Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Industri Migas RI Hadapi Ancaman Infrastruktur Tua, Apa Solusinya

Achmad Fauzi | Suara.com

Minggu, 24 Mei 2026 | 11:04 WIB
Industri Migas RI Hadapi Ancaman Infrastruktur Tua, Apa Solusinya
Ilustrasi infrastruktur Migas.
  • Henkel menyoroti tantangan penurunan efisiensi infrastruktur migas Indonesia akibat usia aset yang menua dalam ajang IPA Convex 2026.
  • Perusahaan memperkenalkan teknologi perlindungan aset seperti LOCTITE dan STOPAQ guna mendukung operasional migas yang lebih andal dan aman.
  • Hugo Quintanilla menyarankan pergeseran strategi pengelolaan aset menuju pendekatan preventif untuk menekan biaya kerugian akibat gangguan operasional fasilitas.

Suara.com - Perusahaan industri perekat dan pelapis, Henkel menyoroti tantangan besar yang dihadapi industri minyak dan gas (migas) Indonesia. Misalnya, dari infrastruktur produksi yang menua, sehingga berpotensi menekan efisiensi operasional dan meningkatkan risiko gangguan fasilitas.

Henkel menilai sebagian besar aset migas nasional telah beroperasi selama beberapa dekade sehingga membutuhkan perawatan lebih intensif agar tetap andal dan efisien dalam jangka panjang.

Dalam ajang IPA Convex 2026, Henkel memperkenalkan sejumlah solusi perlindungan dan perbaikan aset untuk mendukung operasional industri migas nasional.

Fasilitas Minyak dan Gas Milik MedcoEnergi. [Dok MEDC).
Infrastruktur Migas.

Rangkaian teknologi yang diperkenalkan mencakup LOCTITE untuk meningkatkan keandalan mesin dan peralatan produksi, STOPAQ untuk perlindungan korosi jangka panjang, CSNRI untuk perbaikan dan penguatan struktur pipa proses maupun saluran pipa, serta Mascoat berupa lapisan isolasi termal dan perlindungan UV bagi industri berat.

"Kebutuhan akan solusi yang dapat memperpanjang umur aset dan meningkatkan efisiensi energi telah menjadi prioritas utama perusahaan dalam mendukung keberlanjutan industri minyak dan gas di Indonesia," ujar Head of Infrastructure Protection & Repair APAC at Henkel Adhesive Technologies, Hugo Quintanilla di Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Henkel menilai tantangan industri migas saat ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi nasional, tetapi juga upaya menjaga fasilitas yang telah menua agar tetap produktif dan aman digunakan.

Menurut Hugo, perusahaan migas perlu mulai mengubah strategi pengelolaan aset dari pendekatan reaktif menjadi preventif guna menghindari kerugian operasional yang lebih besar.

Ia menyebut biaya perbaikan darurat dan hilangnya produksi jauh lebih mahal dibandingkan investasi preventif. Bahkan, satu jam downtime secara global dapat menimbulkan kerugian hingga hampir 500.000 dolar AS atau sekitar Rp 8,8 miliar dengan asumsi kurs Rp 17.723 per dolar AS.

"Dengan solusi andal yang ditawarkan Henkel, kebutuhan akan perbaikan jangka pendek yang berulang dapat dikurangi secara signifikan, sekaligus meminimalkan risiko kegagalan aset kritis," tambah Hugo.

Henkel mengklaim teknologinya telah digunakan dalam berbagai proyek strategis nasional, termasuk ratusan aplikasi perpipaan di wilayah Sumatra hingga Kalimantan.

Perusahaan juga melihat kebutuhan perlindungan aset industri di Indonesia akan terus meningkat seiring pertumbuhan aktivitas industri dan konsumsi energi nasional.

"Bagi Henkel, Indonesia bukan hanya memiliki potensi besar, tetapi juga akan terus berkembang dalam jangka panjang, terutama di sektor migas, energi dan industri berat," pungkas Hugo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SKK Migas Jemput Bola, Pelaku Usaha Serbu Layanan CIVD dan IOG e-Commerce di IPA Convex 2026

SKK Migas Jemput Bola, Pelaku Usaha Serbu Layanan CIVD dan IOG e-Commerce di IPA Convex 2026

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:30 WIB

Bahlil Buka 118 Blok Migas, Investor Tak Perlu Nego di Belakang Meja

Bahlil Buka 118 Blok Migas, Investor Tak Perlu Nego di Belakang Meja

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:45 WIB

Ini Alasan Hulu Migas Dikecualikan dari Skema Ekspor DSI

Ini Alasan Hulu Migas Dikecualikan dari Skema Ekspor DSI

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 13:14 WIB

Terkini

4 Saham RI Kembali Terlempar dari Indeks Global FTSE Russell, Ini Penyebabnya

4 Saham RI Kembali Terlempar dari Indeks Global FTSE Russell, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:55 WIB

IHSG Ambles 8,35% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 1.190 Triliun

IHSG Ambles 8,35% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 1.190 Triliun

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:11 WIB

Tak Hanya Kelola Dana Pensiun, Asabri Kini Garap UMKM hingga Ekonomi Hijau

Tak Hanya Kelola Dana Pensiun, Asabri Kini Garap UMKM hingga Ekonomi Hijau

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:03 WIB

AS dan Iran Dikabarkan Sepakat Perjanjian Damai, Selat Hormuz Segera Dibuka!

AS dan Iran Dikabarkan Sepakat Perjanjian Damai, Selat Hormuz Segera Dibuka!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:00 WIB

Kok Bisa Listrik di Sumatra Mati Secara Serentak

Kok Bisa Listrik di Sumatra Mati Secara Serentak

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:32 WIB

Purbaya Janji Bakal Awasi Badan Ekspor PT DSI, Ancam Pecat Jika Pegawai Mendadak Kaya

Purbaya Janji Bakal Awasi Badan Ekspor PT DSI, Ancam Pecat Jika Pegawai Mendadak Kaya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:00 WIB

Purbaya Akui Badan Ekspor DSI Dibentuk Gegara Banyak Kebocoran di Bea Cukai

Purbaya Akui Badan Ekspor DSI Dibentuk Gegara Banyak Kebocoran di Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 08:30 WIB

Berat Badan Purbaya Turun 10 Kg usai 8 Bulan Jabat Menkeu

Berat Badan Purbaya Turun 10 Kg usai 8 Bulan Jabat Menkeu

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 08:00 WIB

Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini, Pemula Wajib Cek Sebelum Investasi

Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini, Pemula Wajib Cek Sebelum Investasi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 07:45 WIB

Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut

Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:57 WIB