Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.839,785
LQ45 580,916
Srikehati 283,634
JII 352,073
USD/IDR 18.034

Dulu Bolak-balik Pakai Motor, Petani Desa Poncosari Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Panen

Irwan Febri

Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:57 WIB
Dulu Bolak-balik Pakai Motor, Petani Desa Poncosari Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Lurah Poncosari, Supriyanto, menunjukkan mobil pikap dari CSR BRI di halaman kalurahan. (Suara.com/Irwan Febri)
  • Gabungan Kelompok Tani Sarikismo di Desa Poncosari menerima bantuan mobil pikap melalui program CSR BRI pada tahun 2021.
  • Kendaraan tersebut memfasilitasi pengangkutan hasil panen, bibit, serta pupuk bagi para petani dengan lebih efisien dan hemat biaya.
  • Pikap bantuan ini dimanfaatkan secara multifungsi oleh pemerintah desa untuk mendukung berbagai kegiatan operasional warga serta pemberdayaan masyarakat setempat.

Suara.com - Aktivitas petani di Desa Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul, D.I Yogyakarta, kini terasa lebih ringan. Jika dulu harus bolak-balik pakai motor, sekarang bisa sekali jalan dengan mobil pikap dari program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI.

Di Desa Poncosari, ada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang bernama Sarikismo. Gapoktan ini berisi gabungan dari 24 kelompok tani aktif di seluruh desa, sebagai wadah berkumpul hingga bekerja sama demi kesejahtaraan para petani.

Bagi kelompok tani, persoalan mengangkut hasil panen kerap menjadi tantangan tersendiri. Terlebih saat musim panen tiba dan jumlah hasil pertanian meningkat.

Keterbatasan kendaraan membuat proses pengangkutan hasil panen memakan waktu lebih lama karena petani hanya memakai sepada motor. Kondisi itulah yang sempat dirasakan para petani di Desa Poncosari.

Namun, belakangan kondisi mulai berubah setelah desa menerima bantuan mobil pikap melalui program CSR BRI pada 2021. Kendaraan tersebut kemudian dimanfaatkan bersama untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Petani Desa Poncosari, Mujiman, ketika sedang memupuk tanah di lahan sawah setelah panen. (Suara.con/Irwan Febri)
Petani Desa Poncosari, Mujiman, ketika sedang memupuk tanah di lahan sawah setelah panen. (Suara.con/Irwan Febri)

"Mobil pikap itu biasanya digunakan untuk pas panen. Musim panen kami kan butuh untuk mengusung ke Balai Penyuluhan Pertanian. Kemudian kirim ke Bulog, pakainya pikap dari kaluruhan itu," kata petani Desa Poncosari, Mujiman, kepada Suara.com.

"Dulu sebelum ada ya pakai motor, diusung pakai motor. Kalau tidak pakai motor Tossa, bolak-balik itu cuma satu soalnya. Kalau pakai mobil pikap bisa satu kali atau dua kali. Bisa memudahkan," imbuhnya.

Ulu-ulu Kalurahan Poncosari, Rian Wijayanto, yang mengurusi bagian pertanian desa membenarkan kondisi tersebut. Para petani terkadang juga harus sewa kendaraan aktivitas pertanian.

Padahal, petani butuh kendaraan transportasi sejatinya tidak hanya waktu panen. Namun, juga keperluan lain, seperti mengangkut bibit, peralatan, hingga pupuk.

Ulu-ulu Kalurahan Poncosari, Rian Wijayanto, ketika ditemui di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) desa. (Suara.com/Irwan Febri)
Ulu-ulu Kalurahan Poncosari, Rian Wijayanto, ketika ditemui di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) desa. (Suara.com/Irwan Febri)

"Sampai saat ini alhamdulillah dengan adanya pikap sangat membantu sekali. Saat petani butuh waktu panen, waktu pengambilan bibit, saat mau tanam, itu betul-betul sangat berguna. Memang sering digunakan," ungkap Rian.

"Sebelumnya mereka kadang sewa mobil, sewa angkutan umum. Mereka yang tidak punya sewa. Semenjak ada ini, alhamdulillah bisa dimanfaatkan," lanjutnya.

Di Kalurahan Poncosari, Pikap CSR BRI Bermanfaat Lebih Luas

Lurah Poncosari, Supriyanto, turut bercerita bahwa pemanfaatan utama untuk mobil pikap dari BRI tersebut adalah untuk keperluan 24 kelompok tani di desa.

Meski begitu, selain untuk kebutuhan pertanian, mobil pikap tersebut dimanfaatkan secara bergantian untuk mendukung berbagai kegiatan warga lainnya yang membutuhkan sarana angkut.

Lurah Poncosari, Supriyanto, menunjukkan mobil pikap dari CSR BRI di halaman kalurahan. (Suara.com/Irwan Febri)
Lurah Poncosari, Supriyanto, menunjukkan mobil pikap dari CSR BRI di halaman kalurahan. (Suara.com/Irwan Febri)

"Pikap ini untuk operasional, untuk macam-macam. Tidak hanya khusus untuk Gapoktan, tapi juga operasional kegiatan, baik untuk pertanian, pemerintahan, pembedayaan, dan sebagainya itu bisa pakai jika harus," ujar Supriyanto.

"Jadi, manfaatnya cukup banyak, meskipun CSR untuk Gapoktan tapi multifungsi. Sepanjang untuk kepentingan warga masyarakat, bisa pakai itu," lanjut sarjana ekonomi itu.

