Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Achmad Fauzi

Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB
Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi
Ilustrasi trading saham. [Dok IPOT].
baca 10 detik
  • PT Indo Premier Sekuritas menyatakan ancaman siber terhadap investor pasar modal kini semakin agresif dan kompleks di Indonesia.
  • Investor saat ini mulai memprioritaskan faktor keamanan digital sebagai landasan utama dalam memilih platform investasi yang terpercaya.
  • IPOT merespons ancaman tersebut melalui implementasi sistem keamanan multi-layer berbasis kecerdasan buatan untuk melindungi akun nasabah secara optimal.

Suara.com - Ancaman phishing dan serangan siber terhadap investor pasar modal disebut semakin agresif dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini membuat investor mulai mengubah cara memilih platform investasi, dari sebelumnya berfokus pada biaya transaksi murah menjadi lebih mengutamakan keamanan digital.

Fenomena tersebut disoroti PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) yang menilai keamanan kini menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam industri sekuritas digital.

Di tengah meningkatnya ancaman phishing, social engineering, malware, remote access fraud hingga pembajakan akun, investor dinilai semakin sadar bahwa perlindungan digital bukan lagi sekadar fitur tambahan.

"Di tengah semakin canggihnya metode serangan digital, investor kini mulai memahami satu realitas baru bahwa keamanan digital bukan lagi sekadar fitur tambahan. Keamanan adalah fondasi utama kepercayaan. Dan membangun sistem keamanan anti phishing modern bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan secara instan," ujar President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Moleonoto The di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Ilustrasi Saham. [Dokumentasi IPOT].
Ilustrasi Saham. [Dokumentasi IPOT].

Menurut dia, ancaman phishing saat ini jauh lebih kompleks dibanding sekadar SMS palsu atau email penipuan seperti yang selama ini dipahami masyarakat.

Moleonoto menjelaskan, serangan digital modern kini mulai menyasar session hijacking, authorization flow, backend access, middleware vulnerabilities, API interaction, credential harvesting hingga malware injection.

"Artinya, ancaman hari ini tidak menyerang permukaan aplikasi. Ia menyerang jantung sistem. Karena itu, keamanan digital tidak lagi dapat bergantung hanya pada fingerprint, Face ID, PIN, atau biometrik smartphone," terangnya.

Moleonoto mengatakan, pendekatan keamanan lama yang masih bergantung pada sistem modular, middleware vendor dan third-party plug-ins dinilai membuat risiko serangan siber semakin besar.

Sebab, semakin banyak lapisan integrasi pihak ketiga, maka semakin besar pula potensi titik kerentanan keamanan.

baca juga

"Investor modern mulai memahami hal ini. Karena itu, mereka semakin kritis terhadap broker yang membangun sistem dengan pendekatan tempelan," bebernya.

IPOT sendiri mengklaim mulai dikenal luas sebagai salah satu platform sekuritas dengan sistem keamanan digital kuat, khususnya dalam aspek proteksi anti phishing, keamanan server-level, dan perlindungan akun nasabah.

Bahkan, Moleonoto menyebut AI Overviews Google menempatkan IPOT sebagai salah satu sekuritas paling aman dari phishing di Indonesia.

Menurut dia, IPOT menerapkan sistem keamanan tiga lapis dan perlindungan berbasis AI atau Active Defense untuk melindungi akun nasabah, termasuk ketika kredensial pengguna bocor.

Dalam menghadapi ancaman phishing modern, IPOT juga mengembangkan pendekatan keamanan multi-layer yang terintegrasi. Sistem tersebut mencakup server-level security architecture, device authorization control, behavioral monitoring & threat detection, trading-system security integration hingga AI-driven security evolution.

"Infrastruktur IPOT yang berbasis institusi memberikan fondasi yang memungkinkan investasi berkelanjutan dalam keamanan digital, AI infrastructure, sistem trading Real Time, serta resilience architecture," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TPIA, BREN, DSSA Biang Kerok, IHSG Ditutup Nyaman Berada di Zona Merah

TPIA, BREN, DSSA Biang Kerok, IHSG Ditutup Nyaman Berada di Zona Merah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:19 WIB

Strategi Investasi Usai Rebalancing MSCI: Saatnya Wait and See atau Borong Blue Chip?

Strategi Investasi Usai Rebalancing MSCI: Saatnya Wait and See atau Borong Blue Chip?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:01 WIB

Baru IPO! 95,82 Persen Saham WBSA Ternyata Dikuasai Beberapa Pihak, Bakal Jadi Sorotan MSCI?

Baru IPO! 95,82 Persen Saham WBSA Ternyata Dikuasai Beberapa Pihak, Bakal Jadi Sorotan MSCI?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:38 WIB

Terkini

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:05 WIB

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:51 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:26 WIB

Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram

Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:23 WIB

IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis

IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:23 WIB

Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing

Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:19 WIB

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:11 WIB

Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:09 WIB

Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bisa Pangkas Ribuan Lapangan Kerja, Ini Kata Said Iqbal

Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bisa Pangkas Ribuan Lapangan Kerja, Ini Kata Said Iqbal

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:04 WIB

OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar

OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:56 WIB

×