- Presiden Prabowo meluncurkan program Makan Bergizi Gratis di Bogor untuk meningkatkan kualitas gizi anak serta sumber daya manusia.
- Program ini bertujuan mengatasi stunting dan hambatan pendidikan akibat kurangnya asupan nutrisi yang layak bagi anak-anak Indonesia.
- Pemerintah menargetkan operasional puluhan ribu dapur untuk menyerap produk lokal sekaligus menciptakan jutaan lapangan kerja bagi masyarakat.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan upaya pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia nasional.
Pernyataan tersebut ditegaskan Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya pada acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition.
Prabowo mengatakan, konsep dari program MBG sangat sederhana. Ia mengingatkan kenyataan bahwa sebagian dari anak-anak Indonesia setiap pagi berangkat ke sekolah tanpa makan pagi atau sarapan.
"Bahkan di rumahnya jarang makan yang bergizi,” kata Prabowo di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).
Prabowo menjelaskan bahwa kekurangan gizi pada anak dapat berdampak pada tumbuh kembang dan kemampuan mereka dalam mencapai potensi secara optimal.
Menurut Kepala Negara, kondisi tersebut masih ditemukan di sejumlah wilayah dengan angka kekurangan gizi yang cukup tinggi.
![Para siswa menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/16/89933-mbg-makan-bergizi-gratis-ilustrasi-mbg.jpg)
“Ada bagian-bagian negara kita yang lebih dari 20 persen, mendekati 30 persen, anak-anak kita kurang gizi. Yang terjadi adalah apa yang disebut stunting, sel otak kurang berkembang, sel otot kurang berkembang, sel otak, otot dan tulang kurang berkembang,” kata Prabowo.
Dampak kekurangan gizi tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan, tetapi juga dapat membatasi kesempatan anak-anak untuk berkembang di bidang pendidikan maupun pekerjaan pada masa mendatang.
Prabowo mengaku, pengalaman tersebut ia temukan secara langsung saat berinteraksi dengan masyarakat di berbagai daerah.
“Artinya, satu, dia tidak akan berkembang sesuai potensi dia sebagai manusia normal, berarti kemampuan dia di bawah normal. Berarti yang kita menemukan dia kadang-kadang untuk lulus SD saja susah," jelas Prabowo.
Bahkan, dia menambahkan, mungkin dia tidak bisa mengganti pekerjaan bapaknya sebagai petani, sebagai buruh harian atau sebagai nelayan.
Oleh karena itu, Prabowo menekankan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) dan Program MBG memiliki peran strategis dalam mendukung kelompok masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat kualitas generasi penerus bangsa.
Ia menyampaikan bahwa sejumlah negara maju telah menerapkan program serupa untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusianya.
“Jadi program ini adalah sangat penting. Dan program ini, kalau berhasil, akan menimbulkan suatu kemanjuan yang sangat besar untuk ekonomi kita,” ujar Prabowo.
Selain manfaat di bidang kesehatan dan pendidikan, Prabowo menilai program MBG akan memberikan dampak ekonomi yang luas hingga ke tingkat desa.
Melalui operasional dapur-dapur MBG, hasil produksi petani dan pelaku usaha lokal dapat terserap sehingga turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau dapur-dapur berhasil, kalau program-program ini berjalan dengan benar, berarti ekonomi di desa akan hidup, petani-petani akan meningkat penghasilannya, dia tidak akan diganggu oleh tengkulak, dia bisa mendapat suatu jaminan, produknya, hasil keringetnya bisa diserap, bisa dibeli, dan dia bisa menjalankan kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.
Prabowo meyakini pelaksanaan program MBG secara optimal akan menjangkau puluhan juta penerima manfaat serta membuka jutaan lapangan pekerjaan baru.
Ia pun menyatakan, keyakinannya bahwa program tersebut akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan kemajuan bangsa.
Prabowo menerangkan, kalau nanti program ini berjalan di puncaknya, kita bisa memberi makan 80 sekian juta, 83-85 juta, 30 ribu dapur berjalan dengan benar dan baik, kita bisa menghasilkan 1,5 juta pekerjaan formal dan mungkin 1,5 juta lagi pekerjaan yang nyata di ekonomi pedesaan, 3 juta lapangan kerjaan.
"Uang yang beredar di desa akan sangat besar. Jadi saudara-saudara, saya yakin dan saya percaya program ini akan berhasil,” pungkas Prabowo.