Harga Kedelai Mahal Gegara Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 09 Juni 2026 | 15:41 WIB
Harga Kedelai Mahal Gegara Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000
Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di pabrik kawasan Duren Tiga, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan menetapkan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram untuk menjaga stabilitas harga bahan baku tahu tempe.
  • Kebijakan yang diputuskan di Jakarta ini bertujuan memitigasi dampak lonjakan kurs dolar AS terhadap ketergantungan impor kedelai nasional.
  • Pemerintah menugaskan Perum Bulog mendistribusikan subsidi bagi 250.000 ton kedelai pertama untuk melindungi daya beli masyarakat serta UMKM.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas, mengumumkan bahwa negara akan menggelontorkan subsidi harga kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram.

Kebijakan darurat ini diambil guna mengamankan stabilitas harga bahan baku industri tahu dan tempe yang kian tertekan oleh lonjakan mata uang dolar AS.

Keputusan strategis tersebut disepakati dalam forum rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Jakarta. Pertemuan itu secara khusus membedah grafik pergerakan harga komoditas pangan pokok nasional bersama jajaran perwakilan kementerian dan lembaga sektor terkait.

Zulhas memaparkan bahwa intervensi berupa pemberian subsidi kompensasi ini sangat mendesak, mengingat struktur pemenuhan kebutuhan kedelai di dalam negeri masih didominasi oleh jalur impor.

Ketergantungan yang teramat tinggi tersebut otomatis membuat harga tebus kedelai di tingkat pengrajin menjadi sangat sensitif terhadap gejolak kurs valuta asing.

"Kedelai yang hampir 100 persen impor itu tentu akan terkait harganya. Mungkin enggak naik, tapi ukurannya kurang. Nah, oleh karena itu tadi kita putuskan disubsidi Rp2.000 per kilo, pemerintah menyediakan untuk 250.000 ton pertama melalui Bulog," jelas Zulhas saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menko Pangan tidak menampik bahwa melemahnya performa mata uang Garuda menjadi pemicu utama merangkaknya harga modal kedelai impor.

Kendati demikian, otoritas eksekutif memilih jalur pemberian insentif fiskal agar beban kenaikan biaya logistik tersebut tidak langsung menghantam daya beli masyarakat luas maupun menggerus margin laba para pelaku UMKM produsen tahu dan tempe.

"Ya, kan dolar kan 16 setengah (ribu) jadi 18 ribu sebetulnya enggak sampai 2.000 kan, tapi kita tadi kasih Rp2.000 per kilo untuk 250.000 ton pertama," imbuhnya merinci kalkulasi selisih kurs.

baca juga

Terkait teknis operasional di lapangan, pemerintah secara resmi menugaskan Perum Bulog sebagai instrumen tunggal yang memegang kendali atas distribusi kedelai bersubsidi tersebut. Sementara untuk aspek legalitas penganggaran dan pembiayaan program akan dimatangkan lebih lanjut bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Kementerian Keuangan.

"Nanti Bulog yang akan teknisnya seperti apa, ya," tutur Zulhas.

Sebagai langkah formal, jajaran Kemenko Pangan bakal segera melayangkan dokumen usulan tertulis kepada instrumen kementerian teknis pengelola keuangan negara untuk melegalkan kebijakan ini. Zulhas memastikan bahwa rencana perlindungan ketahanan pangan ini telah mendapatkan restu langsung dari Kepala Negara.

"Dan kita putuskan di sini, nanti akan diusulkan, nanti yang teknis selanjutnya tentu Menteri Perekonomian bersama Kementerian Keuangan kita akan buat surat ke sana. Tapi ini sudah lapor ke Bapak Presiden," pungkas Zulhas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!

Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:02 WIB

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:02 WIB

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:57 WIB

Rupiah Melemah Harga Suku Cadang Motor di Indonesia Naik 20 Persen

Rupiah Melemah Harga Suku Cadang Motor di Indonesia Naik 20 Persen

Otomotif | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:34 WIB

Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?

Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24 WIB

Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?

Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:55 WIB

Terkini

Mendagri Dukung Program 3 Juta Rumah melalui Kemudahan Regulasi bagi MBR

Mendagri Dukung Program 3 Juta Rumah melalui Kemudahan Regulasi bagi MBR

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Beda Watak Scorpio Oktober vs November, Pengaruh Planet Bikin Sifatnya Kontras Banget!

Beda Watak Scorpio Oktober vs November, Pengaruh Planet Bikin Sifatnya Kontras Banget!

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Dalam Persaudaraan, 21.868 Pemotor Rayakan Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa

Dalam Persaudaraan, 21.868 Pemotor Rayakan Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa

Otomotif | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:47 WIB

Urutan Skincare Sariayu Putih Langsat yang Benar untuk Kulit Cerah Maksimal

Urutan Skincare Sariayu Putih Langsat yang Benar untuk Kulit Cerah Maksimal

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Prabowo Bakal Bangun Pacuan Kuda Berstandar Internasional di Sulawesi

Prabowo Bakal Bangun Pacuan Kuda Berstandar Internasional di Sulawesi

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan

Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:27 WIB

Hari Pertama IBL All Indonesian 2026 Langsung Panas! Dewa United Tekuk Pelita Jaya

Hari Pertama IBL All Indonesian 2026 Langsung Panas! Dewa United Tekuk Pelita Jaya

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:19 WIB

Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya

Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Desas-desus Hubungan Terlarang Pejabat di Sulsel Viral, Mengapa Warganet Mudah Percaya Isu Medsos

Desas-desus Hubungan Terlarang Pejabat di Sulsel Viral, Mengapa Warganet Mudah Percaya Isu Medsos

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

×