Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Rupiah Anjlok, Nasabah Mulai Berbondong-bondong Nabung Dolar AS

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Minggu, 24 Mei 2026 | 11:14 WIB
Rupiah Anjlok, Nasabah Mulai Berbondong-bondong Nabung Dolar AS
OJK mencatat tabungan valas berupa dolar AS naik. [Antara].
baca 10 detik
  • OJK mencatat Dana Pihak Ketiga perbankan Indonesia tumbuh 11,39 persen secara tahunan hingga bulan April tahun 2026.
  • Pertumbuhan DPK valuta asing sebesar 10,87 persen dipicu oleh suku bunga deposito kompetitif bagi para eksportir domestik.
  • Kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap solid dengan inflasi terkendali di tengah ketidakpastian serta gejolak pasar keuangan global.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Dana Piha Ketiga (DPK) valuta asing (valas) atau berdenominasi dolar AS alami pertumbuhan sebesar 10,87 persen yoy.

Secara rinci, DPK valas itu terdiri dari giro valas sebesar 3,15 persen yoy, tabungan valas sebesar 23,21 persen yoy, dan deposito valas sebesar 22,00 persen yoy.

"Peningkatan DPK valas masih tergolong wajar sehingga porsi DPK valas terhadap total DPK sampai saat ini relatif stabil dan bergerak pada kisaran 15 persen hingga 16 persen," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Ilustrasi menabung (Pexels/www.kaboompics.com)
Ilustrasi menabung dolar AS (Pexels/www.kaboompics.com)

Menurut OJK, peningkatan porsi DPK valas terutama terjadi pada instrumen deposito. Hal tersebut dipengaruhi suku bunga deposito valas yang ditawarkan sejumlah bank besar cukup kompetitif, sekaligus menjadi insentif bagi eksportir untuk menempatkan dananya di dalam negeri.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, jumlah rekening DPK hingga April 2026 mencapai 667.169.152 rekening atau tumbuh sebesar 7,22 persen yoy.

Mayoritas rekening tersebut masih didominasi oleh rekening dalam denominasi rupiah.

Sementara, DPK berdenominasi rupiah telah meningkat sebesar 11,49 persen yoy. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan giro rupiah sebesar 23,25 persen yoy, tabungan sebesar 7,88 persen yoy, dan deposito sebesar 6,91 persen yoy.

"Pertumbuhan DPK ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan nasional masih tetap tinggi," Jelasnya

OJK pun menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dalam menghadapi ketidakpastian global.

baca juga

Pasalnya, gejolak geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia bisa memicu volatilitas pasar keuangan global serta penguatan indeks dolar Amerika Serikat yang berdampak pada fluktuasi nilai tukar di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dalam hal ini, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan ekonomi Indonesia masih kuat. Terbukti, inflasi yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi domestik yang positif turut menopang pertumbuhan DPK perbankan nasional yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi global.

"Hingga April 2026, DPK perbankan tercatat tumbuh sebesar 11,39 persen secara tahunan atau year on year (yoy)," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank

BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:54 WIB

Rupiah Loyo, Orang RI Ramai-Ramai Timbun Dolar di Bank

Rupiah Loyo, Orang RI Ramai-Ramai Timbun Dolar di Bank

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:02 WIB

Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS

Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:26 WIB

Terkini

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

×