Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 5.746,648
LQ45 569,322
Srikehati 278,381
JII 347,610
USD/IDR 18.136

Pasar Makin Tak Pasti, Ini Cara Investor Mengubah Kepanikan Jadi Cuan

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 10 Juni 2026 | 10:46 WIB
Pasar Makin Tak Pasti, Ini Cara Investor Mengubah Kepanikan Jadi Cuan
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
  • Ketidakpastian kini menjadi kondisi normal baru di pasar keuangan.
  • Banjir informasi justru berisiko memicu keputusan investasi keliru.
  • Pemahaman pasar dinilai mampu mengubah volatilitas menjadi peluang.

Suara.com - Ketidakpastian yang terus membayangi perekonomian global kini bukan lagi sekadar gangguan sementara, melainkan telah menjadi bagian dari lanskap pasar keuangan modern. Kondisi ini menuntut investor dan pelaku ekonomi untuk mengubah cara pandang mereka dalam menghadapi volatilitas yang semakin tinggi.

Di masa lalu, stabilitas keuangan identik dengan pekerjaan yang aman, tabungan yang tumbuh secara konsisten, serta pasar yang bergerak dalam pola yang relatif mudah diprediksi. Namun, perkembangan teknologi, arus informasi yang masif, dan keterhubungan ekonomi global membuat kondisi tersebut semakin sulit ditemukan.

Saat ini, sebuah kebijakan yang diumumkan di satu negara dapat langsung memengaruhi sentimen investor di belahan dunia lain hanya dalam hitungan jam. Akibatnya, masyarakat menghadapi apa yang disebut para psikolog sebagai uncertainty fatigue atau kelelahan akibat ketidakpastian.

Menurut para pakar dari Elev8, broker keuangan global, akses informasi yang semakin luas tidak selalu menghasilkan keputusan investasi yang lebih baik. Sebaliknya, banjir informasi sering kali menciptakan kebingungan dan membuat investor kesulitan membedakan antara sinyal penting dan kebisingan pasar.

Dalam kondisi tersebut, banyak investor bereaksi secara emosional terhadap pergerakan pasar, terutama ketika melihat penurunan harga aset. Padahal, yang dibutuhkan bukan sekadar persepsi sesaat, melainkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan pasar.

"Persepsi memicu emosi, sementara pemahaman memungkinkan respons yang lebih rasional," tulis riset tersebut.

Para ahli menilai kemampuan beradaptasi secara emosional menjadi faktor pembeda antara investor berpengalaman dan mereka yang mudah dilanda kecemasan saat pasar bergejolak. Alih-alih menghindari volatilitas, investor disarankan membangun kerangka berpikir yang mampu memahami siklus pasar, dinamika sentimen, serta perbedaan antara perubahan struktural dan gejolak jangka pendek.

Pendekatan ini dinilai dapat membantu pelaku pasar menjaga kejernihan berpikir di tengah derasnya arus informasi dan perubahan kondisi ekonomi global yang berlangsung cepat.

Dalam lingkungan pasar yang terus berubah, konsep stabilitas pun mengalami pergeseran makna. Stabilitas tidak lagi diukur dari minimnya gejolak, melainkan dari kemampuan seseorang memahami konteks, hubungan sebab-akibat, dan berbagai faktor yang memengaruhi pasar.

Dengan kata lain, orientasi dan pemahaman yang kuat terhadap kondisi pasar kini menjadi bentuk baru dari stabilitas finansial. Investor yang mampu membangun kepercayaan diri untuk menavigasi berbagai perubahan diyakini memiliki peluang lebih besar untuk mengubah ketidakpastian menjadi keuntungan.

Di tengah volatilitas yang diperkirakan akan terus berlangsung, kemampuan membaca konteks dan menjaga disiplin menjadi aset yang tak kalah penting dibandingkan modal finansial itu sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI

Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:17 WIB

BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?

BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:15 WIB

OJK Redakan Isu Panas Ekonomi Indonesia, 'Sell Indonesia' Jadi Sorotan Investor

OJK Redakan Isu Panas Ekonomi Indonesia, 'Sell Indonesia' Jadi Sorotan Investor

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:45 WIB

Terkini

Perkokoh Sinergi Ekosistem Syariah, Pegadaian - Bank Syariah Nasional Kolaborasi Pendanaan & Digital

Perkokoh Sinergi Ekosistem Syariah, Pegadaian - Bank Syariah Nasional Kolaborasi Pendanaan & Digital

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:39 WIB

Rupiah Menguat ke Level Rp17.908 per Dolar AS Paling Perkasa di Asia

Rupiah Menguat ke Level Rp17.908 per Dolar AS Paling Perkasa di Asia

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:33 WIB

Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI

Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:17 WIB

Bisa Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam turun Lagi Jadi Rp2,71 Juta/Gram

Bisa Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam turun Lagi Jadi Rp2,71 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:04 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Update Harga UBS dan Galeri24 di Pegadaian

Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Update Harga UBS dan Galeri24 di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:59 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Sudah Atas Izin Mas Bahlil 'Ganteng'

Kenaikan Harga Pertamax Sudah Atas Izin Mas Bahlil 'Ganteng'

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:54 WIB

Bos OJK Beberkan Pendorong IHSG Mulai Rebound, Ini Obat Kuatnya

Bos OJK Beberkan Pendorong IHSG Mulai Rebound, Ini Obat Kuatnya

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:51 WIB

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:36 WIB

BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?

BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:15 WIB

Harga Pertamax Nyaris Rp 17.000, Pertamina Anggap Sudah Wajar

Harga Pertamax Nyaris Rp 17.000, Pertamina Anggap Sudah Wajar

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:13 WIB