Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.318,500
LQ45 630,677
Srikehati 317,136
JII 401,976
USD/IDR 17.600

Dari Rp34 Miliar Tinggal Rp15,3 Miliar, Trader Ini Jadi Korban Jumat Berdarah Kripto

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 21 Mei 2026 | 14:24 WIB
Dari Rp34 Miliar Tinggal Rp15,3 Miliar, Trader Ini Jadi Korban Jumat Berdarah Kripto
Ilustrasi Kripto (Unsplash.com/Kanchanara)
  • Aturan 1% dinilai efektif membatasi kerugian trader saat pasar bergejolak.
  • “Jumat Berdarah Kripto” 2025 jadi bukti pentingnya manajemen risiko.
  • Trader emosional dan overtrading berisiko kehilangan seluruh modal.

Suara.com - Gejolak pasar keuangan global kembali menjadi pengingat keras bagi para trader dan investor bahwa keuntungan besar selalu dibayangi risiko besar. Dalam dunia trading modern, terutama di pasar mata uang kripto yang sangat volatil, disiplin manajemen risiko kini dinilai jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar cuan cepat.

Broker CFD global Elev8 menyoroti pentingnya penerapan “aturan 1%” sebagai strategi perlindungan modal di tengah ancaman peristiwa pasar ekstrem atau black swan. Salah satu contoh paling dramatis terjadi pada Oktober 2025 dalam peristiwa yang dijuluki “Jumat Berdarah Kripto”, ketika gelombang likuidasi global menghapus saldo akun para trader hanya dalam hitungan jam.

Dalam ilustrasi yang dipaparkan Elev8, seorang trader dengan nilai akun sekitar US$2 juta atau Rp34 miliar (kurs Rp17.000) sempat mengalami penurunan hingga tersisa US$900 ribu atau Rp15,3 miliar akibat overtrading. Meski kerugian itu masih bisa ditoleransi, kejatuhan pasar kripto pada Oktober 2025 akhirnya menghapus seluruh sisa modal akibat tidak adanya pengelolaan risiko yang memadai.

Aturan 1% sendiri merupakan prinsip manajemen risiko yang membatasi potensi kerugian maksimal hanya sebesar 1% dari total modal dalam setiap transaksi. Artinya, trader dengan modal US$100 ribu hanya diperbolehkan mengambil risiko maksimal US$1.000 per posisi.

Strategi ini dianggap mampu menjaga keberlangsungan modal jangka panjang di tengah volatilitas tinggi aset seperti Bitcoin, emas, maupun pasangan mata uang global. Dengan stop loss yang disiplin, trader dapat bertahan lebih lama meski mengalami serangkaian kerugian.

Elev8 menjelaskan, trader yang mempertaruhkan 1% modal per transaksi hanya mengalami penurunan sekitar 10% setelah 10 kali kerugian beruntun. Sebaliknya, trader yang mengambil risiko 5% per transaksi bisa mengalami drawdown hingga sekitar 40%, sehingga membutuhkan keuntungan besar hanya untuk kembali ke titik impas.

Analis pasar keuangan Elev8, Kar Yong Ang, mengatakan banyak trader gagal bukan karena strategi yang buruk, melainkan akibat perilaku emosional dan eksposur risiko yang berlebihan.

Menurut dia, kesalahan umum trader meliputi pengambilan risiko terlalu besar demi pertumbuhan cepat, mengubah stop loss karena emosi, hingga risiko korelasi tersembunyi yang membuat sejumlah posisi tampak terdiversifikasi padahal sebenarnya bertumpu pada eksposur pasar yang sama.

“Disiplin, strategi terstruktur, dan perhitungan risiko yang benar pada akhirnya menentukan keberlanjutan jangka panjang dalam trading,” ujar Kar Yong Ang.

Elev8 menilai, fokus utama trader seharusnya bukan sekadar mengejar profit besar dalam satu transaksi, melainkan menjaga daya tahan modal agar tetap mampu bertahan di pasar dalam jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Investasi SBN untuk Pemula Saat Suku Bunga Naik dan Berapa Minimal Belinya?

Cara Investasi SBN untuk Pemula Saat Suku Bunga Naik dan Berapa Minimal Belinya?

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 13:31 WIB

Rupiah Melemah dan Suku Bunga Naik, Ini 3 Tipe Investasi untuk Pemula Amankan Tabungan

Rupiah Melemah dan Suku Bunga Naik, Ini 3 Tipe Investasi untuk Pemula Amankan Tabungan

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 13:08 WIB

Harga Emas Antam Lompat Tinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Harga Emas Antam Lompat Tinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:48 WIB

Terkini

Lalamove Masuk Jerman, Bidik 3,4 Juta UKM dengan Logistik On-Demand

Lalamove Masuk Jerman, Bidik 3,4 Juta UKM dengan Logistik On-Demand

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:08 WIB

Purbaya Klaim Tahu Apa yang Terjadi di Dugaan Kasus Korupsi Dirjen Bea Cukai

Purbaya Klaim Tahu Apa yang Terjadi di Dugaan Kasus Korupsi Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:01 WIB

Sosok di Balik Danantara Sumberdaya Indonesia, Direksinya Orang Asing

Sosok di Balik Danantara Sumberdaya Indonesia, Direksinya Orang Asing

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 13:33 WIB

Cara Investasi SBN untuk Pemula Saat Suku Bunga Naik dan Berapa Minimal Belinya?

Cara Investasi SBN untuk Pemula Saat Suku Bunga Naik dan Berapa Minimal Belinya?

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 13:31 WIB

Ini Alasan Hulu Migas Dikecualikan dari Skema Ekspor DSI

Ini Alasan Hulu Migas Dikecualikan dari Skema Ekspor DSI

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 13:14 WIB

Rupiah Melemah dan Suku Bunga Naik, Ini 3 Tipe Investasi untuk Pemula Amankan Tabungan

Rupiah Melemah dan Suku Bunga Naik, Ini 3 Tipe Investasi untuk Pemula Amankan Tabungan

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 13:08 WIB

Profil Luke Thomas Mahony, WN Australia Eks Petinggi Vale Jadi Dirut PT DSI

Profil Luke Thomas Mahony, WN Australia Eks Petinggi Vale Jadi Dirut PT DSI

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 12:56 WIB

Ekspor Mineral Disentralisasi ke Danantara, Bahlil Klaim Akhiri Modus Transfer Pricing

Ekspor Mineral Disentralisasi ke Danantara, Bahlil Klaim Akhiri Modus Transfer Pricing

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 12:31 WIB

5 Jenis KPR untuk Solusi Cicilan Nasabah dan Dampaknya Jika BI Naikkan Suku Bunga

5 Jenis KPR untuk Solusi Cicilan Nasabah dan Dampaknya Jika BI Naikkan Suku Bunga

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 12:16 WIB

IHSG Anjlok Usai DSI Dibentuk, Purbaya Sebut Investor Belum Paham Badan Ekspor Baru

IHSG Anjlok Usai DSI Dibentuk, Purbaya Sebut Investor Belum Paham Badan Ekspor Baru

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 12:11 WIB