Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Mimpi Buruk bagi Pasar Modal RI, Investor Bisa Kabur Jika DSI Mendominasi

Achmad Fauzi

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:53 WIB
Mimpi Buruk bagi Pasar Modal RI, Investor Bisa Kabur Jika DSI Mendominasi
BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Kiwoom Sekuritas menilai keterlibatan PT Danantara Sumberdaya Indonesia dalam kendali perdagangan ekspor dapat menciptakan risiko kebijakan bagi emiten.
  • Intervensi berlebihan dalam penetapan harga dan kontrak perdagangan berisiko menurunkan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.
  • Pemerintah perlu menyeimbangkan upaya penguatan devisa melalui kebijakan ekspor satu pintu dengan menjaga efisiensi operasional dunia usaha.

Suara.com - Kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI bisa menjadi mimpi buruk bagi pasar modal Indonesia. Hal ini terjadi, jika DSI terlalu mengendalikan dan ikut campur dalam bisnis ekspor emiten-emiten,

Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam risetnya menyebutkan, tantangan terbesar pada keberadaan DSI yaitu pada pelaksanaannya di lapangan.

Kekhawatiran muncul apabila DSI tidak hanya berfungsi sebagai instrumen administrasi dan pengawasan devisa, tetapi berkembang menjadi pengendali perdagangan komoditas.

"Jika DSI hanya berfungsi sebagai clearing house administratif dan monitoring devisa, pasar kemungkinan masih dapat beradaptasi. Namun apabila berkembang menjadi instrumen kontrol yang terlalu besar terhadap pricing, buyer, pembayaran, dan kontrak perdagangan komoditas, maka investor global dapat mulai melihat Indonesia bergerak terlalu jauh ke arah resource nationalism," ujar Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata seperti dikutip, Selasa (2/6/2026).

Ilustrasi ekspor batu bara menurun. [Ist]
Ilustrasi ekspor batu bara. [Ist]

Menurut Liza, pasar akan semakin risau jika intervensi DSI lebih agresif, seperti menjadi satu-satunya lembaga ekspor, mengendalikan harga komoditas, membatasi pembeli tertentu, hingga melakukan peninjauan ulang kontrak yang sudah berjalan secara agresif.

Jika terjadi hal tersebut, maka pelaku pasar diperkirakan akan mulai mempertanyakan sejumlah aspek penting, mulai dari transparansi mekanisme harga, tata kelola lembaga, potensi konflik kepentingan, hingga kemampuan institusi dalam menjalankan fungsi perdagangan dan manajemen risiko.

Di sisi lain, kondisi pasar saat ini dinilai sedang berada dalam fase yang sensitif. Kiwoom mencatat arus keluar dana asing dari pasar modal Indonesia telah mencapai sekitar Rp 54,5 triliun hingga akhir Mei 2026.

Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan hingga menembus level di atas Rp 17.800 per dolar Amerika Serikat.

"Dalam situasi seperti ini, setiap perubahan kebijakan yang menyentuh langsung mekanisme bisnis emiten akan langsung diterjemahkan sebagai tambahan policy risk," tulis Kiwoom.

baca juga

Meski demikian, Kiwoom menegaskan bahwa kebijakan ekspor satu pintu yang tengah disiapkan pemerintah bukan berarti kebijakan yang buruk. Dari perspektif negara, langkah tersebut memiliki dasar yang kuat untuk memperkuat devisa, meningkatkan transparansi ekspor, menutup potensi kebocoran ekonomi, serta mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

"Kami melihat bahwa kebijakan ekspor satu pintu bukan otomatis kebijakan yang buruk. Dari sudut pandang negara, langkah ini memiliki logika yang kuat untuk memperkuat devisa, meningkatkan transparansi ekspor, menutup potensi kebocoran ekonomi, dan mendukung stabilitas Rupiah," kata Liza.

Kiwoom menilai dalam kondisi rupiah yang masih rentan dan arus modal asing yang belum kembali masuk secara signifikan, menjaga kepercayaan investor menjadi faktor yang tidak kalah penting dibandingkan upaya menjaga devisa negara.

"Pada akhirnya, market tidak hanya menilai tujuan sebuah kebijakan, tetapi juga menilai apakah kebijakan tersebut dapat dieksekusi secara efisien tanpa menciptakan bottleneck baru bagi dunia usaha. Dalam kondisi Rupiah yang masih rapuh dan foreign flow yang masih negatif, menjaga kepercayaan investor akan sama pentingnya dengan menjaga devisa negara," pungkas Liza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Danantara Bawa Oleh-oleh dari Prancis, Dapat Bisnis Baru?

Bos Danantara Bawa Oleh-oleh dari Prancis, Dapat Bisnis Baru?

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:11 WIB

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Terkini

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:23 WIB

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:13 WIB

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:00 WIB

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Banten | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:55 WIB

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:45 WIB

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Jabar | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:04 WIB

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:03 WIB

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:59 WIB

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:57 WIB

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:56 WIB

×