"Karena di Pocongsari kan mayoritas warganya mata pencaharian petani. Jadi meskipun tidak langsung mengakut, tapi juga memfasilitasi kegiatan warga, baik itu pertanian, peternakan, dan lainnya. Dan itu memang juga sangat bermanfaat sekali," tuturnya menambahkan.

Lurah Poncosari, Supriyanto, ketika ditemui di ruangannya. (Suara.com/Irwan Febri)
Lurah Poncosari, Supriyanto, ketika ditemui di ruangannya. (Suara.com/Irwan Febri)

Walau sudah lima tahun, mobil pikap tersebut juga tampak masih bagus. Supriyanto mengaku bahwa pihak kalurahan merawat baik-baik, mulai dari suku cadang hingga perpanjangan pajak, supaya bisa berumur panjang untuk kemanfaatan.

"Iya karena memang kami rawat benar-benar, pokoknya kami syukuri. Kami memanfaatkan itu sebesar-besarnya, sehingga bantuan CSR dari BRI tidak sia-sia. Istilahnya amal jariyah mengalir karena dimanfaatkan untuk kepentingan warga," tutur Supriyanto.

Bantuan itu menjadi contoh bagaimana dukungan CSR tak hanya berhenti pada pemberian fasilitas, tetapi juga memberi dampak langsung bagi aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Bagi petani Poncosari, mobil pikap mungkin tampak sederhana. Namun, di balik kendaraan itu, ada perubahan yang membuat pekerjaan mereka menjadi lebih mudah.

Dari yang dulu harus bolak-balik mengangkut hasil panen, kini petani bisa lebih fokus pada hal yang paling penting, menjaga hasil pertanian tetap produktif dan bernilai ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda BRI Simpedes dan Simpedes UMi: Biaya Admin, Saldo Minimal, dan Syarat

Beda BRI Simpedes dan Simpedes UMi: Biaya Admin, Saldo Minimal, dan Syarat

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:30 WIB

Harga Mobil Listrik Tetap Murah Meski Ada Kebijakan Baru? Begini Kata BRI Finance

Harga Mobil Listrik Tetap Murah Meski Ada Kebijakan Baru? Begini Kata BRI Finance

Bri | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:46 WIB

Cetak Ekonomi Berkelanjutan, BRI Fokus Berdayakan UMKM di Seluruh Pelosok

Cetak Ekonomi Berkelanjutan, BRI Fokus Berdayakan UMKM di Seluruh Pelosok

Bri | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:27 WIB

5 Pemenang Program BRI Debit FC Barcelona Siap ke Spanyol Nikmati Sepak Bola Kelas Dunia

5 Pemenang Program BRI Debit FC Barcelona Siap ke Spanyol Nikmati Sepak Bola Kelas Dunia

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:02 WIB

Tembus Rp4 Triliun! BRI Banjarmasin Jadi Motor Penggerak UMKM di Kalimantan

Tembus Rp4 Triliun! BRI Banjarmasin Jadi Motor Penggerak UMKM di Kalimantan

Bri | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:54 WIB

Terkini

Di Tengah Tekanan Ekonomi, Jakarta Fair 2026 Tetap Bidik Target Transaksi Tinggi

Di Tengah Tekanan Ekonomi, Jakarta Fair 2026 Tetap Bidik Target Transaksi Tinggi

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:52 WIB

Jangan Seperti Industri Tekstil, Buruh Rokok Wanti-wanti Soal Regulasi IHT

Jangan Seperti Industri Tekstil, Buruh Rokok Wanti-wanti Soal Regulasi IHT

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:28 WIB

Beli Saham Global Kini Bisa Lewat Token Kripto

Beli Saham Global Kini Bisa Lewat Token Kripto

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:28 WIB

IHSG Tiba-tiba Hijau Saat Pembukaan Jumat Pagi ke Level 5.846, Saham TPIA Jagoan

IHSG Tiba-tiba Hijau Saat Pembukaan Jumat Pagi ke Level 5.846, Saham TPIA Jagoan

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:14 WIB

BTN JAKIM 2026 Buka Race Expo, Dorong Perputaran Ekonomi dan UMKM Jakarta

BTN JAKIM 2026 Buka Race Expo, Dorong Perputaran Ekonomi dan UMKM Jakarta

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:03 WIB

Pasar Cermati Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Bertahan di Level 95 Dolar AS

Pasar Cermati Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Bertahan di Level 95 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:02 WIB

Harga Emas Antam Mulai Merangkak Naik Jadi Rp 2,77 Juta/Gram, Tahan untuk Beli?

Harga Emas Antam Mulai Merangkak Naik Jadi Rp 2,77 Juta/Gram, Tahan untuk Beli?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 08:57 WIB

Harga Emas Turun Berjamaah di Hari Jumat, Boleh Serok Sekarang?

Harga Emas Turun Berjamaah di Hari Jumat, Boleh Serok Sekarang?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 08:35 WIB

IHSG Terperosok Rp1,4 Triliun, Ada Potensi Technical Rebound Tipis Hari Ini

IHSG Terperosok Rp1,4 Triliun, Ada Potensi Technical Rebound Tipis Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 08:18 WIB

Emiten PUDP Tebar Dividen Tunai, Cek Jadwalnya dan Besarannya

Emiten PUDP Tebar Dividen Tunai, Cek Jadwalnya dan Besarannya

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 08:02 WIB