Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.828.000
Beli Rp2.700.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen

Dicky Prastya | Suara.com

Rabu, 29 April 2026 | 16:02 WIB
Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/4/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan ketergantungan Indonesia terhadap distribusi minyak melalui Selat Hormuz hanya sebesar 20 persen saja.
  • Pemerintah Indonesia lebih memprioritaskan ketahanan pangan karena kebutuhan energi listrik nasional saat ini didominasi oleh batu bara.
  • Kondisi fundamental ekonomi nasional dinilai tetap kuat dengan pertumbuhan ekonomi stabil, inflasi terkendali, serta surplus neraca perdagangan berkelanjutan.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim kalau ketergantungan Indonesia terhadap Selat Hormuz yang merupakan jalur distribusi minyak global hanya berkisar 20 persen.

Menko Perekonomian mengatakan klaim ini disimpulkan usai dia melakukan pertemuan Asean Zero Emission Commision (AZEC) yang diikuti sekitar 12 negara dan dipimpin Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

"70 persen negara Asia ini sangat bergantung kepada Middle East, kepada Selat Hormuz. Namun Indonesia tidak. Jadi itu yang Indonesia bergantung sekitar 20 persen," katanya dalam acara Kick Off PINISI di Gedung Bank Indonesia, dikutip Rabu (29/4/2026).

Ia menambahkan, Indonesia justru lebih menjaga ketahanan pangan alih-alih dari krisis energi buntut perang Amerika Serikat vs Iran tersebut. Sebab kebutuhan energi RI saat ini, khususnya listrik, berasal dari campuran antara batu bara dan gas.

"Sehingga tentu ini memperkuat resiliensi kita di bidang energi," lanjutnya.

Ia lalu memaparkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini, di mana pertumbuhan ekonomi tercatat 5,11 persen sepanjang tahun 2025. Untuk 2026, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 persen.

"Dan di Q1 (2026) mungkin kita lihat bisa mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen," terangnya.

Kemudian inflasi juga terkendali di angka 3,48 persen. Sementara Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masih tinggi di level 122,9.

Airlangga melanjutkan, neraca perdagangan RI juga surplus dalam 70 bulan beruntun sebesar 148,2 miliar Dolar AS.

Bukti lain, ia menuturkan konsumsi dalam negeri masih kuat dengan kontribusi sebesar 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Rasio utang luar negeri Indonesia juga masih aman di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing 12,6 persen.

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga pemeringkat internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat.

Contohnya Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menilai Indonesia sebagai salah satu bright spot di Asia. Sedangkan Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia pada 2026 mencapai 5,2 persen.

Airlangga turut menyinggung laporan JP Morgan Asset Management yang menempatkan Indonesia di peringkat kedua sebagai negara paling resilien terhadap gejolak energi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelas Menengah Terus Mengelus Dada: Gaji Tak Naik-naik dan Daya Beli yang Kian Payah

Kelas Menengah Terus Mengelus Dada: Gaji Tak Naik-naik dan Daya Beli yang Kian Payah

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:43 WIB

Bank Dunia Peringatkan Hal Mengerikan Bakal Terjadi Imbas Perang AS - Iran Berkepanjangan

Bank Dunia Peringatkan Hal Mengerikan Bakal Terjadi Imbas Perang AS - Iran Berkepanjangan

News | Rabu, 29 April 2026 | 13:04 WIB

Airlangga Soroti Sepinya IPO Pasar Saham RI di Q1 2026, Ini Penyebabnya

Airlangga Soroti Sepinya IPO Pasar Saham RI di Q1 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:30 WIB

UEA Keluar OPEC, Siap Gelontorkan Pasokan Minyak ke Pasar Dunia Tanpa Kuota!

UEA Keluar OPEC, Siap Gelontorkan Pasokan Minyak ke Pasar Dunia Tanpa Kuota!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:08 WIB

Tak Peduli Tekanan AS, Iran Siapkan Aturan Baru di Selat Hormuz

Tak Peduli Tekanan AS, Iran Siapkan Aturan Baru di Selat Hormuz

News | Rabu, 29 April 2026 | 14:05 WIB

Di Balik Seragam Sekolah yang Sama, Ada Rasa dan Perjuangan Tak Setara

Di Balik Seragam Sekolah yang Sama, Ada Rasa dan Perjuangan Tak Setara

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 11:35 WIB

Terkini

Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS

Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:51 WIB

Kelas Menengah Terus Mengelus Dada: Gaji Tak Naik-naik dan Daya Beli yang Kian Payah

Kelas Menengah Terus Mengelus Dada: Gaji Tak Naik-naik dan Daya Beli yang Kian Payah

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:43 WIB

Hilirisasi Digeber, RI Bidik Pangkas Impor BBM dan LPG hingga Rp1,25 Miliar per Tahun

Hilirisasi Digeber, RI Bidik Pangkas Impor BBM dan LPG hingga Rp1,25 Miliar per Tahun

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:41 WIB

Purbaya Siap Kasih Insentif Pajak ke Pasar Modal, Tapi Ada Syaratnya

Purbaya Siap Kasih Insentif Pajak ke Pasar Modal, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:39 WIB

Gerbong Wanita Disorot Usai Kecelakaan KRL, Salah Posisi atau Salah Sistem?

Gerbong Wanita Disorot Usai Kecelakaan KRL, Salah Posisi atau Salah Sistem?

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:02 WIB

Duduk Lesu dan Baju Lusuh saat Tragedi KRL Bekasi, Harta Kekayaan Dirut KAI Bobby Rasyidin Disorot

Duduk Lesu dan Baju Lusuh saat Tragedi KRL Bekasi, Harta Kekayaan Dirut KAI Bobby Rasyidin Disorot

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:35 WIB

Airlangga Soroti Sepinya IPO Pasar Saham RI di Q1 2026, Ini Penyebabnya

Airlangga Soroti Sepinya IPO Pasar Saham RI di Q1 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:30 WIB

Kemendag Siapkan Karpet Merah Regulasi KBLI 2025, Busan: Agar Dunia Usaha Makin Adaptif!

Kemendag Siapkan Karpet Merah Regulasi KBLI 2025, Busan: Agar Dunia Usaha Makin Adaptif!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:23 WIB

Rel KRL dan Kereta Jarak Jauh di Bekasi Harus Dipisah

Rel KRL dan Kereta Jarak Jauh di Bekasi Harus Dipisah

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:13 WIB

UEA Keluar OPEC, Siap Gelontorkan Pasokan Minyak ke Pasar Dunia Tanpa Kuota!

UEA Keluar OPEC, Siap Gelontorkan Pasokan Minyak ke Pasar Dunia Tanpa Kuota!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:08 WIB