Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Anjlok, Nasabah Mulai Berbondong-bondong Nabung Dolar AS

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Minggu, 24 Mei 2026 | 11:14 WIB
Rupiah Anjlok, Nasabah Mulai Berbondong-bondong Nabung Dolar AS
OJK mencatat tabungan valas berupa dolar AS naik. [Antara].
baca 10 detik
  • OJK mencatat Dana Pihak Ketiga perbankan Indonesia tumbuh 11,39 persen secara tahunan hingga bulan April tahun 2026.
  • Pertumbuhan DPK valuta asing sebesar 10,87 persen dipicu oleh suku bunga deposito kompetitif bagi para eksportir domestik.
  • Kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap solid dengan inflasi terkendali di tengah ketidakpastian serta gejolak pasar keuangan global.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Dana Piha Ketiga (DPK) valuta asing (valas) atau berdenominasi dolar AS alami pertumbuhan sebesar 10,87 persen yoy.

Secara rinci, DPK valas itu terdiri dari giro valas sebesar 3,15 persen yoy, tabungan valas sebesar 23,21 persen yoy, dan deposito valas sebesar 22,00 persen yoy.

"Peningkatan DPK valas masih tergolong wajar sehingga porsi DPK valas terhadap total DPK sampai saat ini relatif stabil dan bergerak pada kisaran 15 persen hingga 16 persen," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Ilustrasi menabung (Pexels/www.kaboompics.com)
Ilustrasi menabung dolar AS (Pexels/www.kaboompics.com)

Menurut OJK, peningkatan porsi DPK valas terutama terjadi pada instrumen deposito. Hal tersebut dipengaruhi suku bunga deposito valas yang ditawarkan sejumlah bank besar cukup kompetitif, sekaligus menjadi insentif bagi eksportir untuk menempatkan dananya di dalam negeri.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, jumlah rekening DPK hingga April 2026 mencapai 667.169.152 rekening atau tumbuh sebesar 7,22 persen yoy.

Mayoritas rekening tersebut masih didominasi oleh rekening dalam denominasi rupiah.

Sementara, DPK berdenominasi rupiah telah meningkat sebesar 11,49 persen yoy. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan giro rupiah sebesar 23,25 persen yoy, tabungan sebesar 7,88 persen yoy, dan deposito sebesar 6,91 persen yoy.

"Pertumbuhan DPK ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan nasional masih tetap tinggi," Jelasnya

OJK pun menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dalam menghadapi ketidakpastian global.

baca juga

Pasalnya, gejolak geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia bisa memicu volatilitas pasar keuangan global serta penguatan indeks dolar Amerika Serikat yang berdampak pada fluktuasi nilai tukar di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dalam hal ini, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan ekonomi Indonesia masih kuat. Terbukti, inflasi yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi domestik yang positif turut menopang pertumbuhan DPK perbankan nasional yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi global.

"Hingga April 2026, DPK perbankan tercatat tumbuh sebesar 11,39 persen secara tahunan atau year on year (yoy)," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank

BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:54 WIB

Rupiah Loyo, Orang RI Ramai-Ramai Timbun Dolar di Bank

Rupiah Loyo, Orang RI Ramai-Ramai Timbun Dolar di Bank

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:02 WIB

Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS

Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:26 WIB

Terkini

Meriahkan HUT Kemerdekaan, Turnamen Sepak Bola di Kabupaten Tangerang Sukses Digelar

Meriahkan HUT Kemerdekaan, Turnamen Sepak Bola di Kabupaten Tangerang Sukses Digelar

Bola | Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Pemprov DKI Kaji Usulan Penghapusan Jalur Sepeda di Jakarta

Pemprov DKI Kaji Usulan Penghapusan Jalur Sepeda di Jakarta

Video | Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:38 WIB

Rektor Unsoed Jadi Tersangka KPK, Kemdiktisaintek Tunjuk Ali Rokhman sebagai Plt

Rektor Unsoed Jadi Tersangka KPK, Kemdiktisaintek Tunjuk Ali Rokhman sebagai Plt

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda

Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung

Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Viral 4 Kementerian Alokasikan Dana Rp4,1 Miliar untuk Pengadaan Mobil Golf

Viral 4 Kementerian Alokasikan Dana Rp4,1 Miliar untuk Pengadaan Mobil Golf

Entertainment | Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Beli Sepatu ANTA Dapat Diskon Ratusan Ribu dari BRI, Cek Caranya di Sini!

Beli Sepatu ANTA Dapat Diskon Ratusan Ribu dari BRI, Cek Caranya di Sini!

Bri | Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:02 WIB

Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?

Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Karhutla Makin Ganas, Anggaran Pencegahan Kalah dari Belanja Rutin Daerah

Karhutla Makin Ganas, Anggaran Pencegahan Kalah dari Belanja Rutin Daerah

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:42 WIB

×