Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

M Nurhadi

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
Gerai minuman Bingxue - Sebagai Ilustrasi [Ist]
  • Industri makanan dan minuman di Indonesia diproyeksikan tumbuh stabil sebesar lima hingga tujuh persen melalui penguatan konsumsi domestik.
  • Subsektor minuman kekinian mengalami koreksi pasar masif akibat kejenuhan operasional, pudarnya tren viral, serta tingginya beban biaya tetap.
  • Jenama Bingxue mencatatkan pertumbuhan positif di Indonesia karena permintaan konsumen yang kuat serta ekosistem pasar yang sudah terbentuk.

Suara.com - Food and Beverage (F&B) di Indonesia diproyeksikan tetap bergerak tumbuh moderat namun stabil di kisaran 5 hingga 7 persen per tahun.

Konsumsi domestik yang kuat menjadi motor penggerak utama, di mana total nilai pasar layanan makanan di tanah air diperkirakan mampu menembus angka USD 62,40 M.

Meskipun situasi daya beli masyarakat tengah menghadapi tantangan berat akibat tekanan inflasi, ruang pertumbuhan bagi para pelaku usaha masih terbuka lebar. Kuncinya terletak pada kemampuan adaptasi terhadap tren gaya hidup modern serta kejelian dalam menghadirkan strategi komersial yang tepat.

Tekanan ekonomi saat ini secara tidak langsung memaksa konsumen domestik menjadi jauh lebih selektif dalam membelanjakan uang mereka.

Kondisi tersebut menuntut para pelaku usaha F&B untuk menawarkan konsep value for money yang lebih baik, yakni sebuah formula kombinasi antara patokan harga yang ramah kantong tanpa mengorbankan kualitas rasa, higienitas, maupun porsi hidangan.

Selain itu, kesadaran akan kesehatan yang meningkat di kawasan perkotaan turut mendorong lonjakan permintaan terhadap opsi menu yang lebih sehat, seperti produk rendah gula, bebas gluten, vegan, hingga organik.

Di tengah proyeksi pertumbuhan yang stabil tersebut, dinamika industri F&B, khususnya pada subsektor minuman kekinian, sedang didera gelombang koreksi yang masif.

Fenomena penutupan ratusan gerai ritel dari merek-merek besar seperti Mixue—yang dilaporkan menutup hingga 428 gerai globalnya termasuk cabang di Indonesia—serta berhentinya operasional total dari jenama Menantea, menjadi bukti nyata terjadinya pergeseran pasar.

Para pengamat bisnis menilai fenomena jatuhnya pendapatan dan penutupan gerai massal ini tidak serta-merta mengindikasikan kebangkrutan total dari entitas perusahaan. Kejadian ini umumnya merupakan bagian dari fase koreksi pasar (market correction) setelah sebuah produk kehilangan daya tarik kebaruannya (novelty effect).

Ada beberapa faktor internal bisnis yang memicu tren penurunan ini, antara lain:

  • Kejenuhan Pasar (Market Saturation): Pembukaan jaringan toko baru yang terlalu agresif dan berdekatan dalam radius yang sempit memicu terjadinya kanibalisme bisnis antar-sesama mitra waralaba. Akibatnya, omzet per gerai terbagi dan merosot drastis.
  • Pudarnya Efek Viral: Ketika gelombang tren F&B berganti, minat pembelian dari konsumen ikut merosot ke batas normal. Volume penjualan harian baru sering kali tidak lagi mampu menutupi tingginya beban operasional tetap, seperti biaya sewa ruko dan gaji karyawan.

Meskipun kondisi pasar secara umum dipenuhi tantangan jenuh, jenama Bingxue justru menunjukkan performa sebaliknya.

Jaringan waralaba ini mencatatkan lonjakan permintaan pembukaan toko baru di berbagai kota di Indonesia. Menariknya, dorongan ekspansi ini tidak hanya datang dari calon investor atau mitra, melainkan disampaikan langsung oleh para konsumen yang menginginkan kehadiran gerai Bingxue di daerah tempat tinggal mereka.

Anomali pasar ini menjadi indikator kuat bahwa Bingxue telah berhasil membangun basis pelanggan yang loyal dan adaptif, bahkan di wilayah yang belum memiliki outlet fisik sekalipun. Hal ini menandakan bahwa ekosistem pasar untuk brand tersebut sudah terbentuk dengan matang dan memiliki ruang pengembangan yang menjanjikan.

Franchise Manager Bingxue Indonesia, Andrew, menegaskan bahwa tingginya antusiasme dari berbagai kota menjadi sinyal positif bagi arah bisnis perusahaan ke depan.

“Dalam beberapa waktu terakhir, kami menerima banyak permintaan dari berbagai daerah, baik dari calon mitra maupun langsung dari konsumen. Ini menunjukkan bahwa awareness dan minat terhadap Bingxue sudah sangat tinggi,” urai Andrew dalam keterangan resminya.

Menurut penilaian Andrew, kondisi lingkungan bisnis yang kondusif ini memberikan keuntungan strategis bagi mitra baru. Investor tidak perlu menguras energi untuk membentuk dan mengedukasi pasar dari nol.

“With demand yang sudah terbentuk, mitra memiliki peluang untuk langsung mendapatkan traffic sejak awal operasional. Hal ini tentu berdampak pada potensi omzet yang lebih optimal,” tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Ledakan Data Era AI, Sosok Perempuan Ini Bicara soal Masa Depan Bisnis Indonesia

Di Balik Ledakan Data Era AI, Sosok Perempuan Ini Bicara soal Masa Depan Bisnis Indonesia

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 15:02 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:01 WIB

Kurma dan Air Zam zam Laris Manis, Penjualan Oleh-oleh Haji di Tanah Abang Naik Tajam

Kurma dan Air Zam zam Laris Manis, Penjualan Oleh-oleh Haji di Tanah Abang Naik Tajam

Foto | Senin, 25 Mei 2026 | 18:38 WIB

7 Alasan Big Bird Airport Shuttle Cocok untuk Perjalanan Bisnis

7 Alasan Big Bird Airport Shuttle Cocok untuk Perjalanan Bisnis

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 14:28 WIB

Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam

Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:24 WIB

Terkini

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:23 WIB

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:49 WIB

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:24 WIB

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:15 WIB

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB