Dulu Bolak-balik Pakai Motor, Petani Desa Poncosari Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Panen

Irwan Febri

Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:57 WIB
Dulu Bolak-balik Pakai Motor, Petani Desa Poncosari Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Lurah Poncosari, Supriyanto, menunjukkan mobil pikap dari CSR BRI di halaman kalurahan. (Suara.com/Irwan Febri)
baca 10 detik
  • Gabungan Kelompok Tani Sarikismo di Desa Poncosari menerima bantuan mobil pikap melalui program CSR BRI pada tahun 2021.
  • Kendaraan tersebut memfasilitasi pengangkutan hasil panen, bibit, serta pupuk bagi para petani dengan lebih efisien dan hemat biaya.
  • Pikap bantuan ini dimanfaatkan secara multifungsi oleh pemerintah desa untuk mendukung berbagai kegiatan operasional warga serta pemberdayaan masyarakat setempat.

Suara.com - Aktivitas petani di Desa Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul, D.I Yogyakarta, kini terasa lebih ringan. Jika dulu harus bolak-balik pakai motor, sekarang bisa sekali jalan dengan mobil pikap dari program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI.

Di Desa Poncosari, ada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang bernama Sarikismo. Gapoktan ini berisi gabungan dari 24 kelompok tani aktif di seluruh desa, sebagai wadah berkumpul hingga bekerja sama demi kesejahtaraan para petani.

Bagi kelompok tani, persoalan mengangkut hasil panen kerap menjadi tantangan tersendiri. Terlebih saat musim panen tiba dan jumlah hasil pertanian meningkat.

Keterbatasan kendaraan membuat proses pengangkutan hasil panen memakan waktu lebih lama karena petani hanya memakai sepada motor. Kondisi itulah yang sempat dirasakan para petani di Desa Poncosari.

Namun, belakangan kondisi mulai berubah setelah desa menerima bantuan mobil pikap melalui program CSR BRI pada 2021. Kendaraan tersebut kemudian dimanfaatkan bersama untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Petani Desa Poncosari, Mujiman, ketika sedang memupuk tanah di lahan sawah setelah panen. (Suara.con/Irwan Febri)
Petani Desa Poncosari, Mujiman, ketika sedang memupuk tanah di lahan sawah setelah panen. (Suara.con/Irwan Febri)

"Mobil pikap itu biasanya digunakan untuk pas panen. Musim panen kami kan butuh untuk mengusung ke Balai Penyuluhan Pertanian. Kemudian kirim ke Bulog, pakainya pikap dari kaluruhan itu," kata petani Desa Poncosari, Mujiman, kepada Suara.com.

"Dulu sebelum ada ya pakai motor, diusung pakai motor. Kalau tidak pakai motor Tossa, bolak-balik itu cuma satu soalnya. Kalau pakai mobil pikap bisa satu kali atau dua kali. Bisa memudahkan," imbuhnya.

Ulu-ulu Kalurahan Poncosari, Rian Wijayanto, yang mengurusi bagian pertanian desa membenarkan kondisi tersebut. Para petani terkadang juga harus sewa kendaraan aktivitas pertanian.

Padahal, petani butuh kendaraan transportasi sejatinya tidak hanya waktu panen. Namun, juga keperluan lain, seperti mengangkut bibit, peralatan, hingga pupuk.

baca juga
Ulu-ulu Kalurahan Poncosari, Rian Wijayanto, ketika ditemui di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) desa. (Suara.com/Irwan Febri)
Ulu-ulu Kalurahan Poncosari, Rian Wijayanto, ketika ditemui di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) desa. (Suara.com/Irwan Febri)

"Sampai saat ini alhamdulillah dengan adanya pikap sangat membantu sekali. Saat petani butuh waktu panen, waktu pengambilan bibit, saat mau tanam, itu betul-betul sangat berguna. Memang sering digunakan," ungkap Rian.

"Sebelumnya mereka kadang sewa mobil, sewa angkutan umum. Mereka yang tidak punya sewa. Semenjak ada ini, alhamdulillah bisa dimanfaatkan," lanjutnya.

