Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.879

Bukan Emas, Ini Komoditas yang Diprediksi 'Cuan' di Tengah Perang AS-Iran-Israel

M Nurhadi

Selasa, 02 Juni 2026 | 07:07 WIB
Bukan Emas, Ini Komoditas yang Diprediksi 'Cuan' di Tengah Perang AS-Iran-Israel
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom].
  • Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran per Juni 2026 memicu lonjakan harga minyak serta risiko inflasi global.
  • Sektor logam menguat signifikan karena permintaan sektor teknologi, sementara harga emas terkoreksi akibat kebijakan suku bunga tinggi AS.
  • BNI Sekuritas tetap memberikan peringkat Overweight pada komoditas unggulan meski terdapat ketidakpastian regulasi dan dinamika pasar di Indonesia.

Suara.com - Ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran terus menjadi motor penggerak utama volatilitas pasar keuangan dan komoditas global.

Berdasarkan analisis teranyar dari BNI Sekuritas per Juni 2026, konflik berkepanjangan tersebut berimbas langsung pada tingginya harga energi dunia serta memperkuat posisi dolar AS sebagai aset aman (safe-haven).

Dampak paling nyata terlihat pada harga minyak mentah jenis Brent yang mencatatkan rata-rata di level US$103,8 per barel, atau terkerek naik 1 persen secara bulanan (month-on-month/mom).

Harga minyak bahkan sempat menyentuh puncaknya di angka US$114,4 per barel sebelum akhirnya mengalami moderasi menjelang penutupan bulan Mei.

Kondisi ini kian mempertebal risiko inflasi global yang dipicu oleh lonjakan biaya produksi (cost-push inflation), sekaligus mempersempit ruang bagi bank-bank sentral dunia untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter.Dinamika Batu Bara, Logam, dan Emas.

Di tengah lonjakan harga minyak, pergerakan komoditas lain terpantau bervariasi.

  • Harga batu bara Newcastle melunak sebesar 1,8 persen ke level US$132,3 per ton akibat penurunan permintaan untuk kategori premium high-CV. Sebaliknya, indeks batu bara domestik Indonesia justru menguat, ditopang oleh tingkat permintaan regional yang jauh lebih tangguh.
  • Sektor logam kompak menunjukkan penguatan, dipimpin oleh timah yang melesat 9,7 persen mom, disusul nikel naik 5,3 persen mom, dan tembaga naik 4,8 persen mom. Penguatan ini dipicu oleh ketatnya pasokan global, masifnya permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI) serta semikonduktor, hingga adanya rencana perubahan skema royalti yang diusulkan oleh pemerintah Indonesia.
  • Harga logam mulia justru terkoreksi 2,7 persen akibat tertekan oleh data inflasi AS yang tetap kuat, yang memicu ekspektasi bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan menahan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Meskipun ketidakpastian regulasi terkait jendela ekspor, potensi pengenaan pajak, dan kenaikan royalti di Indonesia masih membayangi, BNI Sekuritas tetap mempertahankan peringkat Overweight (OW) untuk jangka waktu 3 bulan maupun 12 bulan ke depan.

Komoditas pilihan utama jatuh pada emas, aluminium, batu bara, dan nikel. Peluang persetujuan tambahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pada periode Juli-Agustus 2026 diprediksi akan menjadi katalis positif bagi emiten penambang.Ide

Perdagangan Saham (Trading Idea) 2 Juni 2026

Menyikapi dinamika pasar tersebut, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP, merilis panduan transaksi saham harian:

  • BBRI (Speculative Buy): Area beli disarankan pada rentang 2930-2950, dengan batas cutloss jika bergerak di bawah 2900. Target keuntungan terdekat dipatok pada level 3000-3030.
  • AKRA (Speculative Buy): Area beli di rentang 1230-1235, dengan batas cutloss di bawah 1220. Target terdekat berada di area 1260-1300.
  • TLKM (Speculative Buy): Area beli di kisaran 3020-3030, dengan batas cutloss di bawah 3000. Target harga terdekat berada di 3090-3120.
  • CUAN (Speculative Buy): Area beli dipatok pada level 630, dengan batas cutloss di bawah 615. Target terdekat di kisaran 670-700.
  • PTBA (Buy on Weakness): Area beli ideal di posisi 2730-2780, dengan batas cutloss di bawah 2700. Target harga terdekat berada di 2820-2860.
  • MINA (Buy on Weakness): Area beli di rentang 326-330, dengan batas cutloss di bawah 324. Target terdekat ditargetkan pada level 344-354.

Selain saham-saham di atas, BNI Sekuritas juga memasukkan beberapa emiten ke dalam radar pantauan (watchlist) harian yang menarik untuk dicermati pergerakannya, antara lain UNTR, BNBR, RAJA, BBCA, dan TPIA.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif berdasarkan rangkuman riset pasar dari BNI Sekuritas. Perubahan harga komoditas dan saham bergerak dinamis di pasar instrumen keuangan. Keputusan transaksi, potensi keuntungan, maupun risiko kerugian sepenuhnya menjadi tanggung jawab mandiri setiap investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:52 WIB

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:11 WIB

Khianati Gencatan Senjata AS, Penjajah Israel Minta Restu Bom Ibu Kota Lebanon

Khianati Gencatan Senjata AS, Penjajah Israel Minta Restu Bom Ibu Kota Lebanon

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:24 WIB

5 Warga Biak Kena Ledakan Bom, Diduga Peninggalan Perang Dunia II

5 Warga Biak Kena Ledakan Bom, Diduga Peninggalan Perang Dunia II

Video | Senin, 01 Juni 2026 | 19:05 WIB

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:32 WIB

Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045

Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:58 WIB

Terkini

Neraca Pembayaran Indonesia Defisit USD9,1 Miliar, Terburuk Sejak Pandemi

Neraca Pembayaran Indonesia Defisit USD9,1 Miliar, Terburuk Sejak Pandemi

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 06:52 WIB

Ekspansi Layanan Produk Ekosistem Bisnis Digital Utilitas Kian Diminati

Ekspansi Layanan Produk Ekosistem Bisnis Digital Utilitas Kian Diminati

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 06:35 WIB

Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya

Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11 WIB

Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka

Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 00:01 WIB

Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora

Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 21:56 WIB

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 19:21 WIB

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 18:38 WIB

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 16:47 WIB