- IHSG anjlok 3,46 persen di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (19/5/2026) akibat rumor pembentukan badan ekspor komoditas.
- Investor khawatir rencana pemerintah mengendalikan ekspor komoditas strategis akan menekan marjin laba perusahaan secara signifikan.
- Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengumumkan kebijakan tersebut saat pidato di DPR pada Rabu (20/5/2026) di Jakarta.
"Ya, sudah tunggu besok. Entar ada penjelasan besok semua," kata Rosan di Kementerian ESDM.
Serupa dengan Rosan, Bahlil juga enggan berkomentar lebih jauh terkait isu pembentukan badan tersebut.
"Tunggu saja, ya," kata Bahlil.
Pemerintah dirumorkan akan membentuk badan ekspor yang khusus mengelola ekspor komoditas Indonesia. Rumor itu memantik kekhawatiran akan adanya monopoli dan memicu ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dua hari terakhir.
Dalam rumor itu disebut badan ekspor komoditas akan diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Rabu (20/2/2026) besok. Badan itu akan memegang kendali atas ekspor komoditas strategis Indonesia seperti batu bara, minyak kelapa sawit hingga barang tambang.
Nantinya seluruh perusahaan terkait di Indonesia harus menjual produk mereka ke badan ekspor. Belum ditentukan apakah badan ekspor tersebut akan berada di bawah Danantara atau tidak.
Dalam rumor tersebut diterangkan bahwa pembentukan badan ekspor berkaitan dengan upaya pemerintah menekan praktik under invoicing dalam aktivitas ekspor nasional.