MSCI Tendang 6 Saham Indonesia dan IHSG Anjlok, OJK: Ini Awal Baru

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Rabu, 13 Mei 2026 | 12:54 WIB
MSCI Tendang 6 Saham Indonesia dan IHSG Anjlok, OJK: Ini Awal Baru
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menyatakan penurunan IHSG setelah rebalancing MSCI merupakan dampak jangka pendek dari reformasi integritas dan transparansi pasar modal Indonesia. [Suara.com/Rina Anggraeni]
baca 10 detik
  • MSCI mendepak enam emiten Indonesia dari indeks globalnya pada Rabu (13/5/2026) sehingga IHSG mengalami tekanan koreksi pasar.
  • OJK menyatakan penurunan harga saham tersebut merupakan dampak jangka pendek dari reformasi integritas dan transparansi pasar modal Indonesia.
  • Meski indeks melemah, OJK menilai valuasi saham Indonesia tetap menarik serta kondisi transaksi perdagangan tetap dalam batas normal.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan dinamika yang terjadi pada hari ini Rabu (13/5/2026), IHSG yang turun setelah MSCI mendepak 6 emiten Indonesia dari indeks globalnya, merupakan awal baru bagi pasar modal Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, dinamika ini sudah diantisipasi sebelumnya, terutama setelah OJK dan BEI melakukan serangkaian perubahan sebagaian bagian dari reformasi pasar modal.

“Ini kita harapkan akan membentuk baseline baru, jadi basis baru, di mana tingkat titik awal kita ke depan akan semakin menghadirkan kualitas saham-saham tercatat di bursa dan saham-saham tersebut kita dorong menjadi pilihan investasi para investor,” kata Hasan di Jakarta.

Hasan mengatakan pelemahan pasar merupakan konsekuensi jangka pendek dari reformasi integritas dan transparansi pasar modal yang dijalankan OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self Regulatory Organization (SRO) lainnya.

Reformasi tersebut membuat keterbukaan struktur kepemilikan saham menjadi lebih transparan, sehingga penyedia indeks global, termasuk MSCI, bisa menghitung kembali porsi saham secara lebih akurat.

Ia mengakui reformasi tersebut menimbulkan “short term pain” berupa tekanan harga saham dan penyesuaian indeks dalam jangka pendek. Namun, otoritas meyakini langkah itu akan menghasilkan pasar modal yang lebih kredibel dalam jangka panjang.

“Ini tentu setidaknya memiliki implikasi jangka pendek berupa penurunan dan reaksi penyesuaian harga-harga saham yang terdampak sehingga istilah short term pain bahwa kita akan harus menghadapi tingkat penurunan di jangka pendek," ujarnya.

"Ini tentu menjadi konsekuensi yang sudah kita perhitungkan dan perkirakan sejak awal,” kata Hasan menambahkan.

Di tengah koreksi pasar, Hasan memandang valuasi saham Indonesia saat ini relatif menarik.

baca juga

Hasan menyebut price to earnings ratio (PER) IHSG sudah jauh lebih rendah dibanding saat mencapai rekor tertinggi pada pertengahan Januari 2026. Bahkan, secara regional rata-rata PER saham Indonesia berada di bawah bursa saham negara lain dengan level sekitar 16 kali.

“Jadi ini juga menunjukkan sebetulnya kami berharap para investor kita secara selektif memanfaatkan momentum ini untuk masuk di pasar dan memilih saham-saham terbaik yang secara prospektif dapat terus melakukan perbaikan kinerja ke depannya,” kata Hasan.

Hasan juga mengatakan frekuensi, volume, dan nilai transaksi perdagangan saham hari ini masih berada dalam kondisi normal.

“Tadi frekuensi dan volume, serta nilai transaksi (efek) juga cukup baik. Secara rata-rata tidak ada perbedaan, normal dibandingkan hari-hari sebelumnya. Ini menunjukkan tidak adanya panic selling atau reaksi satu arah berupa aksi menjual saham-saham tanpa diimbangi kekuatan pembelian,” kata Hasan.

IHSG pada Rabu pagi dibuka melemah 94,96 poin atau sekitar 1,38 persen ke level 6.763,94. Berdasarkan data pukul 11.55 WIB, IHSG masih terkoreksi di level 6.738,31.

Pada kesempatan yang sama, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan keputusan MSCI justru mengurangi salah satu sumber ketidakpastian di pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Panik Gegara Rebalancing, IHSG Ambles 1,81% di Sesi I

Pasar Panik Gegara Rebalancing, IHSG Ambles 1,81% di Sesi I

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:37 WIB

IHSG Dibuka Langsung Anjlok ke Level 6.700 Setelah Rebalancing MSCI

IHSG Dibuka Langsung Anjlok ke Level 6.700 Setelah Rebalancing MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:15 WIB

IHSG Dibayangi Tekanan: Asing Buang Saham Big Caps di Momen 'MSCI Review'

IHSG Dibayangi Tekanan: Asing Buang Saham Big Caps di Momen 'MSCI Review'

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:42 WIB

Prajogo Pangestu Merana, Saham Andalannya BREN-TPIA Didepak dari Indeks MSCI

Prajogo Pangestu Merana, Saham Andalannya BREN-TPIA Didepak dari Indeks MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:19 WIB

IHSG Masih Akan Turun ke Level 6.700, Rebalancing MSCI Bikin Investor Waspada

IHSG Masih Akan Turun ke Level 6.700, Rebalancing MSCI Bikin Investor Waspada

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:02 WIB

Terkini

Dari Racun OOTD ke Checkout, Apakah Ini Cara Medsos Dorong Budaya Belanja?

Dari Racun OOTD ke Checkout, Apakah Ini Cara Medsos Dorong Budaya Belanja?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:20 WIB

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:18 WIB

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 12:16 WIB

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:13 WIB

Penari Lengger Tanpa Sampur

Penari Lengger Tanpa Sampur

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:06 WIB

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:03 WIB

Jurang Humor Milenial vs Gen Z: Saat Plesetan Cerdas Kalah dari Meme Pisang Tanpa Konteks

Jurang Humor Milenial vs Gen Z: Saat Plesetan Cerdas Kalah dari Meme Pisang Tanpa Konteks

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:00 WIB

Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda

Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 12:00 WIB

Didukung Kai EXO, Atlet Ini Tepati Janjinya Raih Emas Asian Games 2026

Didukung Kai EXO, Atlet Ini Tepati Janjinya Raih Emas Asian Games 2026

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 11:50 WIB

Akibat Pasokan Seret, Harga Cabai di Banyumas Tembus Rp80 Ribu!

Akibat Pasokan Seret, Harga Cabai di Banyumas Tembus Rp80 Ribu!

Jawa Tengah | Minggu, 27 September 2026 | 11:46 WIB

×