Rekor Buruk, Rupiah Sentuh Level Rp17.500 per Dolar AS

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 12 Mei 2026 | 09:43 WIB
Rekor Buruk, Rupiah Sentuh Level Rp17.500 per Dolar AS
Ilustrasi kurs Rupiah terhadap Dolar AS [Suara.com/Antara/Diolah menggunakan AI]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.501 per dolar AS di pasar spot pada Selasa, 12 Mei 2026.
  • Pelemahan rupiah dipicu oleh derasnya aliran modal asing keluar akibat sentimen pengumuman dari Morgan Stanley Capital International.
  • Kondisi rupiah yang mencetak rekor buruk ini sejalan dengan tren pelemahan mayoritas mata uang di kawasan Asia.

Suara.com - Pembukaan rupiah pada Selasa pagi (12/5/2026) melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda Indonesia mencetak rekor baru.

Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melempem ke level Rp17.501 per dolar AS. Rupiah tercatat turun 87 poin atau melemah 0,50 persen dibandingkan penutupan Senin yang berada di level Rp17.414

Kondisi serupa juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah berada di level Rp17.415 per dolar AS. Kondisi ini membuat mata uang Garuda kembali mencetak rekor buruk.

Pelemahan ini juga dipengaruhi oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pengumuman MSCI membuat aliran modal asing keluar cukup deras sehingga menekan rupiah.

"Penguman MSCI diperkirakan tidak akan menjadi sebuah pengumuman yang akan di 'welcome' investor sehingga bisa semakin meningkatkan outflow asing," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia mengatakan, rupiah diperkirakan akan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupinnya harapan damai AS-Iran serta harga minyak mentah dunia yg masih tinggi.

Ilustrasi mata uang asing. [Pixabay]
Ilustrasi mata uang asing. [Pixabay]

"Investor menantikan data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis siang ini. Range 17.350-17.500," pungkasnya.

Sementara itu, pelemahan rupiah hari ini sejalan dengan tren zona merah yang melanda beberapa mayoritas mata uang di Asia.

Salah satunya, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,89 persen. Disusul, peso Filipina yang ambles 0,48 persen.

baca juga

Selanjutnya ada baht Thailand yang tertekan 0,3 persen dan yen Jepang terkoreksi 0,22 persen. Lalu, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,21 persen.

Berikutnya, dolar Singapura tergelincir 0,17% dan dolar Taiwan melemah tipis 0,03 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah naik 0,01 persen.

Kemudian, yuan China terlihat melemah menguat tipis 0,001 persen terhadap the greenback di pagi ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06 WIB

Apa itu Panda Bond? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Apa itu Panda Bond? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:18 WIB

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:06 WIB

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Terkini

Ada Staf Terluka Saat Sidak Lapas Cibinong, Ombudsman Pilih Tak Tempuh Jalur Hukum

Ada Staf Terluka Saat Sidak Lapas Cibinong, Ombudsman Pilih Tak Tempuh Jalur Hukum

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:03 WIB

Jalur KRL Bakal Diperpanjang hingga Cikampek dan Cigombong pada 2028

Jalur KRL Bakal Diperpanjang hingga Cikampek dan Cigombong pada 2028

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:01 WIB

HUAWEI MatePad Air 2026: Tablet Tipis dengan Layar OLED 144Hz dan AI untuk Kerja Lebih Cerdas

HUAWEI MatePad Air 2026: Tablet Tipis dengan Layar OLED 144Hz dan AI untuk Kerja Lebih Cerdas

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 18:00 WIB

8 Anggota Komite Mundur Jelang Hari H, Tahapan Pemilihan Ketua PSSI Jateng Ditunda

8 Anggota Komite Mundur Jelang Hari H, Tahapan Pemilihan Ketua PSSI Jateng Ditunda

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 17:59 WIB

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Jogja | Kamis, 24 September 2026 | 17:48 WIB

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:47 WIB

Slow Dating: Tak Mau Terburu-buru atau Menghindari Hubungan Intens di Awal?

Slow Dating: Tak Mau Terburu-buru atau Menghindari Hubungan Intens di Awal?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:45 WIB

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 17:44 WIB

Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Hari Tani, Kritik Soal UU Reforma Agraria Ditampung

Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Hari Tani, Kritik Soal UU Reforma Agraria Ditampung

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:43 WIB

Banding Ditolak, Nadiem Makarim Tetap Divonis 9 Tahun

Banding Ditolak, Nadiem Makarim Tetap Divonis 9 Tahun

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:40 WIB

×