Satgas Pangan Polri Cium Aroma Kartel di Balik Amblesnya Harga TBS Sawit

Ronald Seger Prabowo

Senin, 08 Juni 2026 | 18:28 WIB
Satgas Pangan Polri Cium Aroma Kartel di Balik Amblesnya Harga TBS Sawit
Kasatgas Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak menduga adanya permainan kartel terkait dengan turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi baru-baru ini. [ANTARA]
baca 10 detik
  • Satgas Pangan Polri menduga terjadi praktik kartel yang menyebabkan penurunan harga TBS petani di berbagai wilayah Indonesia.
  • Harga TBS dinilai tidak wajar karena turun saat harga minyak sawit mentah di pasar global tetap kompetitif.
  • Satgas Pangan akan menggandeng KPPU untuk melakukan penyelidikan dan penegakan hukum demi melindungi kesejahteraan petani sawit nasional.

Suara.com - Satgas Pangan Polri menduga adanya permainan kartel terkait dengan turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi baru-baru ini.

Kasatgas Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan, dugaan tersebut muncul karena harga TBS di tingkat petani dinilai tidak bergerak sejalan dengan kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar global.

Menurutnya, penurunan harga yang terjadi secara serentak di beberapa wilayah menimbulkan tanda tanya besar.

Apalagi, kondisi tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global yang relatif masih berada pada level kompetitif.

"Kami menduga adanya persekongkolan diam-diam yang dilakukan untuk menyepakati harga TBS itu turun di saat harga CPO dunia tidak turun atau sedang cenderung naik," kata Ade Safri di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (8/6/2026).

Ade memaparkan, Satgas Pangan Polri bakal menggandeng Komisi Pengawas Persainhan Usaha (KPPU) untuk melakukan penyelidikan terkait dengan dugaan kartel dalam turunnya harga TBS tersebut.

Tak tanggung-tanggung, mantan Dirreskrimsus Polda Metro Jaya itu menegaskan pihaknya akan melakukan penegakan hukum secara tegas sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

"Kami akan menggandeng KPPU baik di tingkat pusat maupun di tingkat wilayah nantinya, terutama dengan para Dirkrimsus jajaran. Kami berharap semua yang menjadi program pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat, untuk menaikkan komoditas kita di dunia internasional, bisa mendapat dukungan dari semua pihak," tegas dia.

Ade Safri juga berharap seluruh pihak dapat mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing komoditas nasional sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat, khususnya petani sawit.

baca juga

"Kami berharap semua program pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat dan meningkatkan komoditas Indonesia di dunia internasional dapat memperoleh dukungan dari semua pihak," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transaksi Komoditas Berbasis Sawit Meledak 267%, Nilainya Tembus Rp3,83 Triliun dalam Sepekan

Transaksi Komoditas Berbasis Sawit Meledak 267%, Nilainya Tembus Rp3,83 Triliun dalam Sepekan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:30 WIB

Tak Sekadar Penghasil Madu, Mengapa Lebah Apis dorsata Penting bagi Lingkungan dan Ekonomi Warga?

Tak Sekadar Penghasil Madu, Mengapa Lebah Apis dorsata Penting bagi Lingkungan dan Ekonomi Warga?

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:00 WIB

Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:01 WIB

Terkini

Siswa di Asahan Diduga Keracunan MBG dari SPPG Polres Asahan, Kapolda Didesak Turun Tangan

Siswa di Asahan Diduga Keracunan MBG dari SPPG Polres Asahan, Kapolda Didesak Turun Tangan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 14:08 WIB

Asap Karhutla Disebut Meluas hingga ke Vietnam, Kemenhut Cek Asal Sumbernya

Asap Karhutla Disebut Meluas hingga ke Vietnam, Kemenhut Cek Asal Sumbernya

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:08 WIB

Karier di Indonesia Berujung Pidana, Influencer Malaysia Aisar Khaled Terancam 15 Tahun Penjara

Karier di Indonesia Berujung Pidana, Influencer Malaysia Aisar Khaled Terancam 15 Tahun Penjara

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:05 WIB

Tren Mobil Ramah Lingkungan Meningkat Innova Zenix Hybrid Cari Favorit Warga Jateng DIY

Tren Mobil Ramah Lingkungan Meningkat Innova Zenix Hybrid Cari Favorit Warga Jateng DIY

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 14:05 WIB

Konser BTS Geser Jadwal Timnas Indonesia ke Laga Tandang November 2026

Konser BTS Geser Jadwal Timnas Indonesia ke Laga Tandang November 2026

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 14:04 WIB

Golkar dan PKS Sepakat Dorong Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

Golkar dan PKS Sepakat Dorong Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:02 WIB

Saat Program Andalan Memakan Korban, Bukankah Presiden Seharusnya Geram?

Saat Program Andalan Memakan Korban, Bukankah Presiden Seharusnya Geram?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:00 WIB

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:58 WIB

Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan

Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 13:58 WIB

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:55 WIB

×