Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

Pasar Makin Tak Pasti, Ini Cara Investor Mengubah Kepanikan Jadi Cuan

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 10 Juni 2026 | 10:46 WIB
Pasar Makin Tak Pasti, Ini Cara Investor Mengubah Kepanikan Jadi Cuan
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
baca 10 detik
  • Ketidakpastian kini menjadi kondisi normal baru di pasar keuangan.
  • Banjir informasi justru berisiko memicu keputusan investasi keliru.
  • Pemahaman pasar dinilai mampu mengubah volatilitas menjadi peluang.

Suara.com - Ketidakpastian yang terus membayangi perekonomian global kini bukan lagi sekadar gangguan sementara, melainkan telah menjadi bagian dari lanskap pasar keuangan modern. Kondisi ini menuntut investor dan pelaku ekonomi untuk mengubah cara pandang mereka dalam menghadapi volatilitas yang semakin tinggi.

Di masa lalu, stabilitas keuangan identik dengan pekerjaan yang aman, tabungan yang tumbuh secara konsisten, serta pasar yang bergerak dalam pola yang relatif mudah diprediksi. Namun, perkembangan teknologi, arus informasi yang masif, dan keterhubungan ekonomi global membuat kondisi tersebut semakin sulit ditemukan.

Saat ini, sebuah kebijakan yang diumumkan di satu negara dapat langsung memengaruhi sentimen investor di belahan dunia lain hanya dalam hitungan jam. Akibatnya, masyarakat menghadapi apa yang disebut para psikolog sebagai uncertainty fatigue atau kelelahan akibat ketidakpastian.

Menurut para pakar dari Elev8, broker keuangan global, akses informasi yang semakin luas tidak selalu menghasilkan keputusan investasi yang lebih baik. Sebaliknya, banjir informasi sering kali menciptakan kebingungan dan membuat investor kesulitan membedakan antara sinyal penting dan kebisingan pasar.

Dalam kondisi tersebut, banyak investor bereaksi secara emosional terhadap pergerakan pasar, terutama ketika melihat penurunan harga aset. Padahal, yang dibutuhkan bukan sekadar persepsi sesaat, melainkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan pasar.

"Persepsi memicu emosi, sementara pemahaman memungkinkan respons yang lebih rasional," tulis riset tersebut.

Para ahli menilai kemampuan beradaptasi secara emosional menjadi faktor pembeda antara investor berpengalaman dan mereka yang mudah dilanda kecemasan saat pasar bergejolak. Alih-alih menghindari volatilitas, investor disarankan membangun kerangka berpikir yang mampu memahami siklus pasar, dinamika sentimen, serta perbedaan antara perubahan struktural dan gejolak jangka pendek.

Pendekatan ini dinilai dapat membantu pelaku pasar menjaga kejernihan berpikir di tengah derasnya arus informasi dan perubahan kondisi ekonomi global yang berlangsung cepat.

Dalam lingkungan pasar yang terus berubah, konsep stabilitas pun mengalami pergeseran makna. Stabilitas tidak lagi diukur dari minimnya gejolak, melainkan dari kemampuan seseorang memahami konteks, hubungan sebab-akibat, dan berbagai faktor yang memengaruhi pasar.

baca juga

Dengan kata lain, orientasi dan pemahaman yang kuat terhadap kondisi pasar kini menjadi bentuk baru dari stabilitas finansial. Investor yang mampu membangun kepercayaan diri untuk menavigasi berbagai perubahan diyakini memiliki peluang lebih besar untuk mengubah ketidakpastian menjadi keuntungan.

Di tengah volatilitas yang diperkirakan akan terus berlangsung, kemampuan membaca konteks dan menjaga disiplin menjadi aset yang tak kalah penting dibandingkan modal finansial itu sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI

Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:17 WIB

BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?

BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:15 WIB

OJK Redakan Isu Panas Ekonomi Indonesia, 'Sell Indonesia' Jadi Sorotan Investor

OJK Redakan Isu Panas Ekonomi Indonesia, 'Sell Indonesia' Jadi Sorotan Investor

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:45 WIB

Terkini

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

×