Rupiah Semakin Tak Berharga, SBY Beberkan Ciri Pemimpin yang Kuat

Liberty Jemadu

Kamis, 04 Juni 2026 | 15:14 WIB
Rupiah Semakin Tak Berharga, SBY Beberkan Ciri Pemimpin yang Kuat
Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan pemimpin yang kuat harus menjaga kepercayaan publik. Pesan itu disampaikan ketika nilai tukar rupiah mencapai Rp18.000 per dolar AS akibat semakin ragunya investor terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah. [Antara]
baca 10 detik
  • SBY menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik saat menghadapi ketidakpastian global seperti yang terjadi saat ini dan berdampak ke Indonesia.
  • Pemimpin harus tetap tenang, jujur, memiliki visi jangka panjang, serta menerapkan kepemimpinan inklusif dalam menghadapi situasi sulit.
  • Nilai tukar rupiah pada Kamis sudah menyentuh Rp18.000 per dolar AS, rekor paling buruk dalam sejarah republik. Sementara IHSG turun nyaris 2 persen ke 5.826.

     

Suara.com - Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menguraikan pentingnya menjaga kepercayaan publik dalam menghadapi ketidakpastian global seperti sekarang.

Pesan itu disampaikan SBY saat perekonomian Indonesia sedang menghadapi badai dari segala arah, termasuk semakin tidak berharganya rupiah dan ambruknya indeks harga saham gabungan atau IHSG.

Nilai tukar rupiah pada Kamis sudah menyentuh Rp18.000 per dolar AS, rekor paling buruk dalam sejarah republik. Sementara IHSG turun nyaris 2 persen ke 5.826.

Para analis mengatakan ambruknya rupiah dan IHSG salah satunya disebabkan oleh semakin terkikisnya kepercayaan investor dan publik terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto.

SBY mengatakan dunia saat ini tengah memasuki era ketidakpastian yang ditandai dengan berbagai tantangan global, mulai dari meningkatnya rivalitas geopolitik, perang dan konflik di berbagai wilayah, dan perubahan rantai pasok global.

"Kepemimpinan yang kuat adalah tentang menjaga kepercayaan publik dan menciptakan peluang di tengah berbagai disrupsi," kata SBY pada The 2026 Asia Grassroots Forum by Amartha di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Berdasarkan pengalamannya memimpin Indonesia pada masa krisis dan transisi, termasuk dampak krisis Asia 1997-1998, tsunami Aceh pada 2004, hingga krisis keuangan global 2008, SBY memaparkan sejumlah prinsip kepemimpinan yang dibutuhkan di tengah ketidakpastian.

Menurut dia, pemimpin harus tetap tenang saat menghadapi situasi sulit karena kepanikan dapat memperlemah institusi.

"Ketakutan menyebar dengan cepat pada masa-masa sulit. Kepanikan melemahkan institusi. Seorang pemimpin harus tetap tenang, jujur dan memiliki arah yang jelas," ujarnya.

baca juga

Selain itu, ia menyampaikan bahwa pemimpin juga perlu mampu menggabungkan pragmatisme dengan prinsip. Dalam dunia yang semakin kompleks, menurutnya, negara harus adaptif dan realistis, tapi tetap berpegang pada nilai-nilai dasar.

Ia juga menekankan pentingnya visi jangka panjang dalam kepemimpinan. Menurut dia, pembangunan sumber daya manusia, reformasi institusi, ketahanan iklim, dan inovasi tidak dapat diwujudkan dalam waktu singkat.

Selain itu, SBY menilai kepemimpinan harus bersifat inklusif agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

"Pertumbuhan yang hanya dinikmati oleh sebagian kecil kelompok masyarakat pada akhirnya akan menimbulkan ketidakstabilan," katanya.

Meski tantangan global semakin kompleks, SBY mengaku tetap optimistis terhadap masa depan ASEAN dan Indonesia.

