Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus

Dythia Novianty

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:55 WIB
Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus
Menko Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto - Wakil Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich resmi menyepakati penyusunan roadmap kerja sama ekonomi periode 2026-2030, di Minsk, Belarus, Jumat (15/5/2026). [Antara/Bayu Saputra]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia dan Belarus menyepakati lima nota kesepahaman bisnis senilai Rp7 triliun di Minsk dalam forum Sidang Komisi Bersama.
  • Kerja sama tersebut mencakup sektor perdagangan, industri, investasi, serta ketahanan pangan untuk memperkuat hubungan ekonomi antar kedua negara.
  • Penandatanganan dokumen resmi tersebut menjadi instrumen strategis guna mempercepat realisasi proyek konkret serta ekspansi industri nasional di kawasan Eurasia.

Suara.com - Pemerintah Indonesia dan Belarus berhasil mencatat komitmen bisnis senilai Rp7 triliun melalui penandatanganan lima Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia-Belarus di Minsk, Belarus.

Kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan perdagangan, investasi, industri, hingga sektor pangan antara kedua negara.

Penandatanganan kerja sama dilakukan bersamaan dengan penandatanganan Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama Bidang Kerja Sama Ekonomi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich.

Lima MoU yang diteken melibatkan sejumlah perusahaan Indonesia dan Belarus, yakni kerja sama antara PT Pupuk Indonesia dengan Nedra Nezhin, PT Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Minsk Dairy Plant No. 1, PT Indonesia Belarus Jaya dengan Energi Complekt, PT Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Dolomite, serta PT Indonesia Belarus Jaya dengan Belindo Trade.

Airlangga menegaskan bahwa seluruh kesepahaman yang dicapai harus segera diwujudkan menjadi proyek nyata yang mampu memberikan dampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi kedua negara.

“Kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB ini harus dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus,” ujar Airlangga dilansir dari laman Antara, Sabtu (16/5/2026).

Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich menandatangani 5 MoU dalam rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia-Belarus di Minsk, Belarus, Jumat (15/5/2026). [Antara/HO-Kemenko Perekonomian]
Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich menandatangani 5 MoU dalam rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia-Belarus di Minsk, Belarus, Jumat (15/5/2026). [Antara/HO-Kemenko Perekonomian]

Menurutnya, penandatanganan Agreed Minutes menjadi fondasi penting untuk memastikan seluruh agenda kerja sama ekonomi RI-Belarus dapat berjalan lebih sistematis dan berorientasi pada hasil konkret.

Dalam forum tersebut, Indonesia dan Belarus membahas berbagai peluang kerja sama strategis yang mencakup perdagangan, investasi, industri, pertanian dan ketahanan pangan, kehutanan, perbankan, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, olahraga, hingga sektor pariwisata.

Airlangga juga menilai, Agreed Minutes dapat menjadi instrumen utama untuk mempercepat implementasi berbagai proyek kerja sama bilateral, khususnya yang berkaitan dengan investasi dan pengembangan industri.

baca juga

Sementara itu, Viktor Karankevich menyampaikan, komitmen Belarus untuk memperdalam hubungan ekonomi dengan Indonesia, terutama pada sektor industri, teknologi, dan pertanian.

Belarus juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi dunia usaha kedua negara agar hubungan bisnis Indonesia-Belarus semakin berkembang di masa mendatang.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan Indonesia dan membuka ruang kemitraan yang lebih luas bagi pelaku usaha kedua negara,” ujar Viktor Karankevich.

Pertemuan tingkat tinggi tersebut turut dihadiri Duta Besar RI untuk Moskow Jose Antonio Morato Tavares, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta sejumlah perwakilan kementerian, APINDO, dan KADIN Indonesia.

Komitmen bisnis senilai Rp7 triliun ini dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan hubungan dagang Indonesia dengan kawasan Eurasia, sekaligus membuka peluang baru bagi ekspansi industri dan investasi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Airlangga Klaim MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026

Airlangga Klaim MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:28 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Q1 2026, Pemerintah Klaim Lebih Tinggi dari China-AS

Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Q1 2026, Pemerintah Klaim Lebih Tinggi dari China-AS

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:56 WIB

Pemerintah Bentuk Satgas Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi, Ini Tugasnya

Pemerintah Bentuk Satgas Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi, Ini Tugasnya

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:02 WIB

Tak Sekadar Bisnis, Emiten TAPG Mulai Jalankan Program Hunian Layak

Tak Sekadar Bisnis, Emiten TAPG Mulai Jalankan Program Hunian Layak

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:20 WIB

Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen

Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 16:02 WIB

Terkini

Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya

Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:46 WIB

Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia

Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:21 WIB

Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?

Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:11 WIB

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:06 WIB

Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan

Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:04 WIB

Status Pasar Modal RI Tak 'Digantung' MSCI, OJK Tegaskan Tetap Emerging Market

Status Pasar Modal RI Tak 'Digantung' MSCI, OJK Tegaskan Tetap Emerging Market

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:43 WIB

Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok

Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:39 WIB

Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah

Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:37 WIB

Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun

Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan

Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:29 WIB

×