Mengubah Hutan Bambu Jadi Sumber Kehidupan, Langkah Nyata Green Action 2026

M Nurhadi

Senin, 27 April 2026 | 12:55 WIB
Mengubah Hutan Bambu Jadi Sumber Kehidupan, Langkah Nyata Green Action 2026
PLN Indonesia Power UBP Bali Tanam 1.000 Pohon dan Resmikan Sistem Air Bersih di Hutan Bambu Sandan [Suara.com]
baca 10 detik
  • PLN Indonesia Power UBP Bali menanam 1.000 bibit pohon di Hutan Bambu Sandan, Tabanan, untuk memperkuat resapan air tanah.
  • Pihak perusahaan mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penanaman tanaman produktif dan konservatif bagi warga setempat.
  • Pembangunan sistem pompa hibrida telah direalisasikan guna mendukung distribusi air bersih yang efektif bagi kebutuhan domestik serta irigasi pertanian.

Suara.com - Keberadaan pepohonan merupakan komponen krusial dalam siklus hidrologi yang menjamin ketersediaan air bersih bagi kehidupan.

Secara mekanis, akar pohon berfungsi sebagai pori-pori alami yang memungkinkan air hujan meresap ke dalam lapisan akuifer tanah alih-alih terbuang sebagai aliran permukaan (run-off).

Proses infiltrasi ini sangat penting untuk mengisi kembali cadangan air tanah yang menjadi tumpuan utama kebutuhan konsumsi masyarakat dan irigasi pertanian.

Selain menjaga kuantitas air, vegetasi hutan berperan sebagai sistem penyaringan alami yang meningkatkan kualitas air.

Akar dan mikroorganisme di sekitar perakaran mampu menyerap polutan serta menstabilkan struktur tanah untuk mencegah erosi sedimen yang berisiko mencemari sumber mata air.

Dengan menjaga kelestarian area resapan, keberlanjutan pasokan air bersih dapat terjaga meski di tengah dinamika perubahan iklim yang ekstrem.

Dalam momentum peringatan Hari Bumi, PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali merealisasikan komitmen lingkungan melalui program Green Action 2026.

Aksi nyata ini diwujudkan dengan penanaman 1.000 bibit pohon di kawasan Hutan Bambu Sandan, Kabupaten Tabanan. Program ini mengintegrasikan aspek pelestarian alam dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah hutan lindung.

Adapun rincian bibit yang ditanam mencakup berbagai jenis tanaman produktif dan konservatif, yaitu:

baca juga
  • 600 batang bambu sebagai penopang utama resapan air.
  • 100 pohon kelengkeng, 100 jambu biji, dan 100 nangka untuk nilai ekonomi warga.
  • 50 pohon pala dan 50 beringin untuk penguatan struktur tanah dan konservasi jangka panjang.

Perwakilan manajemen PLN Indonesia Power UBP Bali, I Dewa Gede Agung Putra Prayadnya, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk dedikasi perusahaan untuk menghadirkan dampak ekologis yang terukur, melampaui sekadar kegiatan seremonial tahunan.

Selain penghijauan, program ini juga meresmikan instalasi penyaluran air bersih yang menghubungkan sumber mata air langsung ke kawasan Hutan Bambu Sandan.

Pembangunan infrastruktur ini meliputi pemasangan jaringan perpipaan, pengadaan mesin pompa listrik, pembangunan rumah pompa, hingga penyediaan bak penampungan air berskala besar.

Inovasi teknis yang diterapkan dalam proyek ini adalah penggunaan sistem pompa hibrida. Teknologi ini mengombinasikan pompa listrik dengan pompa hidram, hasil kolaborasi strategis bersama Kodam IX/Udayana.

Sistem ini dirancang agar distribusi air berjalan lebih efektif, efisien secara energi, serta tetap ramah terhadap ekosistem sekitar.

Kegiatan yang melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Kerta Lestari ini mendapat apresiasi positif dari otoritas setempat.

Camat Baturiti, Sayu Made Parwati, menyatakan bahwa bantuan infrastruktur tersebut sangat relevan dengan kebutuhan mendesak warga dalam menjaga ketersediaan air untuk aktivitas domestik dan lahan pertanian.

Senada dengan hal tersebut, Perbekel Desa Bangli, I Made Adiasa, menilai program ini memberikan solusi jangka panjang bagi tantangan akses air bersih di desanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Jadi Sering Mati Lampu, ESDM Investigasi Dugaan Kerusakan Gardu PLN, Apa Penyebabnya?

Jakarta Jadi Sering Mati Lampu, ESDM Investigasi Dugaan Kerusakan Gardu PLN, Apa Penyebabnya?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:41 WIB

Ditanya soal Jakarta Mati Listrik Massal, Wamen ESDM Yuliot Tanjung: Saya Juga Kena Dampak!

Ditanya soal Jakarta Mati Listrik Massal, Wamen ESDM Yuliot Tanjung: Saya Juga Kena Dampak!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 14:24 WIB

Listrik PLN Anjlok, Lampu Merah di Jakarta Banyak yang Mati, Polisi Waspada Macet Parah Sore Ini

Listrik PLN Anjlok, Lampu Merah di Jakarta Banyak yang Mati, Polisi Waspada Macet Parah Sore Ini

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:53 WIB

PLN Cari Biang Kerok Penyebab Mati Listrik Massal di Jakarta

PLN Cari Biang Kerok Penyebab Mati Listrik Massal di Jakarta

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 14:01 WIB

Mati Listrik Massal di Jakarta Landa Manggarai hingga Tebet

Mati Listrik Massal di Jakarta Landa Manggarai hingga Tebet

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 12:29 WIB

Listrik Mati di Beberapa Wilayah di Jakarta, PLN Konfirmasi Terjadi Gangguan Suplai

Listrik Mati di Beberapa Wilayah di Jakarta, PLN Konfirmasi Terjadi Gangguan Suplai

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 11:55 WIB

Terkini

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:45 WIB

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:05 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 21:53 WIB

×