Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.315,311
LQ45 627,116
Srikehati 305,365
JII 382,284
USD/IDR 17.910

Saham BBCA Ambruk, Kini Lebih Murah dari Segelas Teh Poci!

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 08 Juni 2026 | 17:43 WIB
Saham BBCA Ambruk, Kini Lebih Murah dari Segelas Teh Poci!
Harga satu lembar saham BBCA kini disebut-sebut lebih murah dibanding harga segelas Teh Poci di sejumlah pusat perbelanjaan dan restoran. Foto Suara.com
baca 10 detik
  • BBCA anjlok 4,43% dan ditutup di level Rp4.850 per saham.
  • Harga BBCA menyentuh titik terendah dalam 52 minggu terakhir.
  • Koreksi tajam memicu perdebatan: ancaman baru atau peluang beli?

Suara.com - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menjadi sorotan pasar setelah ditutup di level Rp4.850 per saham pada perdagangan Senin (8/6/2026). Harga tersebut menandai penurunan 4,43% atau terkoreksi 225 poin dalam sehari dan sekaligus membawa BBCA menyentuh level terendah dalam 52 minggu terakhir.

Penurunan tajam ini membuat harga saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut menjadi perbincangan di kalangan investor. Bahkan, secara simbolis, harga satu lembar saham BBCA kini disebut-sebut lebih murah dibanding harga segelas Teh Poci yang dijual sebesar Rp5.000 per gelas.

Data perdagangan menunjukkan BBCA dibuka pada level Rp4.950, sempat menyentuh posisi tertinggi Rp5.050, sebelum akhirnya tertekan hingga menyentuh level terendah harian sekaligus terendah satu tahun di Rp4.850.

Meski harga sahamnya merosot tajam, fundamental BCA masih tergolong kuat. Emiten perbankan dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp591,91 triliun itu saat ini diperdagangkan pada rasio price to earnings (P/E) 10,28 kali, jauh lebih rendah dibanding valuasi historisnya dalam beberapa tahun terakhir.

Koreksi BBCA juga terjadi di tengah tekanan yang masih membayangi pasar saham domestik. Aksi jual investor asing, kekhawatiran perlambatan ekonomi global, serta meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan menjadi faktor yang mendorong pelemahan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

Di sisi lain, sejumlah pelaku pasar menilai anjloknya harga BBCA hingga ke level terendah setahun bisa menjadi momentum bagi investor jangka panjang untuk mulai mencermati peluang akumulasi. Pasalnya, BCA selama ini dikenal sebagai salah satu bank dengan kualitas aset dan profitabilitas terbaik di industri perbankan nasional.

Meski demikian, investor tetap diimbau mencermati perkembangan sentimen pasar dan pergerakan dana asing sebelum mengambil keputusan investasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini

Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 16:52 WIB

Asing Borong Tombol Jual, Saham BCA Rontok Hampir 40% Sejak Awal Tahun

Asing Borong Tombol Jual, Saham BCA Rontok Hampir 40% Sejak Awal Tahun

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 13:56 WIB

BBCA Jebol di Bawah Rp 5.000, Ini Target Harga Saham Perbankan Menurut Analis

BBCA Jebol di Bawah Rp 5.000, Ini Target Harga Saham Perbankan Menurut Analis

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 13:08 WIB

Terkini

Menteri LH Akui Negara Kecolongan, Siap Tindak Tegas Perusak Alam Usai Berguru ke Sultan Jogja

Menteri LH Akui Negara Kecolongan, Siap Tindak Tegas Perusak Alam Usai Berguru ke Sultan Jogja

Jogja | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:39 WIB

Distribusi BBM hingga LPG ke Seluruh Indonesia Ternyata Bergantung pada Pelaut

Distribusi BBM hingga LPG ke Seluruh Indonesia Ternyata Bergantung pada Pelaut

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:39 WIB

Gratis Tapi Mahal, Mengapa RI Nekat Terima Hibah Kapal Induk Tua Italia?

Gratis Tapi Mahal, Mengapa RI Nekat Terima Hibah Kapal Induk Tua Italia?

Liks | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:36 WIB

Bansos Bakal Cair di Koperasi Desa, Pemerintah Jamin Tanpa Potongan dan Lebih Dekat!

Bansos Bakal Cair di Koperasi Desa, Pemerintah Jamin Tanpa Potongan dan Lebih Dekat!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:30 WIB

Kupas Tuntas Orang Pertama Tunggal: Ketika Batas Antara Fakta dan Fiksi Melebur

Kupas Tuntas Orang Pertama Tunggal: Ketika Batas Antara Fakta dan Fiksi Melebur

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:30 WIB

Bupati Cilacap Nonaktif Segera Diadili Kasus Dugaan Korupsi THR

Bupati Cilacap Nonaktif Segera Diadili Kasus Dugaan Korupsi THR

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:28 WIB

Nam Joo Hyuk Isyaratkan Drama The East Palace Berlanjut ke Season 2

Nam Joo Hyuk Isyaratkan Drama The East Palace Berlanjut ke Season 2

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:25 WIB

Cara Beli Tiket Latihan Pestapora Makassar di BRImo, Nikmati Promo Cashback hingga Lucky Toss

Cara Beli Tiket Latihan Pestapora Makassar di BRImo, Nikmati Promo Cashback hingga Lucky Toss

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:24 WIB

Belajar dari SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Ubah Sistem Pengawasan Pembangunan Sekolah

Belajar dari SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Ubah Sistem Pengawasan Pembangunan Sekolah

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:21 WIB

SD Negeri Banyak yang Kekurangan Murid, Pemerintah Siapkan Opsi 'Regrouping'

SD Negeri Banyak yang Kekurangan Murid, Pemerintah Siapkan Opsi 'Regrouping'

Jogja | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:20 WIB

×