Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

OJK Tekankan Pentingnya Pasar Modal demi Pertumbuhan 7,5 Persen, Tapi Modal Asing Terus Kabur

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Senin, 25 Mei 2026 | 16:20 WIB
OJK Tekankan Pentingnya Pasar Modal demi Pertumbuhan 7,5 Persen, Tapi Modal Asing Terus Kabur
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menekankan pentingnya penguatan pasar modal dan keuangan digital untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional 7,5 persen di 2027. [Suara.com/Rina Anggraeni]
baca 10 detik
  • Ketua Dewan OJK Friderica Widyasari Dewi menekankan pentingnya penguatan pasar modal dan keuangan digital untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional 7,5 persen pada tahun 2027.
  • Indonesia memerlukan total pembiayaan sebesar Rp8.600 triliun yang tidak dapat dipenuhi hanya melalui sektor perbankan, sehingga dibutuhkan diversifikasi sumber pendanaan yang lebih luas.
  • Pemerintah menghadapi tantangan arus keluar modal asing signifikan di pasar obligasi dan saham akibat kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal dan kebijakan domestik.

Suara.com - Ketua Dewan OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan sektor pasar modal dan keuangan digital harus diperkuat agar bisa menjadi tumpuan dalam mencapai target pembangunan ekonomi nasional 7,5 persen di 2027 mendatang.

Hal itu disampaikan Kiki, sapaan akbran Friderica, saat arus keluar modal asing dari Indonesia terus mengalir di tengah kondisi perekonomian dunia yang tak menentu dan situasi domestik juga semakin tidak pasti dengan berbagai kebijakan baru pemerintah.

Kini mengatakan untuk mencapai pertumbuhan 7,5 persen, menurut data Bappenas, diperlukan modal sekitar Rp8.600 triliun. Sementara dana tersebut tak bisa hanya mengandalkan perbankan, tetapi juga pasar modal dan jasa keuangan digital.

"Data dari Bappenas yang menyampaikan bahwa Indonesia butuh angka yang cukup besar untuk pembiayaan, untuk mendukung sektor pertumbuhan ekonomi kita.Mungkin sekitar Rp8.600 triliun," katanya di Balai Kartini, Senin (25/5/2026).

Karena itu, menurutnya, sumber pembiayaan tidak dapat hanya bertumpu pada sektor perbankan, melainkan perlu didukung sektor lain. Salah satunya pasar modal dan layanan keuangan digital.

“Pembiayaan ekonomi Indonesia membutuhkan dukungan yang lebih luas. Tidak hanya dari perbankan, tetapi juga sumber pembiayaan baru agar pertumbuhan ekonomi nasional dapat berjalan optimal,” ujar Friderica.

Ia menjelaskan, intermediasi sektor perbankan masih menunjukkan tren positif. Kredit perbankan pada Maret 2026 tercatat tumbuh sebesar 9,49 persen secara tahunan atau year-on-year menjadi Rp8.659 triliun.

Sementara dana pihak ketiga juga meningkat 13,5 persen secara year-on-year menjadi Rp10.231 triliun dengan kondisi permodalan dan likuiditas yang tetap terjaga.

Selain perbankan, pertumbuhan juga terjadi di sektor lain seperti industri asuransi, dana pensiun, serta perusahaan pembiayaan. Menurut Friderica, seluruh sektor tersebut masih mencatatkan profil risiko yang terkendali sehingga mampu menjaga stabilitas sektor jasa keuangan nasional.

baca juga

Di sektor pasar modal, OJK mengakui adanya koreksi indeks harga saham seiring dinamika global dan reformasi integritas yang tengah dilakukan. Meski demikian, Friderica menegaskan bahwa investasi di pasar modal Indonesia harus dipandang sebagai investasi jangka panjang dengan mempertimbangkan fundamental ekonomi nasional yang tetap kuat.

“Semua upaya yang dilakukan saat ini bertujuan untuk memperkuat pembiayaan ekonomi nasional, baik dari sektor perbankan maupun sektor lain, terutama pasar modal,” katanya.

