Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.343,711
LQ45 630,859
Srikehati 307,881
JII 380,533
USD/IDR 17.914

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Achmad Fauzi

Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB
Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah
Industri hasil tembakau mulai tertekan kebijakan pemerintah.
baca 10 detik
  • Pemerintah mengkaji pembatasan kadar nikotin dan tar pada produk tembakau untuk diterapkan di Indonesia dalam waktu dekat.
  • Pelaku industri menilai kebijakan tersebut mengancam penerimaan negara sebesar Rp213 triliun serta keberlangsungan enam juta tenaga kerja sektor tembakau.
  • Stakeholder mendesak pemerintah melakukan dialog lintas sektor agar kebijakan tidak merugikan ekonomi nasional dan industri kretek khas Indonesia.

Suara.com - Industri hasil tembakau (IHT) menyoroti usulan pembatasan kadar nikotin dan tar yang tengah dikaji pemerintah. Pelaku industri menilai kebijakan tersebut berisiko menekan sektor yang selama ini menjadi salah satu penyumbang besar penerimaan negara.

Usulan Tim Kajian Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengenai batas maksimal tar 10 miligram per batang dan nikotin 1 miligram per batang dinilai tidak mempertimbangkan karakteristik industri kretek nasional.

Padahal, berdasarkan data Kementerian Perindustrian, penerimaan Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada 2023 mencapai lebih dari Rp213 triliun. Selain itu, sektor ini juga menyerap sekitar 6 juta tenaga kerja mulai dari petani tembakau, petani cengkih, buruh pabrik hingga pedagang kecil.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP RTMM-SPSI), Hendry Wardana mengatakan kebijakan tersebut berpotensi memicu efek domino terhadap industri dan rantai pasok tembakau nasional.

Industri tembakau. [Unsplash]
Industri hasil tembakau mulai tertekan kebijakan pemerintah. [Unsplash]

Ia menilai aturan yang tidak realistis justru dapat memaksa industri mengubah proses produksi dan berdampak langsung kepada pekerja serta petani.

"Dampaknya bukan hanya ke industri, tapi ke petani juga. Karena untuk menurunkan kadar nikotin, tembakau harus diproses lagi atau pakai jenis tertentu, yang ujungnya harga beli ke petani jadi turun," ujarnya.

Hendry menegaskan IHT merupakan sektor multidimensi yang tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi semata. Menurut dia, pemerintah perlu berhati-hati sebelum menerapkan kebijakan yang berpotensi mengganggu keberlangsungan sektor padat karya tersebut.

Ia juga meminta pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengedepankan dialog lintas sektor agar kebijakan yang diambil tetap mempertimbangkan aspek ekonomi dan tenaga kerja.

"Kami ke depan akan terus mendorong dialog. Kebijakan yang bijak harus mempertimbangkan nasib jutaan pekerja," kata Hendry.

baca juga

Penolakan serupa juga datang dari budayawan Komunitas Kretek, Abhisam DM. Ia menilai standardisasi kadar nikotin dan tar yang terlalu rendah berpotensi menghilangkan kretek sebagai produk khas Indonesia.

Menurutnya, industri kretek selama ini memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi nasional sekaligus menjadi salah satu sektor yang masih mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Rokok kretek itu sudah membangun kemandirian ekonomi Indonesia sejak zaman kolonial Belanda sampai sekarang. Ekonomi kita bertumbuh sejak zaman penemuan kretek di Kudus, Jawa Tengah,” imbuhnya.

Abhisam menilai pemerintah terlalu berorientasi pada standardisasi global tanpa mempertimbangkan kondisi industri dalam negeri dan dampaknya terhadap ekonomi rakyat.

Ia menambahkan, di tengah tren otomatisasi dan penggunaan mesin di berbagai sektor industri, IHT masih menjadi salah satu sektor yang bertahan sebagai industri padat karya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Blueray Cargo: Perusahaan Spesialis Impor yang Seret Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama

Profil Blueray Cargo: Perusahaan Spesialis Impor yang Seret Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:04 WIB

PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin

PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:02 WIB

Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur

Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:09 WIB

Terkini

BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Sumsel Terjadi Agustus-September

BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Sumsel Terjadi Agustus-September

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Serdadu dari Neraka: Warga Sipil di Tengah Konflik Pemerintah dan GAM

Serdadu dari Neraka: Warga Sipil di Tengah Konflik Pemerintah dan GAM

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Buruan Antre, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2,65 Juta/Gram

Buruan Antre, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2,65 Juta/Gram

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:58 WIB

Tanggapi Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ganjar Pranowo Desak DPR Segera Bentuk Pansus Pemilu

Tanggapi Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ganjar Pranowo Desak DPR Segera Bentuk Pansus Pemilu

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:57 WIB

Energi Mikrohidro Bisa Bikin Biaya Pertanian Lebih Efisien, Begini Caranya

Energi Mikrohidro Bisa Bikin Biaya Pertanian Lebih Efisien, Begini Caranya

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:52 WIB

Jateng Kejar Tuntas Sensus Ekonomi 2026, Wagub Minta Pendataan Dipercepat dalam Tiga Pekan

Jateng Kejar Tuntas Sensus Ekonomi 2026, Wagub Minta Pendataan Dipercepat dalam Tiga Pekan

Jawa Tengah | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:51 WIB

Telkom Akses Percepat Pemerataan Konektivitas Lewat Transformasi Operasional

Telkom Akses Percepat Pemerataan Konektivitas Lewat Transformasi Operasional

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Bos Konter HP Diduga Dirampok di Ambarawa, Jenazah Ditemukan di Grobogan

Bos Konter HP Diduga Dirampok di Ambarawa, Jenazah Ditemukan di Grobogan

Jawa Tengah | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:41 WIB

Pemanasan Menuju Jakarta International 10K, Ribuan Pelari Tutup Tur 4 Kota di Surabaya

Pemanasan Menuju Jakarta International 10K, Ribuan Pelari Tutup Tur 4 Kota di Surabaya

Sport | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:41 WIB

Cadangan Devisa Dirilis Hari Ini, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.934

Cadangan Devisa Dirilis Hari Ini, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.934

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:33 WIB

×