Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:22 WIB
Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar
Ilustrasi perang di Timur Tengah, sekitar Selat Hormuz. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Perang di Timur Tengah memicu gejolak global yang menyebabkan perlambatan ekonomi dunia serta peningkatan inflasi pada tahun 2026.
  • Bank Indonesia menyoroti kebijakan moneter Amerika Serikat yang ketat serta kenaikan imbal hasil obligasi memicu pelarian modal asing.
  • Ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif sebesar 5,61 persen pada triwulan I 2026 yang ditopang kuat oleh permintaan domestik.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menilai bahwa tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah semakin memperburuk kondisi dan prospek perekonomian dunia.

Penutupan Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan tekanan terhadap ekonomi global.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan kondisi ini juga berdampak pada terganggunya produksi, distribusi, serta rantai pasok perdagangan antarnegara yang mendorong kenaikan harga berbagai komoditas dunia.

"Situasi tersebut menjadi perhatian Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global dan tekanan inflasi dunia, " katanya dalam siaran pers yang diterima, Jumat (22/5/2026).

Menurut Perry Warjiyo, prospek pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2026 diperkirakan melambat menjadi sebesar 3,0 persen, sementara inflasi global meningkat hingga sekitar 4,3 persen.

Kebijakan moneter global pun diperkirakan semakin ketat seiring sejumlah bank sentral mulai menaikkan suku bunga acuannya.

Bank Indonesia menilai suku bunga kebijakan moneter Amerika Serikat atau Fed Funds Rate (FFR) diperkirakan belum akan turun hingga akhir 2026 dan berpotensi kembali naik pada 2027 karena inflasi AS masih tinggi.

(Kiri-Kanan) Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi dalam acara Sosialisasi Tata Kelola Ekspor SDA Strategis dan Implementasi Peraturan Pemerintah tentang DHE yang digelar di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
(Kiri-Kanan) Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi. [Suara.com/Dicky Prastya]

Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun menjadi 4,66 persen dan tenor 2 tahun sebesar 4,11 persen per 19 Mei 2026.

"Di pasar keuangan global, memburuknya kondisi global tersebut mendorong berlanjutnya pelarian modal keluar dari berbagai negara, termasuk negara Emerging Markets, ke aset yang memberikan imbal hasil tinggi dan aman (safe-haven assets) khususnya obligasi AS, "jelasnya.

baca juga

Selain itu, kondisi global yang semakin menantang mengharuskan adanya penguatan respons kebijakan serta sinergi antara fiskal dan moneter guna memperkuat ketahanan eksternal, menjaga stabilitas, dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik Indonesia.

Di sisi lain, Bank Indonesia mencatat momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terjaga positif.

Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 5,39 persen secara tahunan pada triwulan IV 2025 menjadi 5,61 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Kinerja tersebut ditopang kuat oleh permintaan domestik.

Konsumsi rumah tangga meningkat seiring naiknya mobilitas masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan dampak positif stimulus pemerintah.

Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh tinggi didorong realisasi program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta peningkatan belanja pegawai melalui gaji ke-14 atau Tunjangan Hari Raya (THR).

Investasi, khususnya investasi bangunan, juga mengalami peningkatan yang dipengaruhi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Namun, ekspor tercatat menurun akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada pada level yang baik melalui optimalisasi belanja pemerintah yang bersinergi dengan bauran kebijakan Bank Indonesia, termasuk pelonggaran kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran guna mendukung ekonomi digital serta keuangan inklusif.

Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen di tengah tantangan ekonomi global yang masih tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar

Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:34 WIB

Rupiah Melemah, Minyak Dunia Tetap di atas 100 Dolar AS, Ini Harga BBM di Indonesia!

Rupiah Melemah, Minyak Dunia Tetap di atas 100 Dolar AS, Ini Harga BBM di Indonesia!

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:45 WIB

Harga Minyak Dunia Jatuh Usai Trump Buka Ruang Negosiasi dengan Iran

Harga Minyak Dunia Jatuh Usai Trump Buka Ruang Negosiasi dengan Iran

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:57 WIB

Rupiah Terpuruk, DPR Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur

Rupiah Terpuruk, DPR Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:18 WIB

Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:55 WIB

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:46 WIB

Terkini

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Foto | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×