Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dukungan Green Loan Perkuat Langkah JBL Bangun Ekosistem Green Logistics

Restu Fadilah

Senin, 25 Mei 2026 | 17:00 WIB
Dukungan Green Loan Perkuat Langkah JBL Bangun Ekosistem Green Logistics
Penandatanganan kerjasama strategis antara JBL dan BNI. (Dok: Suara.com)

Suara.com - Komitmen dunia usaha terhadap keberlanjutan semakin kuat seiring meningkatnya kebutuhan akan sistem logistik yang ramah lingkungan. Salah satu langkah nyata yang kini banyak dilakukan perusahaan adalah dengan membangun ekosistem green logistics.

PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (JBL), emiten jasa logistik terintegrasi nasional kian memantapkan langkah transformasinya dalam membangun ekosistem green logistics. Atas komitmennya itu, JBL memperoleh fasilitas pembiayaan hijau (green loan) dari BNI.

Green loan atau pinjaman hijau menjadi instrumen pembiayaan yang dirancang khusus untuk mendukung proyek-proyek yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan. Dana tersebut umumnya digunakan untuk pengurangan emisi karbon, pengembangan energi terbarukan, efisiensi energi, hingga transformasi sektor transportasi dan logistik.

Melalui fasilitas green loan, perusahaan dapat mempercepat implementasi berbagai inisiatif hijau di sektor logistik. Mulai dari pembelian armada dan modal kerja yang diutamakan untuk penguatan armada ramah lingkungan serta ekspansi operasional.

"Dengan dukungan pembiayaan berkelanjutan ini, kami dapat lebih fokus dalam meningkatkan kapasitas armada, khususnya pengadaan armada truk listrik (EV Truck) yang menawarkan efisiensi energi bagi mitra-mitra kami," ujar Direktur Utama JBL, James Budiarto.

James memahami bahwa efisiensi logistik adalah kunci daya saing di masa depan. Tetapi perlu juga memperhatikan bagaimana peran logistics tetap bisa menjaga efek yang timbul kepada lingkungan. Selain memperluas jangkauan armada yang lebih hijau, perusahaan memberikan kepastian biaya distribusi bagi para klien bisnis FMCG di tengah dinamika harga energi saat ini.

"Langkah ini juga menjadi kelanjutan strategis dari integrasi ekosistem Green Logistics yang akan dijalankan perusahaan untuk melayani jaringan distribusi nasional," ujar James.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pendanaan hijau ini akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat transformasi bisnis yang lebih berorientasi pada keberlanjutan. Di tengah transformasi industri menuju green ecosystem dan kuatnya kesadaran kolektif akan sustainability, perusahaan hadir dengan solusi nyata yang kini mendapatkan dukungan kuat dari institusi keuangan nasional.

"Ini memperkuat posisi kami sebagai mitra logistik FMCG utama yang mengedepankan penggunaan teknologi dan armada yang modern untuk efisiensi operasional untuk pelayanan terbaik kepada pelanggan," tutupnya.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI Genjot Ekonomi Hijau, Salurkan Green Loan Hingga Rp86,6 Triliun

BRI Genjot Ekonomi Hijau, Salurkan Green Loan Hingga Rp86,6 Triliun

Bri | Rabu, 19 Maret 2025 | 13:13 WIB

Percepat Transisi Energi di Indonesia, PLN Jalin Kerja Sama Pembiayaan Hijau 750 Juta Dolar AS

Percepat Transisi Energi di Indonesia, PLN Jalin Kerja Sama Pembiayaan Hijau 750 Juta Dolar AS

Press Release | Rabu, 02 November 2022 | 05:49 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB