Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Anjlok ke Rp17.743, BI-Rate Diprediksi Naik: Cicilan dan KPR Makin Berat

M Nurhadi

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:33 WIB
Rupiah Anjlok ke Rp17.743, BI-Rate Diprediksi Naik: Cicilan dan KPR Makin Berat
Ilustrasi perumahan/KPR. [Antara]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia diprediksi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,00% pada Rabu, 20 Mei 2026.
  • Langkah tersebut diambil guna menjaga stabilitas Rupiah dan merespons tekanan ekonomi global serta penurunan cadangan devisa.
  • Kenaikan suku bunga berpotensi meningkatkan bunga kredit dan deposito, namun dapat memperlambat ekspansi bisnis dan konsumsi masyarakat.

Suara.com - Mata pelaku pasar modal dan pelaku usaha hari ini, Rabu (20/5/2026), tertuju pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.

Di tengah tekanan eksternal yang terus membayangi, konsensus pasar melalui riset Ciptadana Sekuritas memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin (bps), dari posisi saat ini 4,75% menjadi 5,00%.

Langkah ini dipandang sebagai upaya taktis Bank Indonesia untuk merespons dinamika pasar keuangan global yang masih menantang. Terlebih, nilai tukar rupiah pada Rabu pagi bergerak melemah 37 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.743 dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.706 per dolar AS.

Menjaga Stabilitas di Tengah Tekanan

Keputusan menaikkan suku bunga ini tidak diambil tanpa alasan. Analis Ciptadana Sekuritas menyoroti beberapa faktor fundamental yang mendesak BI untuk mengambil langkah tegas:

  1. Pelemahan Rupiah: Mata uang Garuda tercatat telah terdepresiasi sebesar 5,79% secara year-to-date (YtD) ke level Rp17.656 per dolar AS.
  2. Penurunan Cadangan Devisa: Posisi cadangan devisa Indonesia per April 2026 menyusut ke angka US$146,2 miliar, dari sebelumnya US$148,2 miliar pada Maret. Ini merupakan level terendah sejak Juli 2024.
  3. Prioritas Stabilitas: Di tengah ketidakpastian global, menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah menjadi harga mati bagi BI demi mempertahankan kepercayaan investor internasional.

Namun, BI diprediksi tidak akan bersikap terlalu agresif. Pasalnya, tingkat inflasi tahunan Indonesia justru menunjukkan tren melandai, yakni di angka 2,42% pada April 2026—turun drastis dari 3,48% di bulan sebelumnya.

Angka inflasi ini berada di titik terendah sejak Agustus 2025 dan masih sangat nyaman berada di dalam rentang target sasaran BI, yakni 1,5%–3,5%. Moderasi inflasi inilah yang membuat kenaikan 25 bps dinilai jauh lebih tepat dibandingkan kenaikan drastis 50 bps.

Kenaikan suku bunga bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan memiliki implikasi nyata bagi ekonomi makro maupun kehidupan masyarakat sehari-hari:

1. Dampak bagi Masyarakat Umum:

baca juga

Bunga Kredit Akan Naik: Bank komersial biasanya akan menyesuaikan suku bunga kredit mereka (seperti Kredit Kepemilikan Rumah/KPR, kredit kendaraan, dan kredit usaha) mengikuti kenaikan BI Rate. Cicilan bulanan bagi debitur dengan bunga floating berpotensi meningkat.

Bunga Deposito Menarik: Bagi masyarakat yang gemar menabung di deposito, kenaikan suku bunga adalah kabar baik karena imbal hasil bunga simpanan akan lebih tinggi.

Daya Beli Tertekan: Kenaikan biaya pinjaman dapat memperlambat konsumsi rumah tangga, karena masyarakat cenderung lebih memilih menabung daripada mencicil barang konsumsi.

2. Dampak bagi Sektor Ekonomi & Bisnis:

Efek Penguatan Rupiah: Kenaikan suku bunga akan menarik minat investor asing untuk menempatkan dananya di aset dalam Rupiah (seperti Surat Berharga Negara), sehingga membantu Rupiah kembali menguat dan menekan harga barang impor.

Perlambatan Investasi Bisnis: Bagi dunia usaha, biaya modal (cost of fund) akan meningkat. Perusahaan mungkin akan menunda ekspansi atau belanja modal karena pinjaman bank menjadi lebih mahal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Patok Rupiah Hingga Rp 17.500/USD di RAPBN 2027

Prabowo Patok Rupiah Hingga Rp 17.500/USD di RAPBN 2027

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 10:54 WIB

Prabowo Bacakan Langsung KEM-PPKF RAPBN di DPR, Ketua Komisi XI DPR: Bukan karena Rupiah Melemah

Prabowo Bacakan Langsung KEM-PPKF RAPBN di DPR, Ketua Komisi XI DPR: Bukan karena Rupiah Melemah

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 10:23 WIB

Rupiah Paling Lemah di Asia, Kini Tembus Rp17.743 per Dolar AS

Rupiah Paling Lemah di Asia, Kini Tembus Rp17.743 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 10:06 WIB

Bank Indonesia Diramal Naikkan Suku Bunga Jadi 5 Persen Hari Ini

Bank Indonesia Diramal Naikkan Suku Bunga Jadi 5 Persen Hari Ini

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:33 WIB

Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'

Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:31 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×