- Kopdes Merah Putih belum berdampak pada bisnis Ranch Market.
- Tidak ada penutupan gerai maupun gangguan rantai pasok.
- RANC yakin pasar produk premium tetap kuat dan bertumbuh.
Suara.com - Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang tengah didorong pemerintah belum membuat pelaku ritel premium khawatir. PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), pengelola jaringan supermarket premium Ranch Market dan Farmers Market milik Grup Djarum, menegaskan bahwa ekspansi KDMP sejauh ini belum memberikan dampak material terhadap bisnis perusahaan.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 Juni 2026, manajemen RANC menyatakan bahwa koperasi Merah Putih dan bisnis ritel modern yang dijalankan perseroan menyasar segmen konsumen yang berbeda. Karena itu, keduanya dinilai dapat tumbuh berdampingan tanpa saling menggerus pasar.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa peta persaingan di industri ritel modern belum mengalami perubahan signifikan meski pemerintah gencar mengembangkan jaringan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Perseroan menegaskan hingga saat ini tidak ada penutupan gerai maupun gangguan operasional yang dipicu oleh kehadiran KDMP. Selain itu, RANC juga belum menemukan dampak berarti terhadap rantai pasok yang selama ini menopang bisnisnya.
RANC mengandalkan strategi pengadaan yang terdiversifikasi dengan dominasi produk lokal, sekaligus memperkuat kemitraan bersama UMKM dan pemasok dalam negeri. Strategi tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas pasokan di tengah berbagai perubahan lanskap perdagangan ritel nasional.
Dari sisi ekspansi, manajemen mengungkapkan wilayah pedesaan bukan menjadi fokus utama pengembangan gerai perusahaan. Dengan demikian, keberadaan KDMP tidak memengaruhi target pertumbuhan maupun proyeksi bisnis jangka menengah perseroan.
Menariknya, hingga kini belum ada komunikasi ataupun penjajakan kerja sama strategis antara RANC dan pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Meski demikian, perusahaan tetap membuka peluang untuk terus memantau perkembangan model bisnis koperasi tersebut.
Ke depan, RANC memilih fokus memperkuat fundamental usaha melalui peningkatan layanan, diferensiasi produk, dan pengalaman berbelanja bagi konsumen. Manajemen meyakini permintaan terhadap produk premium dan berkualitas masih memiliki ceruk pasar yang kuat di Indonesia, sehingga perseroan tetap optimistis menjaga pertumbuhan bisnis di tengah dinamika industri ritel.