- Nilai tukar rupiah menguat 0,72 persen ke level Rp 18.058 per dolar AS pada penutupan perdagangan hari Selasa.
- Bank Indonesia menaikkan suku bunga menjadi 5,5 persen yang menjadi faktor pendukung utama penguatan mata uang rupiah tersebut.
- Meredanya ketegangan politik di Timur Tengah serta koreksi dolar AS turut mendorong penguatan rupiah dan berbagai mata uang Asia.
Suara.com - Nilai tukar rupiah berotot pada penutupan perdagangan sore ini terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda naik usai Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga menjadi 5,5 persen.
Mengacu pada data kompilasi pasar spot Bloomberg, rupiah menguat ke level Rp 18.058 per dolar AS atau naik 129 poin atau setara 0,72 persen.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah menguat dikarenakan meredanya tensi politik di Timur Tengah.
"Walau memang perkembangan eksternal juga sangat positif, sentimen risk on, meredanya ketegangan di Timur Tengah , menurunya harga minyak mentah dunia, koreksi pada dolar AS," katanya saat dihubungi Suara.com, Selasa (9/6/2026).
![Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/19/23671-nilai-tukar-rupiah-ilustrasi-dolar-ilustrasi-dollar-ilustrasi-rupiah.jpg)
Menurut Lukman, penguatan rupiah juga didukung oleh keputusan BI yang tiba-tiba menaikkan suku bunga menjadi 5,5 persen.
"Namun kenaikan ini memberikan dukungan yang paling besar terhadap rupiah hari ini," katanya.
Sebagai informasi, mayoritas mata uang Asia menguat, won Korea Selatan berada satu level di bawah rupiah setelah melesat 0,42 persen. Lalu ada ringgit Malaysia yang terangkat 0,28 persen, dan peso Filipina ditutup menanjak 0,22 persen.
Diikuti, yuan China terkerek 0,16 persen. Berikutnya, rupee India terapresiasi 0,13 persen serta dolar Singapura naik 0,12 persen dan, dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,003 persen.
Berikut daftar mata uang lain yang menguat:
- Won Korea Selatan menguat 0,42 persen
- Ringgit Malaysia naik 0,28 persen
- Peso Filipina menguat 0,22 persen
- Yuan China naik 0,16 persen
- Rupee India terapresiasi 0,13 persen
- Dolar Singapura menguat 0,12 persen
- Dolar Hong Kong naik tipis 0,003 persen