Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Industri Herbal RI Mulai Hilirisasi, Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 19 Mei 2026 | 08:06 WIB
Industri Herbal RI Mulai Hilirisasi, Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah
Ilustrasi Tanaman Herbal. (Google AI Studio)
  • Indonesia memanfaatkan kekayaan biodiversitas melalui riset dan hilirisasi untuk membangun industri obat modern alami berstandar global.
  • Direktur PT Dexa Medica, Raymond R Tjandrawinata, mendorong integrasi obat herbal ke dalam sistem layanan kesehatan formal nasional.
  • Dexa Group berhasil mengekspor fitofarmaka berstandar internasional ke berbagai negara untuk meningkatkan nilai tambah produk herbal Indonesia.

Suara.com - Industri herbal Indonesia mulai naik kelas dengan mengandalkan riset dan hilirisasi. Dengan kekayaan biodiversitas terbesar kedua di dunia setelah Brasil, Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk keluar dari ketergantungan sebagai pemasok bahan baku semata.

Pasalnya, pasar herbal medicine global diproyeksikan terus tumbuh hingga mencapai USD 600 miliar pada 2030. Momentum ini dinilai menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk membangun industri obat modern alami berstandar global.

Business Development and Scientific Affairs Director PT Dexa Medica, Raymond R Tjandrawinata mengatakan, keberhasilan China dan India membangun industri herbal modern tidak hanya ditopang kekayaan alam, tetapi juga integrasi sistem kesehatan dan penguatan riset.

"Indonesia memiliki biodiversitas terbesar kedua di dunia. Langkah selanjutnya adalah membangun sistem kesehatan yang mengintegrasikan obat berbasis biodiversitas alam ke dalam layanan kesehatan formal, sebagaimana China dan India telah membuktikannya," ujar Raymond di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Ilustrasi Obat Herbal (ugm.ac.id)
Ilustrasi Obat Herbal (ugm.ac.id)

Ia menjelaskan, China berhasil membawa Traditional Chinese Medicine (TCM) menjadi bagian integral sistem rumah sakit nasional hingga diterima sebagai global herbal drug. Sementara India membangun ekosistem Ayurveda melalui rumah sakit, riset, dan uji klinis berskala nasional.

Menurut Raymond, Indonesia sebenarnya memiliki fondasi yang sama kuatnya dengan lebih dari 30.000 spesies tanaman obat yang tersebar di berbagai wilayah.

Melalui Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), Dexa Group mengembangkan Obat Modern Alami Integratif (OMAI) berbasis evidence-based medicine. Pengembangan dilakukan melalui riset, standardisasi bahan alam, hingga uji klinis untuk memastikan efikasi dan keamanan produk.

"Kami sudah mengekspor fitofarmaka Indonesia ke beberapa negara seperti Filipina dan Kamboja. Tenaga medis di sana menggunakan dan merekomendasikan produk Indonesia karena standar internasional, efikasi, dan safety-nya sudah terbukti," jelas Raymond.

Tak hanya untuk terapi promotif dan preventif, Dexa juga mulai mengembangkan terapi kuratif berbasis bahan alam. Beberapa di antaranya meliputi imunomodulator untuk penguatan sistem imun, terapi herbal untuk perempuan dengan polycystic ovarian syndrome (PCOS), hingga terapi pendukung pemulihan stroke.

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya hilirisasi industri herbal nasional agar Indonesia tidak lagi hanya dikenal sebagai pemasok bahan mentah tanaman obat, melainkan produsen obat modern alami dengan nilai tambah tinggi.

"China dikenal karena TCM. India dikenal karena Ayurveda. Harapannya, dunia mengenal Indonesia karena kemampuan kita mengubah biodiversitas menjadi obat modern yang diterima secara global," pungkas Raymond.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hilirisasi Nikel Dinilai Ganjil: Modal Asing Diduga Dimanja, Pengusaha Lokal Berdarah-darah

Hilirisasi Nikel Dinilai Ganjil: Modal Asing Diduga Dimanja, Pengusaha Lokal Berdarah-darah

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:28 WIB

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:35 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Terkini

Jualan Digital, Begini Strategi UMKM Biar Makin Cuan

Jualan Digital, Begini Strategi UMKM Biar Makin Cuan

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:03 WIB

Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:55 WIB

Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya

Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:36 WIB

IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:18 WIB

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:39 WIB

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB