Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Senin, 25 Mei 2026 | 13:01 WIB
IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi [Suara.com/Rina]
baca 10 detik
  • OJK menyatakan koreksi IHSG dipicu dinamika geopolitik global dan reformasi integritas pasar modal nasional yang sedang berlangsung.
  • Friderica Widyasari Dewi menegaskan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia tetap kuat karena didukung fundamental ekonomi nasional.
  • OJK meluncurkan tiga program strategis untuk memperkuat pembiayaan daerah, ekosistem UMKM, dan akselerasi pendalaman pasar keuangan nasional.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penilaian strategis terkait pergerakan pasar modal domestik yang belakangan ini terus mengalami tekanan koreksi.

Lembaga pengawas keuangan tersebut menegaskan bahwa penurunan indeks saham saat ini terjadi seiring dengan besarnya paparan dinamika geopolitik global, serta adanya langkah reformasi integritas yang tengah digalakkan secara masif di internal sektor pasar modal nasional.

Meski posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini terlempar ke kisaran level 6.100, otoritas meminta para pelaku pasar tidak panik.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa aktivitas investasi di pasar modal Indonesia terbukti masih memiliki proyeksi serta prospek jangka panjang yang sangat kuat, berkat pondasi fundamental ekonomi nasional yang terus dikawal ketat oleh pemerintah.

"Kita menyampaikan bahwa investasi di pasar modal, investasi di negara Indonesia adalah investasi jangka panjang. Karena itu kita harus selalu melihat bagaimana fundamental ekonomi kita ke depan," ungkap Friderica saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Friderica menekankan pentingnya bagi para pemodal untuk tetap fokus mengamati indikator makroekonomi dalam negeri serta berbagai langkah konkret yang diambil pemerintah bersama sektor jasa keuangan dalam memperkokoh struktur pembiayaan nasional.

Ke depan, pasar modal dituntut tidak hanya mengandalkan sektor perbankan saja, melainkan wajib bertransformasi menjadi pilar pembiayaan strategis guna memacu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus mengembalikan kepercayaan investor global.

"Kita lakukan untuk terus mendukung pembiayaan yang juga selain disokong dari sektor perbankan, juga tentunya disokong oleh sektor-sektor lain, terutama juga dari pasar modal," urainya menambahkan.

Lebih mendalam, OJK menggarisbawahi bahwa untuk mencapai lompatan ekonomi yang masif, Indonesia membutuhkan hadirnya mesin-mesin pertumbuhan ekonomi baru yang jauh lebih kokoh.

baca juga

Mesin pertumbuhan tersebut harus ditopang oleh basis ketersediaan dana pembiayaan yang semakin dalam, likuid, dan bervariasi.

Dalam konteks ini, industri jasa keuangan tidak boleh sekadar berfungsi sebagai wadah penempatan modal bagi masyarakat kelas atas, melainkan harus mengambil peran yang lebih besar sebagai pemasok utama likuiditas jangka panjang bagi proyek pembangunan infrastruktur strategis nasional.

"Kita membutuhkan mesin-mesin pertumbuhan yang lebih solid, mesin-mesin pertumbuhan ekonomi yang baru, ditunjang dengan basis pembiayaan yang semakin dalam dan beragam," jelas Friderica.

Dalam kesempatan yang sama, pihak OJK turut memaparkan sejumlah cetak biru program strategis yang tengah digulirkan guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional, yang meliputi tiga klaster utama:

  • Optimalisasi Pembiayaan Daerah: Peningkatan alokasi pembiayaan di sektor jasa keuangan diarahkan agar dapat diserap secara optimal oleh jajaran pemerintah daerah demi mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur fisik dan ekonomi di wilayah masing-masing.
  • Penguatan Ekosistem UMKM Struktural: OJK secara resmi telah membentuk departemen khusus yang didekasikan untuk pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lembaga baru ini bertugas mengintegrasikan program penguatan UMKM secara terstruktur dengan seluruh korporasi di industri jasa keuangan.
  • Akselerasi Pendalaman Pasar Keuangan: Langkah ini dipasang sebagai instrumen vital untuk memperluas opsi pencarian dana pembangunan nasional di tengah ketidakpastian kondisi pasar global.

“Kami bersama asosiasi sektor keuangan berkomitmen mengembangkan ekosistem UMKM agar semakin kuat dan mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Dibuka Hijau Lagi, Bertahan di Level 6.100

IHSG Dibuka Hijau Lagi, Bertahan di Level 6.100

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:16 WIB

IHSG Anjlok 8,5 Persen Pekan Lalu, Masihkah Ada Harapan Rebound Hari Ini?

IHSG Anjlok 8,5 Persen Pekan Lalu, Masihkah Ada Harapan Rebound Hari Ini?

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:13 WIB

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:01 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:24 WIB

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:55 WIB

Terkini

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

Status Pekerja Outsourcing Diubah, Ini Penjelasan Lengkap dari Kemnaker

Status Pekerja Outsourcing Diubah, Ini Penjelasan Lengkap dari Kemnaker

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:55 WIB

Profil Sunaryanto, Direktur Utama Pertamina Hulu Migas yang Baru

Profil Sunaryanto, Direktur Utama Pertamina Hulu Migas yang Baru

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:25 WIB

8 Bank Resmi Merger, OJK Ungkap Alasannya

8 Bank Resmi Merger, OJK Ungkap Alasannya

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 15:22 WIB

Ekonom Wanti-wanti Defisit APBN Bisa Lebihi 3% Jika Harga Minyak Dunia Tembus Segini

Ekonom Wanti-wanti Defisit APBN Bisa Lebihi 3% Jika Harga Minyak Dunia Tembus Segini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:58 WIB

OKX Masuk Bisnis AI, Bidik Ekonomi Agen Otonom Bernilai Triliunan Dolar

OKX Masuk Bisnis AI, Bidik Ekonomi Agen Otonom Bernilai Triliunan Dolar

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:55 WIB

70 Tahun Danamon, Perkuat Komitmen Tumbuh Bersama Nasabah di Setiap Langkah

70 Tahun Danamon, Perkuat Komitmen Tumbuh Bersama Nasabah di Setiap Langkah

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:33 WIB

Aset Properti Jampidsus Febrie Adriansyah Tersebar di Jabar, Didominasi Lokasi Elit

Aset Properti Jampidsus Febrie Adriansyah Tersebar di Jabar, Didominasi Lokasi Elit

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:12 WIB

INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade

INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:55 WIB

×