Ironisnya itu menurut data Permata Bank, Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mengalami arus modal keluar (capital outflow) di pasar obligasi (bond market). Tak hanya itu, jumlah kapital yang kabur dari pasar modal juga cukup besar.

"Hanya Indonesia yang mengalami outflow. Sedih banget. Hanya Indonesia yang mengalami outflow," tegas ekonom Permata Bank Josua Pardede dalam Pelatihan Media Bank Indonesia di Makassar, Jumat (22/5/2025).

Permata Bank mencatat investor asing masih membukukan net outflow sekitar US$1,48 miliar di pasar obligasi Indonesia sepanjang kuartal I 2026. Sementara di pasar saham, net outflow mencapai US$1,95 miliar.

Josua mengatakan kondisi itu menunjukkan investor global mulai mencermati risiko domestik Indonesia, terutama terkait fiskal dan kualitas kebijakan ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertumbuhan Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Memuaskan, Tuai Berbagai Pujian

Pertumbuhan Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Memuaskan, Tuai Berbagai Pujian

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:55 WIB

IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor

IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:01 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB

Rupiah Anjlok, Nasabah Mulai Berbondong-bondong Nabung Dolar AS

Rupiah Anjlok, Nasabah Mulai Berbondong-bondong Nabung Dolar AS

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:14 WIB

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:21 WIB

Terkini

Kim Sang-sik Sesumbar Usai Vietnam Hajar Thailand di Final Piala AFF 2026, Tantang Messi dan Ronaldo

Kim Sang-sik Sesumbar Usai Vietnam Hajar Thailand di Final Piala AFF 2026, Tantang Messi dan Ronaldo

Bola | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:22 WIB

Jadi Polemik, BPS Ungkap Alasan Warga Ekonomi Rendah Masuk Kelompok Desil Tinggi

Jadi Polemik, BPS Ungkap Alasan Warga Ekonomi Rendah Masuk Kelompok Desil Tinggi

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:21 WIB

Sengaja Dibakar! Ini Daftar Konglomerat RI yang Kuasai Lahan Sawit Kalimantan

Sengaja Dibakar! Ini Daftar Konglomerat RI yang Kuasai Lahan Sawit Kalimantan

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:18 WIB

Perkuat Pencegahan TPPO, Kanwil Imigrasi Sumut Gandeng BP3MI hingga Polda Dorong Sinergi PIMPASA

Perkuat Pencegahan TPPO, Kanwil Imigrasi Sumut Gandeng BP3MI hingga Polda Dorong Sinergi PIMPASA

Sumut | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:18 WIB

Prabowo ke Sumsel Cek Karhutla, Akankah Kembali Tanpa Masker di Tengah Kabut Asap?

Prabowo ke Sumsel Cek Karhutla, Akankah Kembali Tanpa Masker di Tengah Kabut Asap?

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:17 WIB

Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros

Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros

Sulsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Pakar Hukum Unair: Izin Geledah Kasus Febrie Berpotensi Cacat, Bisa Bikin Alat Bukti Gugur!

Pakar Hukum Unair: Izin Geledah Kasus Febrie Berpotensi Cacat, Bisa Bikin Alat Bukti Gugur!

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Bukan Soal Terkenal, Elkan Baggott Blak-blakan Rasa Bangga Bela Timnas Indonesia

Bukan Soal Terkenal, Elkan Baggott Blak-blakan Rasa Bangga Bela Timnas Indonesia

Bola | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:13 WIB

Meghan Markle Comeback! Lagi Negosiasi Main di Serial The Gentlemen

Meghan Markle Comeback! Lagi Negosiasi Main di Serial The Gentlemen

Entertainment | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:11 WIB

BNI dan BI Edukasi Pengunjung wondrX 2026 Waspadai Kejahatan Siber

BNI dan BI Edukasi Pengunjung wondrX 2026 Waspadai Kejahatan Siber

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:09 WIB

×