Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.195,427
LQ45 619,275
Srikehati 301,815
JII 377,408
USD/IDR 17.858

Tinggalkan Perang Bunga, BTN Kini Kejar CASA Lewat Ecosystem Banking

Achmad Fauzi

Rabu, 03 Juni 2026 | 08:36 WIB
Tinggalkan Perang Bunga, BTN Kini Kejar CASA Lewat Ecosystem Banking
BTN Kejar CASA Lewat Ecosystem Banking ketimbang perang bunga. (Dok: BTN)
  • PT BTN mengubah strategi pendanaan dengan meninggalkan suku bunga tinggi dan beralih memperkuat ekosistem perbankan secara berkelanjutan.
  • Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan transformasi ini bertujuan meningkatkan dana murah, volume transaksi, dan pendapatan komisi.
  • Hingga April 2026, strategi ekosistem perumahan berhasil mendorong pertumbuhan dana murah BTN sebesar 8,20 persen secara tahunan.

Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mulai meninggalkan strategi penghimpunan dana yang bertumpu pada persaingan suku bunga tinggi.

Di tengah ketatnya likuiditas perbankan, BTN memilih memperkuat ecosystem banking untuk meningkatkan dana murah atau current account savings account (CASA), volume transaksi nasabah, hingga pendapatan berbasis komisi (fee-based income).

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan industri perbankan saat ini menghadapi tantangan baru seiring dinamika ekonomi global dan meningkatnya persaingan dalam menghimpun dana pihak ketiga.

Menurut Nixon, bank tidak lagi bisa hanya mengandalkan strategi funding konvensional berbasis suku bunga untuk menjaga pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan penyaluran KPR telah mencapai 6 juta rumah mendorong raihan laba Rp 1,1 Triliun di Kuartal I-2026, [Suara.com/Achmad Fauzi].
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu. [Suara.com/Achmad Fauzi].

"Persaingan perbankan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada penyaluran kredit dan penghimpunan funding konvensional. Ke depan, kemampuan membangun ekosistem dan menjadi bagian dari aktivitas transaksi harian (daily transaction banking) nasabah akan menjadi faktor penentu utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ujar Nixon di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Hingga April 2026, CASA BTN secara konsolidasi tercatat tumbuh 8,20 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi R p216,02 triliun, dari Rp 199,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Untuk memperkuat penghimpunan dana murah, BTN mengandalkan ekosistem perumahan yang selama ini menjadi kekuatan utama perseroan.

Ekosistem tersebut mencakup pengembang properti, kontraktor, toko bangunan, notaris, agen properti, komunitas penghuni perumahan, hingga berbagai pelaku usaha yang terhubung dengan sektor real estat.

Melalui pendekatan tersebut, BTN tidak hanya fokus pada pembiayaan kepemilikan rumah atau KPR. Perseroan juga memperluas layanan ke sektor payroll, Cash Management System (CMS), layanan digital banking, pembiayaan modal kerja, hingga berbagai solusi keuangan terintegrasi untuk pelaku usaha yang berada dalam ekosistem tersebut.

Langkah transformasi juga dilakukan pada jaringan kantor cabang. BTN mulai mengubah peran kantor cabang dari sekadar outlet penjualan produk menjadi pusat pengembangan ekosistem bisnis atau business ecosystem hub.

Melalui perubahan tersebut, kantor cabang diharapkan mampu menjadi motor penggerak akuisisi bisnis baru di daerah dengan memetakan potensi ekonomi lokal, membangun komunitas usaha, serta menciptakan sumber pertumbuhan baru yang sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

BTN menilai penguatan ecosystem banking akan membantu memperkokoh struktur pendanaan, meningkatkan keterikatan nasabah, sekaligus memperbesar kontribusi pendapatan berbasis komisi di masa mendatang.

"BTN memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh banyak bank lain, yaitu ekosistem perumahan yang sangat masif. Potensi besar inilah yang akan kami optimalkan secara penuh menjadi sumber mesin pertumbuhan baru, baik dari sisi peningkatan volume transaksi, penguatan rasio dana murah, maupun pengembangan layanan keuangan yang jauh lebih terintegrasi," kata Nixon.

Tidak hanya mengandalkan sektor properti, BTN juga mulai membidik sejumlah sektor lain yang memiliki perputaran transaksi tinggi. Di antaranya sektor pendidikan, kesehatan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai komunitas bisnis lokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan hingga September 2026, Apa Efeknya?

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan hingga September 2026, Apa Efeknya?

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 07:36 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

BTN Akuisisi Portofolio Kredit SMBCI Rp20 Triliun untuk Perkuat Transformasi Beyond Mortgage

BTN Akuisisi Portofolio Kredit SMBCI Rp20 Triliun untuk Perkuat Transformasi Beyond Mortgage

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 16:01 WIB

Terkini

Harga Emas di Pegadaian Turun Semua Hari Ini, Cek Daftarnya di Sini!

Harga Emas di Pegadaian Turun Semua Hari Ini, Cek Daftarnya di Sini!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:35 WIB

Fitch Afirmasi Peringkat Bank Jago (ARTO) di Level A dengan Outlook Stabil

Fitch Afirmasi Peringkat Bank Jago (ARTO) di Level A dengan Outlook Stabil

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:29 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini

IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:25 WIB

Ratusan Bank dan Bank Syariah Resmi Merger Massal, Ini Dampaknya!

Ratusan Bank dan Bank Syariah Resmi Merger Massal, Ini Dampaknya!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:15 WIB

Dari Sedekah Muncul Ide Usaha, Sandal Produksi Rumahan Ini Kini Tembus Pasar Nasional

Dari Sedekah Muncul Ide Usaha, Sandal Produksi Rumahan Ini Kini Tembus Pasar Nasional

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:12 WIB

Rapor Perbankan April 2026: Bank Mandiri Solid, Bagaimana dengan BCA?

Rapor Perbankan April 2026: Bank Mandiri Solid, Bagaimana dengan BCA?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:10 WIB

IHSG Hari Ini: Analis Sarankan Fokus Saham 'Big Banks' dan Konglomerasi, Kenapa?

IHSG Hari Ini: Analis Sarankan Fokus Saham 'Big Banks' dan Konglomerasi, Kenapa?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:32 WIB

Diversifikasi Aset ke Luar Negeri, Strategi Timeless Amankan Kekayaan?

Diversifikasi Aset ke Luar Negeri, Strategi Timeless Amankan Kekayaan?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:05 WIB

Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok

Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:11 WIB

Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot

Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:37 WIB