Blackout di Sumatra Jadi Alarm untuk Penguatan Sistem Kelistrikan Nasional

Achmad Fauzi

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:18 WIB
Blackout di Sumatra Jadi Alarm untuk Penguatan Sistem Kelistrikan Nasional
Pedagang melayani pembeli dengan penerangan senter saat terjadi pemadaman listrik di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (23/5/2026). [Antara]
baca 10 detik
  • Sofyano Zakaria menyatakan pemadaman listrik di Sumatra menjadi peringatan untuk segera memperkuat sistem kelistrikan nasional secara menyeluruh.
  • Gangguan listrik berskala besar merupakan tantangan global yang juga pernah dialami oleh berbagai negara maju di dunia.
  • Pemerintah perlu mempercepat pengembangan infrastruktur transmisi dan modernisasi sistem proteksi guna meminimalisir risiko gangguan pasokan energi nasional.

Suara.com - Peristiwa blackout atau pemadaman listrik berskala besar yang terjadi di Sumatra dinilai menjadi alarm penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mempercepat penguatan sistem kelistrikan nasional.

Pengamat energi sekaligus Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI), Sofyano Zakaria, menilai gangguan sistem kelistrikan berskala besar bukan hanya terjadi di Indonesia. Menurut dia, sejumlah negara maju juga pernah mengalami kejadian serupa.

"Sistem kelistrikan negara maju juga pernah mengalami blackout. Jadi gangguan berskala besar seperti ini bukan hanya terjadi di Indonesia," ujar Sofyano di Jakarta, Kamis (28/5/2026).

ilustrasi Sumatera blackout (Google Gemini)
ilustrasi Sumatera blackout (Google Gemini)

Ia mencontohkan blackout besar di Australia Selatan pada 2016 yang dipicu cuaca ekstrem hingga menyebabkan gangguan beruntun pada jaringan transmisi. Inggris juga pernah mengalami gangguan sistem kelistrikan pada 2019 yang memicu pemadaman luas dan mengganggu transportasi publik.

Bahkan belum lama ini, Spanyol dan Portugal juga mengalami gangguan kelistrikan berskala besar yang memerlukan proses penormalan sistem secara bertahap.

Menurut Sofyano, dalam sistem interkoneksi besar seperti Sumatra, gangguan pada jaringan transmisi akibat cuaca ekstrem memang dapat berdampak luas terhadap kestabilan pasokan listrik sehingga proses pengamanan dan penormalan sistem perlu dilakukan secara hati-hati dan terkoordinasi.

"Yang terpenting adalah bagaimana proses penanganan dan penormalan sistem dilakukan secara terkoordinasi agar sistem kembali stabil," katanya.

Ia menjelaskan, dalam sistem interkoneksi besar, proses pengembalian sistem tidak dapat dilakukan secara instan. Operator sistem harus memastikan frekuensi, tegangan, dan pasokan listrik berada pada kondisi aman sebelum seluruh jaringan dinormalkan sepenuhnya.

Karena itu, Sofyano menilai fokus utama pemerintah saat ini sebaiknya diarahkan pada percepatan penguatan sistem kelistrikan nasional agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

baca juga

Ke depan, ia menilai pengembangan backbone kelistrikan Sumatra menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan sistem listrik nasional, terutama melalui penguatan jaringan transmisi 500 kV, 275 kV, hingga pengembangan jaringan 150 kV yang telah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

"Penguatan backbone Sumatra akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem kelistrikan yang lebih terintegrasi dari Aceh hingga Lampung. Selain itu, pengembangan pembangkit fast response, modernisasi sistem proteksi, serta pemeliharaan berbasis digital dan prediktif juga menjadi langkah penting untuk memperkuat stabilitas sistem," jelasnya.

Menurut Sofyano, penguatan infrastruktur transmisi dan modernisasi sistem menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya kebutuhan listrik nasional dan tantangan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Dengan sistem kelistrikan yang semakin terintegrasi dan didukung teknologi proteksi modern, risiko gangguan besar diharapkan dapat ditekan sehingga pasokan listrik bagi masyarakat dan industri tetap terjaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026

Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:27 WIB

PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI

PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB

Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance

Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:06 WIB

Terkini

Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili

Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Paket Lengkap: Rupiah Rekor Terendah, IHSG Turun Jadi Bursa Terburuk di Asia

Paket Lengkap: Rupiah Rekor Terendah, IHSG Turun Jadi Bursa Terburuk di Asia

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:52 WIB

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

JKT48 hingga Inul Daratista Siap Guncang Grand Final AXIS Nation Cup 2026

JKT48 hingga Inul Daratista Siap Guncang Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:46 WIB

TNI Ikut Amankan Demo 28 Oktober, Komisi I DPR Sebut Lumrah

TNI Ikut Amankan Demo 28 Oktober, Komisi I DPR Sebut Lumrah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:46 WIB

JRKN Soroti Rangkap Jabatan Kapolri Suyudi: Tabrak UU Narkotika dan Langkahi Akal Sehat

JRKN Soroti Rangkap Jabatan Kapolri Suyudi: Tabrak UU Narkotika dan Langkahi Akal Sehat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa

Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien

Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

×