Rupiah Loyo, Orang RI Ramai-Ramai Timbun Dolar di Bank

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:02 WIB
Rupiah Loyo, Orang RI Ramai-Ramai Timbun Dolar di Bank
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Tabungan dolar di bank tumbuh lebih dari 23%.
  • Rupiah melemah, warga mulai diversifikasi aset.
  • OJK pastikan kondisi perbankan masih aman.

Suara.com - Melemahnya rupiah ternyata ikut mengubah perilaku masyarakat Indonesia dalam menyimpan uang. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan gejolak geopolitik dunia, masyarakat kini makin rajin menyimpan dolar AS di perbankan nasional.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam valuta asing (valas) hingga April 2026 tumbuh 10,87% secara tahunan (year on year/yoy). Lonjakan paling mencolok terjadi pada tabungan valas yang melesat 23,21% yoy dan deposito valas yang naik hingga 22% yoy.

Fenomena ini terjadi saat rupiah menghadapi tekanan dari sentimen global, mulai dari tensi geopolitik hingga kenaikan harga minyak dunia. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat memilih diversifikasi aset dengan menempatkan dana dalam mata uang asing.

Meski demikian, OJK menegaskan kondisi perbankan nasional masih sangat aman. Secara keseluruhan, DPK perbankan masih tumbuh sehat sebesar 11,39% yoy hingga April 2026 dan tetap didominasi simpanan rupiah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan peningkatan simpanan valas memang terlihat sejak awal tahun, namun masih dalam batas wajar.

“Porsi DPK valas terhadap total DPK sampai saat ini relatif stabil di kisaran 15%-16%,” ujar Dian dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).

Menurut OJK, pertumbuhan deposito dolar juga dipicu suku bunga valas yang kini lebih kompetitif. Bank-bank disebut memberikan insentif lebih menarik bagi eksportir agar menyimpan devisanya di dalam negeri.

Di sisi lain, ketahanan industri perbankan nasional dinilai masih solid. Rasio kecukupan modal (CAR) tetap tinggi, likuiditas memadai, dan eksposur risiko nilai tukar masih terkendali. Rasio Posisi Devisa Neto (PDN) perbankan juga masih jauh di bawah ambang batas maksimal.

Namun, OJK tetap mewaspadai dampak lanjutan dari kenaikan harga minyak global yang berpotensi memicu imported inflation dan cost-push inflation terhadap perekonomian nasional.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketidakpastian Kebijakan Pemerintah Seret Rupiah Semakin Melemah

Ketidakpastian Kebijakan Pemerintah Seret Rupiah Semakin Melemah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:09 WIB

IHSG Rontok 8 Hari Beruntun, BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen Gagal Selamatkan Rupiah

IHSG Rontok 8 Hari Beruntun, BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen Gagal Selamatkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:40 WIB

Market Cap IHSG Terpangkas Rp1.000 Triliun, Rupiah Anjlok: S&P Beri Sinyal Bahaya

Market Cap IHSG Terpangkas Rp1.000 Triliun, Rupiah Anjlok: S&P Beri Sinyal Bahaya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:37 WIB

Terkini

Luke Vickery Cuma Bisa Geleng-geleng Usai Timnas Indonesia Akhiri Penantian 35 Tahun

Luke Vickery Cuma Bisa Geleng-geleng Usai Timnas Indonesia Akhiri Penantian 35 Tahun

Bola | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Membedah Putusan MK soal Dokumen Pendidikan Wapres: Kepastian Hukum vs Realitas Administrasi

Membedah Putusan MK soal Dokumen Pendidikan Wapres: Kepastian Hukum vs Realitas Administrasi

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Ijazah SMA Gibran Tak Ditemukan, Legislator PDIP: Sangat Mungkin DPR Menindaklanjuti Putusan MK

Ijazah SMA Gibran Tak Ditemukan, Legislator PDIP: Sangat Mungkin DPR Menindaklanjuti Putusan MK

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kepantasan Gibran Jadi Wapres Dipertanyakan, Ray Rangkuti: Masih Layak Kalau Tak Punya Ijazah SMA?

Kepantasan Gibran Jadi Wapres Dipertanyakan, Ray Rangkuti: Masih Layak Kalau Tak Punya Ijazah SMA?

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Ketika Kesempurnaan Menyimpan Rahasia Gelap dalam Novel Girls in the Dark

Ketika Kesempurnaan Menyimpan Rahasia Gelap dalam Novel Girls in the Dark

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Sabun Kojie San untuk Wajah atau Badan? Simak Kegunaan dan Kandungannya

Sabun Kojie San untuk Wajah atau Badan? Simak Kegunaan dan Kandungannya

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:26 WIB

Cara Reapply Sunscreen di Atas Makeup Tanpa Merusak Riasan, Begini Langkah yang Benar

Cara Reapply Sunscreen di Atas Makeup Tanpa Merusak Riasan, Begini Langkah yang Benar

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:25 WIB

10 Tahun Debut Solo! Yesung Super Junior Bahas Perpisahan di Lagu Pedazos

10 Tahun Debut Solo! Yesung Super Junior Bahas Perpisahan di Lagu Pedazos

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Tanggapi Temuan MK soal Ijazah Gibran, Deddy Sitorus: Sejak Awal Tak Penuhi Syarat

Tanggapi Temuan MK soal Ijazah Gibran, Deddy Sitorus: Sejak Awal Tak Penuhi Syarat

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:20 WIB

WhatsApp Siapkan Fitur Baru Sembunyikan Chat dari Perangkat Terhubung

WhatsApp Siapkan Fitur Baru Sembunyikan Chat dari Perangkat Terhubung

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:20 WIB

×