DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB
DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga
DSI sebagai eksportir tunggal komoditas sumber daya alam (SDA) strategis dinilai berpotensi menjadi instrumen baru pemerintah untuk memperkuat devisa negara sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Foto ist.
baca 10 detik
  • DSI dinilai bisa meningkatkan devisa dan memperkuat rupiah.
  • Risiko tumpang tindih lembaga jadi tantangan implementasi.
  • DSI resmi jadi eksportir tunggal sawit, batu bara, dan ferro alloys.

Suara.com - Kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai eksportir tunggal komoditas sumber daya alam (SDA) strategis dinilai berpotensi menjadi instrumen baru pemerintah untuk memperkuat devisa negara sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Eddy Jurnasin, menilai pembentukan DSI secara konsep merupakan langkah strategis yang dapat memperbaiki tata kelola ekspor nasional, meningkatkan transparansi arus kas, hingga mempercepat koordinasi kebijakan antarinstansi pemerintah.

"Kehadiran DSI secara konseptual dan governance dapat bermanfaat besar. Selain governance dan cash flows menjadi lebih transparan dan efektif, arus informasi dan kebijakan juga dapat menjadi lebih cepat dan jelas," ujar Eddy di Yogyakarta, dikutip Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, manfaat terbesar DSI bukan hanya pada pengawasan ekspor komoditas strategis seperti minyak sawit, batu bara, dan ferro alloys, tetapi juga pada optimalisasi pengelolaan devisa hasil ekspor yang selama ini tersebar di berbagai lembaga.

Namun demikian, Eddy mengingatkan tantangan terbesar justru terletak pada implementasi kebijakan tersebut. Pasalnya, pemerintah saat ini sudah memiliki sejumlah lembaga pendukung ekspor seperti export center dan free trade agreement center yang berada di bawah berbagai kementerian.

Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan strategi integrasi kelembagaan yang jelas agar tidak terjadi tumpang tindih fungsi maupun kebingungan di kalangan pelaku usaha.

"Perlu corporate strategy mengenai vertical integration agar tidak terjadi overlapping dan kebingungan bagi para pengusaha," katanya.

Dari sisi makroekonomi, Eddy meyakini DSI berpotensi meningkatkan devisa hasil ekspor dan memperkuat surplus perdagangan Indonesia. Pada kuartal I 2026, neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus sebesar US$3,32 miliar.

Meski demikian, ia menegaskan peningkatan ekspor tidak otomatis menghapus defisit transaksi berjalan (current account deficit). Sebab, defisit transaksi berjalan Indonesia selama ini lebih banyak dipengaruhi oleh komponen lain seperti pembayaran pendapatan primer, pendapatan sekunder, dan transfer unilateral.

baca juga

"DSI besar kemungkinan dapat menggenjot peningkatan balance of trade. Namun apakah dapat membalikkan current account dari defisit menjadi surplus? Belum tentu," ujarnya.

Kendati demikian, peningkatan devisa hasil ekspor diyakini dapat memperkuat cadangan devisa nasional yang pada akhirnya membantu menjaga stabilitas rupiah di tengah gejolak ekonomi global.

Menurut Eddy, nilai tukar rupiah tidak hanya ditentukan oleh cadangan devisa, tetapi juga dipengaruhi kombinasi faktor fundamental ekonomi, kondisi makro, hingga sentimen pasar.

Selain memperkuat devisa, ia berharap kehadiran DSI menjadi momentum untuk memperbaiki iklim investasi Indonesia. Pemerintah dinilai perlu memperkuat kepastian hukum, memperbaiki kemudahan berusaha, serta menjaga stabilitas politik dan keamanan guna menarik lebih banyak investasi asing.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026 resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam. Regulasi tersebut menunjuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai BUMN eksportir tunggal untuk sejumlah komoditas strategis.

Presiden menegaskan kebijakan ini bertujuan memperkuat pengawasan dan monitoring ekspor SDA nasional sekaligus memastikan pengelolaan devisa negara berjalan lebih optimal.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan DSI yang mulai beroperasi pada 1 Juni 2026 akan menjalankan tiga fungsi utama, yakni meningkatkan transparansi perdagangan, mengoptimalkan pengelolaan devisa negara, serta mengonsolidasikan data ekspor guna meningkatkan efisiensi tata kelola sektor SDA strategis.

Dengan mandat tersebut, DSI diproyeksikan menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam mengendalikan ekspor komoditas strategis sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Andhika Pratama Kritik Kebijakan Pemerintah di Tengah Rupiah Anjlok, Postingannya Langsung Viral

Andhika Pratama Kritik Kebijakan Pemerintah di Tengah Rupiah Anjlok, Postingannya Langsung Viral

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:03 WIB

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:48 WIB

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:15 WIB

Terkini

Terima Surat Forum Guru Besar, Hasto: Desakan Gibran Mundur Harus Didengar Presiden dan DPR

Terima Surat Forum Guru Besar, Hasto: Desakan Gibran Mundur Harus Didengar Presiden dan DPR

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:11 WIB

AI hingga Perubahan Iklim Masuk Agenda Prioritas HAM Nasional 2026

AI hingga Perubahan Iklim Masuk Agenda Prioritas HAM Nasional 2026

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:09 WIB

Anggota Parlemen Malaysia Sindir Presiden Prabowo Pakai Bahasa Jawa Soal Kabut Asap

Anggota Parlemen Malaysia Sindir Presiden Prabowo Pakai Bahasa Jawa Soal Kabut Asap

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Indeks CFX10 Lagi Tren Penguatan, XRP Naik Tinggi

Indeks CFX10 Lagi Tren Penguatan, XRP Naik Tinggi

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Perang Survei Pilpres 2029, Sains Politik atau Jualan Framing?

Perang Survei Pilpres 2029, Sains Politik atau Jualan Framing?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Wamensos Agus Jabo Dorong Penguatan Perlindungan Lansia Lewat Ekonomi Perak

Wamensos Agus Jabo Dorong Penguatan Perlindungan Lansia Lewat Ekonomi Perak

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Kartu As Honda untuk Tarung di Segmen Motor Listrik: Jual Fitur Penting Ini ke Kompetitor

Kartu As Honda untuk Tarung di Segmen Motor Listrik: Jual Fitur Penting Ini ke Kompetitor

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Orang Miskin Dituntut Tahu Diri, Orang Kaya Bebas Mengejar Ambisi

Orang Miskin Dituntut Tahu Diri, Orang Kaya Bebas Mengejar Ambisi

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam

Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam

Entertainment | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Komnas HAM Pantau Dampak Karhutla di Kalimantan, Soroti Hak Kesehatan hingga Pendidikan

Komnas HAM Pantau Dampak Karhutla di Kalimantan, Soroti Hak Kesehatan hingga Pendidikan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:56 WIB

×