Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pasar Makin Tak Pasti, Ini Cara Investor Mengubah Kepanikan Jadi Cuan

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 10 Juni 2026 | 10:46 WIB
Pasar Makin Tak Pasti, Ini Cara Investor Mengubah Kepanikan Jadi Cuan
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
baca 10 detik
  • Ketidakpastian kini menjadi kondisi normal baru di pasar keuangan.
  • Banjir informasi justru berisiko memicu keputusan investasi keliru.
  • Pemahaman pasar dinilai mampu mengubah volatilitas menjadi peluang.

Suara.com - Ketidakpastian yang terus membayangi perekonomian global kini bukan lagi sekadar gangguan sementara, melainkan telah menjadi bagian dari lanskap pasar keuangan modern. Kondisi ini menuntut investor dan pelaku ekonomi untuk mengubah cara pandang mereka dalam menghadapi volatilitas yang semakin tinggi.

Di masa lalu, stabilitas keuangan identik dengan pekerjaan yang aman, tabungan yang tumbuh secara konsisten, serta pasar yang bergerak dalam pola yang relatif mudah diprediksi. Namun, perkembangan teknologi, arus informasi yang masif, dan keterhubungan ekonomi global membuat kondisi tersebut semakin sulit ditemukan.

Saat ini, sebuah kebijakan yang diumumkan di satu negara dapat langsung memengaruhi sentimen investor di belahan dunia lain hanya dalam hitungan jam. Akibatnya, masyarakat menghadapi apa yang disebut para psikolog sebagai uncertainty fatigue atau kelelahan akibat ketidakpastian.

Menurut para pakar dari Elev8, broker keuangan global, akses informasi yang semakin luas tidak selalu menghasilkan keputusan investasi yang lebih baik. Sebaliknya, banjir informasi sering kali menciptakan kebingungan dan membuat investor kesulitan membedakan antara sinyal penting dan kebisingan pasar.

Dalam kondisi tersebut, banyak investor bereaksi secara emosional terhadap pergerakan pasar, terutama ketika melihat penurunan harga aset. Padahal, yang dibutuhkan bukan sekadar persepsi sesaat, melainkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan pasar.

"Persepsi memicu emosi, sementara pemahaman memungkinkan respons yang lebih rasional," tulis riset tersebut.

Para ahli menilai kemampuan beradaptasi secara emosional menjadi faktor pembeda antara investor berpengalaman dan mereka yang mudah dilanda kecemasan saat pasar bergejolak. Alih-alih menghindari volatilitas, investor disarankan membangun kerangka berpikir yang mampu memahami siklus pasar, dinamika sentimen, serta perbedaan antara perubahan struktural dan gejolak jangka pendek.

Pendekatan ini dinilai dapat membantu pelaku pasar menjaga kejernihan berpikir di tengah derasnya arus informasi dan perubahan kondisi ekonomi global yang berlangsung cepat.

Dalam lingkungan pasar yang terus berubah, konsep stabilitas pun mengalami pergeseran makna. Stabilitas tidak lagi diukur dari minimnya gejolak, melainkan dari kemampuan seseorang memahami konteks, hubungan sebab-akibat, dan berbagai faktor yang memengaruhi pasar.

baca juga

Dengan kata lain, orientasi dan pemahaman yang kuat terhadap kondisi pasar kini menjadi bentuk baru dari stabilitas finansial. Investor yang mampu membangun kepercayaan diri untuk menavigasi berbagai perubahan diyakini memiliki peluang lebih besar untuk mengubah ketidakpastian menjadi keuntungan.

Di tengah volatilitas yang diperkirakan akan terus berlangsung, kemampuan membaca konteks dan menjaga disiplin menjadi aset yang tak kalah penting dibandingkan modal finansial itu sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI

Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:17 WIB

BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?

BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:15 WIB

OJK Redakan Isu Panas Ekonomi Indonesia, 'Sell Indonesia' Jadi Sorotan Investor

OJK Redakan Isu Panas Ekonomi Indonesia, 'Sell Indonesia' Jadi Sorotan Investor

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:45 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×