Menurut dia, optimisme tersebut bukan karena tantangan yang dihadapi relatif kecil, melainkan karena kawasan ASEAN memiliki modal yang kuat berupa populasi muda, wirausaha yang dinamis, ekosistem digital yang terus berkembang, masyarakat yang tangguh, serta sumber daya manusia yang besar.

SBY mengatakan kekuatan tersebut tidak hanya berada di kota-kota besar atau korporasi besar, tetapi juga di desa-desa, komunitas lokal, pelaku usaha kecil, serta jutaan masyarakat yang terus bekerja, berusaha, dan membangun harapan di tengah ketidakpastian.

Ia meyakini modal tersebut akan menjadi fondasi penting bagi ASEAN dan Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan global pada masa mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Gejolak Ekonomi, BI Siapkan Amunisi Cadangan Devisa USD 146 Miliar

Waspada Gejolak Ekonomi, BI Siapkan Amunisi Cadangan Devisa USD 146 Miliar

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:58 WIB

Dolar AS Tembus Rp 18.000, Rupiah Cetak Rekor Terendah Sepanjang Sejarah

Dolar AS Tembus Rp 18.000, Rupiah Cetak Rekor Terendah Sepanjang Sejarah

Your Say | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:57 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi

Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:28 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, DPR Desak Menkeu dan BI Segera Bertindak

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, DPR Desak Menkeu dan BI Segera Bertindak

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:25 WIB

Rupiah Rp18.000 per Dolar: Apakah Indonesia Sedang Mengulang Krisis 1998?

Rupiah Rp18.000 per Dolar: Apakah Indonesia Sedang Mengulang Krisis 1998?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:07 WIB

Terkini

16 Penumpang KMP Batumandi Terbakar Alami Luka, Ada yang Patah Tulang dan Gangguan Pernapasan

16 Penumpang KMP Batumandi Terbakar Alami Luka, Ada yang Patah Tulang dan Gangguan Pernapasan

Banten | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Apakah Viva Skin Food Bisa Memutihkan Wajah? Ini Penjelasannya

Apakah Viva Skin Food Bisa Memutihkan Wajah? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:15 WIB

5 Shio yang Diprediksi Bertemu Jodoh dan Menikah di Tahun 2027

5 Shio yang Diprediksi Bertemu Jodoh dan Menikah di Tahun 2027

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Isu Suap Muktamar NU: Gus Ipul Dukung KPK, Ancam Seret Pelapor jika Tak Terbukti

Isu Suap Muktamar NU: Gus Ipul Dukung KPK, Ancam Seret Pelapor jika Tak Terbukti

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:14 WIB

Luhut Usul Kerugian Negara Bukan Korupsi, Ketua KPK Ungkap Hal Lebih Mendesak

Luhut Usul Kerugian Negara Bukan Korupsi, Ketua KPK Ungkap Hal Lebih Mendesak

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:11 WIB

Tolak Usul Luhut Soal Kerugian Negara Bukan Korupsi, Anggota Komisi III DPR: Tidak Relevan!

Tolak Usul Luhut Soal Kerugian Negara Bukan Korupsi, Anggota Komisi III DPR: Tidak Relevan!

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:10 WIB

KMP Batumandi Terbakar Bawa 420 Penumpang dan 89 Kendaraan, Dirut ASDP Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

KMP Batumandi Terbakar Bawa 420 Penumpang dan 89 Kendaraan, Dirut ASDP Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Banten | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:07 WIB

BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia

BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia

Bekaci | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:05 WIB

Ramalan Zodiak Scorpio Bulan Ini: Karir, Keuangan dan Asmara

Ramalan Zodiak Scorpio Bulan Ini: Karir, Keuangan dan Asmara

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:05 WIB

BRI Bersama Pemerintah Dorong Investasi Global untuk Perkuat Ekonomi Nasional

BRI Bersama Pemerintah Dorong Investasi Global untuk Perkuat Ekonomi Nasional

Jakarta | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:03 WIB

×