Tinggalkan Perang Bunga, BTN Kini Kejar CASA Lewat Ecosystem Banking

Achmad Fauzi

Rabu, 03 Juni 2026 | 08:36 WIB
Tinggalkan Perang Bunga, BTN Kini Kejar CASA Lewat Ecosystem Banking
BTN Kejar CASA Lewat Ecosystem Banking ketimbang perang bunga. (Dok: BTN)
baca 10 detik
  • PT BTN mengubah strategi pendanaan dengan meninggalkan suku bunga tinggi dan beralih memperkuat ekosistem perbankan secara berkelanjutan.
  • Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan transformasi ini bertujuan meningkatkan dana murah, volume transaksi, dan pendapatan komisi.
  • Hingga April 2026, strategi ekosistem perumahan berhasil mendorong pertumbuhan dana murah BTN sebesar 8,20 persen secara tahunan.

Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mulai meninggalkan strategi penghimpunan dana yang bertumpu pada persaingan suku bunga tinggi.

Di tengah ketatnya likuiditas perbankan, BTN memilih memperkuat ecosystem banking untuk meningkatkan dana murah atau current account savings account (CASA), volume transaksi nasabah, hingga pendapatan berbasis komisi (fee-based income).

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan industri perbankan saat ini menghadapi tantangan baru seiring dinamika ekonomi global dan meningkatnya persaingan dalam menghimpun dana pihak ketiga.

Menurut Nixon, bank tidak lagi bisa hanya mengandalkan strategi funding konvensional berbasis suku bunga untuk menjaga pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan penyaluran KPR telah mencapai 6 juta rumah mendorong raihan laba Rp 1,1 Triliun di Kuartal I-2026, [Suara.com/Achmad Fauzi].
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu. [Suara.com/Achmad Fauzi].

"Persaingan perbankan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada penyaluran kredit dan penghimpunan funding konvensional. Ke depan, kemampuan membangun ekosistem dan menjadi bagian dari aktivitas transaksi harian (daily transaction banking) nasabah akan menjadi faktor penentu utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ujar Nixon di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Hingga April 2026, CASA BTN secara konsolidasi tercatat tumbuh 8,20 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi R p216,02 triliun, dari Rp 199,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Untuk memperkuat penghimpunan dana murah, BTN mengandalkan ekosistem perumahan yang selama ini menjadi kekuatan utama perseroan.

Ekosistem tersebut mencakup pengembang properti, kontraktor, toko bangunan, notaris, agen properti, komunitas penghuni perumahan, hingga berbagai pelaku usaha yang terhubung dengan sektor real estat.

Melalui pendekatan tersebut, BTN tidak hanya fokus pada pembiayaan kepemilikan rumah atau KPR. Perseroan juga memperluas layanan ke sektor payroll, Cash Management System (CMS), layanan digital banking, pembiayaan modal kerja, hingga berbagai solusi keuangan terintegrasi untuk pelaku usaha yang berada dalam ekosistem tersebut.

baca juga

Langkah transformasi juga dilakukan pada jaringan kantor cabang. BTN mulai mengubah peran kantor cabang dari sekadar outlet penjualan produk menjadi pusat pengembangan ekosistem bisnis atau business ecosystem hub.

Melalui perubahan tersebut, kantor cabang diharapkan mampu menjadi motor penggerak akuisisi bisnis baru di daerah dengan memetakan potensi ekonomi lokal, membangun komunitas usaha, serta menciptakan sumber pertumbuhan baru yang sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

BTN menilai penguatan ecosystem banking akan membantu memperkokoh struktur pendanaan, meningkatkan keterikatan nasabah, sekaligus memperbesar kontribusi pendapatan berbasis komisi di masa mendatang.

"BTN memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh banyak bank lain, yaitu ekosistem perumahan yang sangat masif. Potensi besar inilah yang akan kami optimalkan secara penuh menjadi sumber mesin pertumbuhan baru, baik dari sisi peningkatan volume transaksi, penguatan rasio dana murah, maupun pengembangan layanan keuangan yang jauh lebih terintegrasi," kata Nixon.

Tidak hanya mengandalkan sektor properti, BTN juga mulai membidik sejumlah sektor lain yang memiliki perputaran transaksi tinggi. Di antaranya sektor pendidikan, kesehatan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai komunitas bisnis lokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan hingga September 2026, Apa Efeknya?

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan hingga September 2026, Apa Efeknya?

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 07:36 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

BTN Akuisisi Portofolio Kredit SMBCI Rp20 Triliun untuk Perkuat Transformasi Beyond Mortgage

BTN Akuisisi Portofolio Kredit SMBCI Rp20 Triliun untuk Perkuat Transformasi Beyond Mortgage

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 16:01 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×