Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.745.000
Beli Rp2.600.000
IHSG 5.342,137
LQ45 527,078
Srikehati 259,301
JII 319,450
USD/IDR 18.166

Harga Kedelai Mahal Gegara Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 09 Juni 2026 | 15:41 WIB
Harga Kedelai Mahal Gegara Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000
Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di pabrik kawasan Duren Tiga, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan menetapkan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram untuk menjaga stabilitas harga bahan baku tahu tempe.
  • Kebijakan yang diputuskan di Jakarta ini bertujuan memitigasi dampak lonjakan kurs dolar AS terhadap ketergantungan impor kedelai nasional.
  • Pemerintah menugaskan Perum Bulog mendistribusikan subsidi bagi 250.000 ton kedelai pertama untuk melindungi daya beli masyarakat serta UMKM.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas, mengumumkan bahwa negara akan menggelontorkan subsidi harga kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram.

Kebijakan darurat ini diambil guna mengamankan stabilitas harga bahan baku industri tahu dan tempe yang kian tertekan oleh lonjakan mata uang dolar AS.

Keputusan strategis tersebut disepakati dalam forum rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Jakarta. Pertemuan itu secara khusus membedah grafik pergerakan harga komoditas pangan pokok nasional bersama jajaran perwakilan kementerian dan lembaga sektor terkait.

Zulhas memaparkan bahwa intervensi berupa pemberian subsidi kompensasi ini sangat mendesak, mengingat struktur pemenuhan kebutuhan kedelai di dalam negeri masih didominasi oleh jalur impor.

Ketergantungan yang teramat tinggi tersebut otomatis membuat harga tebus kedelai di tingkat pengrajin menjadi sangat sensitif terhadap gejolak kurs valuta asing.

"Kedelai yang hampir 100 persen impor itu tentu akan terkait harganya. Mungkin enggak naik, tapi ukurannya kurang. Nah, oleh karena itu tadi kita putuskan disubsidi Rp2.000 per kilo, pemerintah menyediakan untuk 250.000 ton pertama melalui Bulog," jelas Zulhas saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menko Pangan tidak menampik bahwa melemahnya performa mata uang Garuda menjadi pemicu utama merangkaknya harga modal kedelai impor.

Kendati demikian, otoritas eksekutif memilih jalur pemberian insentif fiskal agar beban kenaikan biaya logistik tersebut tidak langsung menghantam daya beli masyarakat luas maupun menggerus margin laba para pelaku UMKM produsen tahu dan tempe.

"Ya, kan dolar kan 16 setengah (ribu) jadi 18 ribu sebetulnya enggak sampai 2.000 kan, tapi kita tadi kasih Rp2.000 per kilo untuk 250.000 ton pertama," imbuhnya merinci kalkulasi selisih kurs.

Terkait teknis operasional di lapangan, pemerintah secara resmi menugaskan Perum Bulog sebagai instrumen tunggal yang memegang kendali atas distribusi kedelai bersubsidi tersebut. Sementara untuk aspek legalitas penganggaran dan pembiayaan program akan dimatangkan lebih lanjut bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Kementerian Keuangan.

"Nanti Bulog yang akan teknisnya seperti apa, ya," tutur Zulhas.

Sebagai langkah formal, jajaran Kemenko Pangan bakal segera melayangkan dokumen usulan tertulis kepada instrumen kementerian teknis pengelola keuangan negara untuk melegalkan kebijakan ini. Zulhas memastikan bahwa rencana perlindungan ketahanan pangan ini telah mendapatkan restu langsung dari Kepala Negara.

"Dan kita putuskan di sini, nanti akan diusulkan, nanti yang teknis selanjutnya tentu Menteri Perekonomian bersama Kementerian Keuangan kita akan buat surat ke sana. Tapi ini sudah lapor ke Bapak Presiden," pungkas Zulhas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!

Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:02 WIB

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:02 WIB

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:57 WIB

Rupiah Melemah Harga Suku Cadang Motor di Indonesia Naik 20 Persen

Rupiah Melemah Harga Suku Cadang Motor di Indonesia Naik 20 Persen

Otomotif | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:34 WIB

Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?

Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24 WIB

Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?

Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:55 WIB

Terkini

Masih Menarikkah Investasi Saham BBCA? Tengok Strateginya

Masih Menarikkah Investasi Saham BBCA? Tengok Strateginya

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:34 WIB

Daftar Saham Paling Laris Hari Ini: BBCA Transaksi Jumbo, BUMI Tembus Volume Besar

Daftar Saham Paling Laris Hari Ini: BBCA Transaksi Jumbo, BUMI Tembus Volume Besar

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:40 WIB

Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo

Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:35 WIB

Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!

Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:02 WIB

Menaker Paparkan Program Prabowo terkait Tenaga Kerja di Konferensi Perburuhan Internasional

Menaker Paparkan Program Prabowo terkait Tenaga Kerja di Konferensi Perburuhan Internasional

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:25 WIB

Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!

Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:17 WIB

IHSG Gaspol Menghijau 4,82% Hingga Sesi I, Saham BBRI Wajib Dipantau

IHSG Gaspol Menghijau 4,82% Hingga Sesi I, Saham BBRI Wajib Dipantau

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:08 WIB

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:02 WIB

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:57 WIB

DPR Dorong Buyback, Saham Bank Himbara Kompak Melesat, IHSG Ikut Terbang

DPR Dorong Buyback, Saham Bank Himbara Kompak Melesat, IHSG Ikut Terbang

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:53 WIB