Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.318,500
LQ45 630,677
Srikehati 317,136
JII 401,976
USD/IDR 17.600

Impor Minyak Rusia Tanpa Pertamina, Pemerintah Siapkan BLU Khusus

Mohammad Fadil Djailani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB
Impor Minyak Rusia Tanpa Pertamina, Pemerintah Siapkan BLU Khusus
Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM, Hendra Gunawan mengatakan pemerintah saat ini tengah merampungkan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai dasar hukum pembentukan BLU tersebut. Foto Yaumal-Suara.com
  • Pemerintah siapkan BLU khusus untuk impor minyak Rusia.
  • Pertamina berpotensi tak terlibat karena aturan global bond.
  • RI target impor 150 juta barel minyak hingga akhir 2026.

Suara.com - Pemerintah terus mematangkan skema impor minyak mentah dari Rusia dengan menyiapkan pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) sebagai pelaksana utama. Langkah ini dilakukan agar impor minyak tidak berbenturan dengan aturan pasar internasional yang membatasi kerja sama dengan Rusia akibat sanksi Barat.

Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM, Hendra Gunawan mengatakan pemerintah saat ini tengah merampungkan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai dasar hukum pembentukan BLU tersebut.

"Nah, dari pihak kami sudah menyiapkan Perpres tentang penunjukan BLU. Dan kemudian ini akan digodok terus, tindak lanjutnya, mekanismenya itu dalam bentuk permen atau kepmen, atau SOP-nya," ujar Hendra dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Ia menambahkan, Kementerian ESDM juga telah menyiapkan rancangan Peraturan Menteri sebagai turunan dari Perpres tersebut untuk mengatur mekanisme operasional impor minyak Rusia.

Skema ini membuka peluang besar bahwa impor minyak Rusia tidak akan melibatkan PT Pertamina (Persero) secara langsung. Pemerintah menilai Pertamina memiliki keterikatan terhadap aturan global karena mengandalkan pendanaan melalui obligasi internasional atau global bond.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyebut risiko terhadap kepatuhan global bond menjadi salah satu alasan pemerintah menyiapkan skema khusus di luar Pertamina.

"Pertamina dalam berbisnis menggunakan global bond. Itu harus menghindari hal-hal yang dapat melanggar global bond-nya dia. Makanya, skemanya sedang diproses," kata Laode.

Rencana impor minyak mentah dari Rusia merupakan tindak lanjut hasil pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pemerintah memandang langkah ini penting untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya tensi geopolitik global, terutama akibat memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia.

Volume impor yang disiapkan mencapai 150 juta barel minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan domestik hingga akhir 2026. Namun, impor akan dilakukan secara bertahap lantaran kapasitas penyimpanan minyak nasional masih terbatas sehingga pengiriman tidak bisa dilakukan sekaligus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertamina Bagikan Strategi Jaga Ketahanan Energi di Hadapan Mahasiswa

Pertamina Bagikan Strategi Jaga Ketahanan Energi di Hadapan Mahasiswa

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:53 WIB

Indonesia dan Pertamina Perkuat Kolaborasi Hadapi Geopolitik Demi Ketahanan Energi Nasional

Indonesia dan Pertamina Perkuat Kolaborasi Hadapi Geopolitik Demi Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 12:00 WIB

Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB

Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:34 WIB

Terkini

PGN Amankan Kesepakatan Strategis Pasokan Gas Bumi di IPA Convex 2026

PGN Amankan Kesepakatan Strategis Pasokan Gas Bumi di IPA Convex 2026

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:24 WIB

IHSG dan Rupiah Ambruk, Luhut ke Investor Global: Saya Minta Maaf Karena Situasi Ini!

IHSG dan Rupiah Ambruk, Luhut ke Investor Global: Saya Minta Maaf Karena Situasi Ini!

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:08 WIB

Aturan DHE SDA Resmi, Pemerintah Wajibkan Devisa Hasil Ekspor Disimpan ke Bank Negara

Aturan DHE SDA Resmi, Pemerintah Wajibkan Devisa Hasil Ekspor Disimpan ke Bank Negara

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:01 WIB

Gaji Seret dan Biaya Hidup Naik, Gen Z Kini Tak Bermimpi Punya Rumah

Gaji Seret dan Biaya Hidup Naik, Gen Z Kini Tak Bermimpi Punya Rumah

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:44 WIB

Pertamina Bagikan Strategi Jaga Ketahanan Energi di Hadapan Mahasiswa

Pertamina Bagikan Strategi Jaga Ketahanan Energi di Hadapan Mahasiswa

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:53 WIB

Danantara Sumberdaya Jadi Biang Kerok, IHSG Masuk Level 6.000

Danantara Sumberdaya Jadi Biang Kerok, IHSG Masuk Level 6.000

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:51 WIB

Status Danantara Sumberdaya Indonesia Bukan BUMN

Status Danantara Sumberdaya Indonesia Bukan BUMN

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:29 WIB

Hormati Kontrak, Pemerintah Pastikan Tidak Ada Pemotongan Kuota Ekspor Gas pada 2026

Hormati Kontrak, Pemerintah Pastikan Tidak Ada Pemotongan Kuota Ekspor Gas pada 2026

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Rp17.674 per Dolar, Pasien di Desa Hingga Penderita Kanker Ikut Terancam

Rupiah Rp17.674 per Dolar, Pasien di Desa Hingga Penderita Kanker Ikut Terancam

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:01 WIB

Rupiah Anjlok Lagi, Danantara Sumberdaya Indonesia Jadi Biang Kerok

Rupiah Anjlok Lagi, Danantara Sumberdaya Indonesia Jadi Biang Kerok

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:57 WIB