta orang disebut bergantung pada industri hasil tembakau, mulai dari petani, buruh pabrik, hingga pedagang kecil.

Selain itu, penerimaan negara dari cukai hasil tembakau yang konsisten berada di atas Rp200 triliun dalam lima tahun terakhir juga dinilai bisa terganggu jika cita rasa kretek berubah akibat pembatasan tersebut.

Alfianaja menambahkan, kebijakan yang tidak mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat juga berpotensi memicu peredaran rokok ilegal di pasar.

“Kondisi tersebut pada akhirnya akan mengancam penerimaan negara serta memicu potensi pemutusan hubungan kerja massal di sektor terkait,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:52 WIB

Terkini

Poret Pendidikan di Pinggiran Kuala Mesuji dalam Novel Anak-Anak Kuala

Poret Pendidikan di Pinggiran Kuala Mesuji dalam Novel Anak-Anak Kuala

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:00 WIB

Kecewa Diskusi Buku 'Memburu Muhammad' Dibatalkan, Feby: Lagi-lagi Mesti Mengalah karena Ancaman

Kecewa Diskusi Buku 'Memburu Muhammad' Dibatalkan, Feby: Lagi-lagi Mesti Mengalah karena Ancaman

News | Kamis, 24 September 2026 | 16:59 WIB

John Herdman Bidik Trofi Perdana di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Siap Cetak Sejarah

John Herdman Bidik Trofi Perdana di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Siap Cetak Sejarah

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 16:59 WIB

Menteri PU Tiap Hari Pantau Stadion Sudiang: Bismillah Selesai..!

Menteri PU Tiap Hari Pantau Stadion Sudiang: Bismillah Selesai..!

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 16:55 WIB

Hamza Choudhury Sesumbar Bangladesh Tak Takut Timnas Indonesia: Insyaallah Kami Bisa Menang

Hamza Choudhury Sesumbar Bangladesh Tak Takut Timnas Indonesia: Insyaallah Kami Bisa Menang

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 16:55 WIB

Infrastruktur Berdampak Bagi Masyarakat, Brantas Abipraya Raih Prominent Awards 2026

Infrastruktur Berdampak Bagi Masyarakat, Brantas Abipraya Raih Prominent Awards 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 16:51 WIB

Intip Deretan Warna Baru Vespa LX 150 dan Koleksi Helm Resmi Piaggio Indonesia

Intip Deretan Warna Baru Vespa LX 150 dan Koleksi Helm Resmi Piaggio Indonesia

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 16:50 WIB

Ubek-ubek Kantor BPN Mojokerto, KPK Amankan Gepokan Amplop Berisi Uang Pemohon Tanah

Ubek-ubek Kantor BPN Mojokerto, KPK Amankan Gepokan Amplop Berisi Uang Pemohon Tanah

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 16:46 WIB

Jelang Timnas Indonesia vs Singapura Besok, Gavin Lee Tak Ciut Hadapi Tekanan Suporter Garuda

Jelang Timnas Indonesia vs Singapura Besok, Gavin Lee Tak Ciut Hadapi Tekanan Suporter Garuda

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 16:45 WIB

Menkeu, Gubernur BI hingga Danantara Kumpul di DPR, Dasco: Satukan Arah Kebijakan

Menkeu, Gubernur BI hingga Danantara Kumpul di DPR, Dasco: Satukan Arah Kebijakan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 16:42 WIB

×