Di Kalurahan Poncosari, Pikap CSR BRI Bermanfaat Lebih Luas

Lurah Poncosari, Supriyanto, turut bercerita bahwa pemanfaatan utama untuk mobil pikap dari BRI tersebut adalah untuk keperluan 24 kelompok tani di desa.

Meski begitu, selain untuk kebutuhan pertanian, mobil pikap tersebut dimanfaatkan secara bergantian untuk mendukung berbagai kegiatan warga lainnya yang membutuhkan sarana angkut.

Lurah Poncosari, Supriyanto, menunjukkan mobil pikap dari CSR BRI di halaman kalurahan. (Suara.com/Irwan Febri)
Lurah Poncosari, Supriyanto, menunjukkan mobil pikap dari CSR BRI di halaman kalurahan. (Suara.com/Irwan Febri)

"Pikap ini untuk operasional, untuk macam-macam. Tidak hanya khusus untuk Gapoktan, tapi juga operasional kegiatan, baik untuk pertanian, pemerintahan, pembedayaan, dan sebagainya itu bisa pakai jika harus," ujar Supriyanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda BRI Simpedes dan Simpedes UMi: Biaya Admin, Saldo Minimal, dan Syarat

Beda BRI Simpedes dan Simpedes UMi: Biaya Admin, Saldo Minimal, dan Syarat

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:30 WIB

Harga Mobil Listrik Tetap Murah Meski Ada Kebijakan Baru? Begini Kata BRI Finance

Harga Mobil Listrik Tetap Murah Meski Ada Kebijakan Baru? Begini Kata BRI Finance

Bri | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:46 WIB

Cetak Ekonomi Berkelanjutan, BRI Fokus Berdayakan UMKM di Seluruh Pelosok

Cetak Ekonomi Berkelanjutan, BRI Fokus Berdayakan UMKM di Seluruh Pelosok

Bri | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:27 WIB

5 Pemenang Program BRI Debit FC Barcelona Siap ke Spanyol Nikmati Sepak Bola Kelas Dunia

5 Pemenang Program BRI Debit FC Barcelona Siap ke Spanyol Nikmati Sepak Bola Kelas Dunia

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:02 WIB

Tembus Rp4 Triliun! BRI Banjarmasin Jadi Motor Penggerak UMKM di Kalimantan

Tembus Rp4 Triliun! BRI Banjarmasin Jadi Motor Penggerak UMKM di Kalimantan

Bri | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:54 WIB

Terkini

Rokan Hulu Kembali Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap

Rokan Hulu Kembali Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:48 WIB

Babak Baru Kasus TPPU: Tepis Aset Rp846 Miliar, Febrie Adriansyah Siap 'Tarung' di Pengadilan

Babak Baru Kasus TPPU: Tepis Aset Rp846 Miliar, Febrie Adriansyah Siap 'Tarung' di Pengadilan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:48 WIB

Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum

Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum

Bekaci | Rabu, 16 September 2026 | 09:47 WIB

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:43 WIB

OJK Hentikan 27 Gadai Ilegal hingga Agustus 2026

OJK Hentikan 27 Gadai Ilegal hingga Agustus 2026

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:41 WIB

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:38 WIB

Gerebek Kamar Kos, Polisi Ciduk Dua Pemuda dan Belasan Butir Ekstasi di Bandar Lampung

Gerebek Kamar Kos, Polisi Ciduk Dua Pemuda dan Belasan Butir Ekstasi di Bandar Lampung

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 09:35 WIB

Budi Karya Absen Sidang Banding DJKA karena Sakit, Sidang Tetap Jalan

Budi Karya Absen Sidang Banding DJKA karena Sakit, Sidang Tetap Jalan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:33 WIB

Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diingatkan Target Ekonomi 6% hingga Tekanan Harga Minyak

Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diingatkan Target Ekonomi 6% hingga Tekanan Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:32 WIB

Hari ke-9 Cari 5 Jurnalis, Tim SAR Ubah Strategi Sisir 8 Sektor Selat Sunda hingga Dekat Pesisir

Hari ke-9 Cari 5 Jurnalis, Tim SAR Ubah Strategi Sisir 8 Sektor Selat Sunda hingga Dekat Pesisir

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:30 WIB

×