BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 09 Juni 2026 | 13:02 WIB
BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen
(Kiri-Kanan) Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi dalam acara Sosialisasi Tata Kelola Ekspor SDA Strategis dan Implementasi Peraturan Pemerintah tentang DHE yang digelar di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • BI menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50% untuk stabilisasi Rupiah.
  • Langkah pre-emptive BI guna meredam dampak konflik geopolitik Timur Tengah.
  • Empat strategi moneter baru diluncurkan demi menarik investasi asing.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mengambil langkah agresif guna meredam ketidakpastian pasar global yang kian memanas. Bank sentral memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) hingga kini bertengger di level 5,50 persen pada Selasa (9/6/2026).

Keputusan krusial tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan yang digelar khusus untuk mengevaluasi pelaksanaan bauran kebijakan dari hasil RDG Bulanan sebelumnya.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa kebijakan menaikkan suku bunga acuan ini merupakan langkah lanjutan defensif sekaligus proaktif dari bank sentral. BI berkomitmen penuh untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah yang belakangan terus dihantam sentimen negatif global.

"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah. Ini juga sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen yang ditetapkan Pemerintah," ujar Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Perry menambahkan, selain menjaga kestabilan mata uang domestik, kebijakan ini dirancang demi mendongkrak daya pikat instrumen keuangan dalam negeri bagi pemodal internasional. "Kebijakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil bagi daya tarik masuknya aliran masuk investasi portofolio asing ke Indonesia," imbuhnya.

Sesuai dengan mandat undang-undang serta tradisi kelembagaan yang berlaku, Perry memaparkan bahwa BI secara rutin mengadakan RDG Mingguan setiap hari Selasa guna memantau efektivitas bauran kebijakan moneter yang telah ditetapkan pada RDG Bulanan.

Berdasarkan catatan hasil evaluasi pasca-RDG Bulanan pada 19-20 Mei 2026 lalu, pergerakan nilai tukar Rupiah terpantau mengalami tekanan hebat dan melemah melampaui proyeksi awal bank sentral. Gejala ini dipicu oleh ekskalasi ketegangan geopolitik global dan lonjakan permintaan valuta asing (valas) di pasar domestik, yang kian diperparah oleh aksi lepas portofolio atau capital outflow oleh investor asing.

Merespons dinamika tersebut, Perry menggarisbawahi urgensi bagi BI untuk menggelar stimulus dan intervensi lanjutan demi memulihkan arus modal masuk (capital inflow).

"Stabilisasi nilai tukar Rupiah dimaksud juga ditempuh agar ketahanan eksternal ekonomi Indonesia tetap terjaga dan sasaran inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap tercapai," tegas Perry.

baca juga

Empat Amunisi Baru BI Jaga Rupiah

Tidak hanya sekadar mengatrol BI-Rate menjadi 5,50 persen, Bank Indonesia turut merilis empat strategi penguatan operasi moneter guna memastikan stabilitas pasar keuangan nasional:

  1. Kenaikan Suku Bunga SRBI: BI menaikkan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk seluruh tenor (6, 9, dan 12 bulan). Kenaikan ini dijalankan sesuai mekanisme pasar agar portofolio investasi di Indonesia tetap kompetitif dibandingkan negara sejawat (peer countries).
  2. Diskon Swap Lindung Nilai (Hedging Swap): Memberikan insentif berupa pemotongan tingkat hedging swap bagi investor asing sebesar 10 persen. Langkah ini diharapkan mampu mengompensasi beban kewajiban investor sekaligus memicu gairah investasi asing lewat jalur perbankan domestik. Sementara itu, regular swap tetap berjalan normal mengikuti pasar.
  3. Pembukaan Kembali Window Lelang Repo: Mengaktifkan kembali fasilitas likuiditas repurchase agreement (repo) untuk tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi industri perbankan. Strategi ini ditargetkan mampu menjaga likuiditas pasar uang tetap longgar agar pertumbuhan Uang Primer (M0) konsisten tumbuh dua digit (di atas 10%). Amunisi repo ini menggeser skema pembelian SBN di pasar sekunder yang biasa dilakukan sebelumnya.
  4. Intensifikasi Operasi Moneter Rupiah dan Valas: Menggencarkan frekuensi lelang SRBI menjadi dua kali dalam sepekan. Di sisi valas, BI akan meningkatkan intensitas intervensi secara langsung, baik melalui transaksi pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, maupun transaksi NDF di pasar internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:57 WIB

Rupiah Melemah Harga Suku Cadang Motor di Indonesia Naik 20 Persen

Rupiah Melemah Harga Suku Cadang Motor di Indonesia Naik 20 Persen

Otomotif | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:34 WIB

Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?

Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24 WIB

Terkini

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 22:00 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:56 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Sumsel | Kamis, 10 September 2026 | 21:46 WIB

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:43 WIB

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 21:29 WIB

Perjalanan Menuju 70 Tahun Astra: Pendaftaran Astra Half Marathon 2026 Resmi Dibuka 15 September

Perjalanan Menuju 70 Tahun Astra: Pendaftaran Astra Half Marathon 2026 Resmi Dibuka 15 September

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 21:13 WIB

×